Kompas.com - 15/10/2019, 10:00 WIB
Gerbang Tol Palindra indralaya tampak samar tertutup kabut asap sisa kebakaran lahan dan hutan di OKI dan Ogan Ilir, Selasa (15/10/2019). KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNGGerbang Tol Palindra indralaya tampak samar tertutup kabut asap sisa kebakaran lahan dan hutan di OKI dan Ogan Ilir, Selasa (15/10/2019).

INDRALAYA, KOMPAS.com - Kabut asap di Ogan Ilir Sumatera Selatan (Sumsel) semakin tebal.

Tidak hanya lingkungan pemuliman kabut asap sisa kebakaran lahan itu juga menyelimuti jalan tol Palembang-Indralaya (Palindra) sehingga membuat jarak pandang menjadi terbatas.

Pengendara kendaraan yang melintas di jalan tersebut harus ekstra hati-hati sebab dengan jarak pandang yang terbatas dapat saja terjadi kecelakaan. 

Pengendara berharap pemerintah segera mengatasi kondisi tersebut sebab kabut asap itu dapat mengganggu keselamatan pengendara di jalan tol.

Pantauan di jalan tol palindra Selasa (15/10/2019) pagi, terlihat kabut asap cukup tebal memenuhi jalan tol sepanjang 22 kilometer tersebut.

Sejumlah kendaraan yang melintas pun terlihat samar bahkan nyaris tak terlihat sama sekali tertutup kabut asap.

Baca juga: Palembang Terpapar Kabut Asap Ekstrem, Harian Kompas Bantu Masker dan Oksigen

Pengendara sesak napas saat melintas

Kondisi yang sama terihat di gerbang tol Indralaya.

Gerbang tol berukuran besar itu termasuk tulisan gerbang tol Palindra di atas gerbang itu terlihat samar  tertutup kabut asap.

Ade Damzi salah seorang sopir truk yang baru saja melintasi jalan tol tersebut mengatakan, kabut asap yang menutup jalan tol Palindra pagi itu cukup tebal.

Kabut asap membuat jarak pandang di jalan tersebut menjadi terbatas.

Kabut asap itu juga membuat napas Ade Damzi  sesak saat melintas.

"Kabut asap di jalan tol tadi cukup tebal, kabut asap itu lumayan menggangu karena jarak pandang menjadi terbatas," kata dia. 

"Kabut asap juga membuat sesak napas.” 

Baca juga: Fakta Kabut Asap Terekstrem di Palembang: 500 Sekolah Diliburkan, Angin Dituding Jadi Penyebab

 

Kabut asap semakin tebal

Jalan tol Palindra diselimuti kautvasap tebal sehingga jarak pandang menjadi terbatas. Kendaraan yang melintas nyaris tak terlihat tertutup kabut asap, Selasa (15/10/2019). KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNG Jalan tol Palindra diselimuti kautvasap tebal sehingga jarak pandang menjadi terbatas. Kendaraan yang melintas nyaris tak terlihat tertutup kabut asap, Selasa (15/10/2019).
Pengakuan yang sama dikatakan Suseno, salah satu pekerja di gerbang jalan tol tersebut.

Menurut Suseno kabut asap yang menyelimuti jalan tol palindra tiga hari ini semakin tebal.

Kabut asap itu menurut Suseno sangat mengganggu petugas gerbang jalan tol terutama pernapasan dan mata menjadi perih.

Suseno berharap pemerintah segera mengatasi kabut asap tersebut karena sudah sangat mengganggu pekerjaan terutama pekerja di gerbang tol palindra.

“Sudah tiga hari ini semakin tebal pak. Kabut asap juga sangat mengganggu kami yang bekerja di gerbang tol sebab asapnya membuat susah bernapas," katanya. 

"Kabut asap juga mengganggu pengliatan pegendara dan itu sangat berbahaya. Kami harap pemerintah dapat segera mengatasinya.”

Sementara dari data yang dikeluarkan pihak BPBD Sumsel jumlah hot spot atau titik panas di Sumatera Selatan ada 415 titik panas.

Untuk Kabupaten Ogan Komering Ilir sebanyak 247 titik panas dan di Ogan Ilir ada 6 titik panas. 

Baca juga: Keluhan Warga Palembang soal Kabut Asap: Dada Sesak, Abu Sampai Masuk Rumah



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X