Rugikan Negara 2 Miliar, Mantan Kadis Peternakan Blora Menangis Ditahan

Kompas.com - 17/10/2019, 19:28 WIB
Ilustrasi DOK KOMPASIlustrasi

BLORA, KOMPAS.com - Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah menahan mantan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora, Wahyu Agustini, atas kasus dugaan korupsi program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) tahun 2017.

Tangis Wahyu yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Blora itu pecah saat diperiksa hingga digelandang ke mobil tahanan.

Asisten Pidana Khusus Kejati Jateng, I Ketut Sumedana, membenarkan, perihal penahanan Wahyu atas dugaan penyelewengan anggaran program Upsus Siwab.

Menurut dia, sebelum dilakukan penahanan, Wahyu yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tersebut diperiksa selama kurang lebih lima jam.

Baca juga: Potong Dana Inseminasi Buatan, Mantan Kepala Dinas Peternakan Jadi Tersangka

"Kami cecar 30 pertanyaan. Tersangka menangis. Iya, kemarin kami tahan tersangka usai diperiksa selama lima jam," terang Ketut, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (17/10/2019).

Ketut mengatakan, penahanan tersangka telah sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Terlebih, dari hasil pemeriksaan medis menyatakan jika kondisi kesehatan tersangka baik-baik saja.

"Kami tahan di Lapas Kelas II Wanita Semarang maksimal hingga 30 November atau 20 hari, sebelum masuk ke tahap dua,"  kata Ketut.

Rugikan Negara Rp 2 miliar

Dari hasil serangkaian pemeriksaan, kerugian negara yang semula diperkirakan mencapai Rp 670 juta, ternyata meningkat menjadi Rp 2 miliar.

Uang tersebut digunakan untuk plesir, membeli suvenir dan sebagainya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X