0
Kilas Daerah Banyuwangi
KILAS DAERAH

Lewat Buku, Bupati Anas Beberkan Strategi Memimpin Banyuwangi

Kompas.com - 14/10/2019, 16:27 WIB
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang meluncurkan buku berjudul Anti-Mainstream Marketing: 20 Jurus Mengubah Banyuwangi di Gramedia Expo, Surabaya, Senin (14/10/2019).
dok. Humas BanyuwangiBupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang meluncurkan buku berjudul Anti-Mainstream Marketing: 20 Jurus Mengubah Banyuwangi di Gramedia Expo, Surabaya, Senin (14/10/2019).

KOMPAS.com - Ada banyak cara yang dilakukan kepala daerah untuk melaporkan kinerja selama memimpin suatu daerah.

Seperti yang dilakukan oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang meluncurkan buku berjudul Anti-Mainstream Marketing: 20 Jurus Mengubah Banyuwangi di Gramedia Expo, Surabaya, Senin (14/10/2019).

Buku tersebut berisi pemaparan 20 prinsip kreatif mengembangkan Banyuwangi dengan pendekatan-pendekatan tak lazim ala Bupati Anas.

”Ini upaya mendokumentasikan semua ikhtiar kami di Banyuwangi, jatuh bangun membangun daerah. Di dalamnya ada 20 jurus yang kami petakan dari sisi strategi, inovasi, dan leadership,” ucap Anas sesuai keterangan rilis yang Kompas.com terima.

Baca juga: Menggenjot Sektor Ekonomi Kreatif Banyuwangi Lewat Festival Kopi

Anas melakukan sejumlah pendekatan anti-mainstream. Misalnya, ia menekankan setiap dinas adalah Dinas Pariwisata, mengubah citra dari Kota Santet menuju Kota Internet.

Perihal setiap dinas adalah Dinas Pariwisata, Anas menjelaskan hal tersebut merupakan wujud dari tourism centered economy, yakni ekonomi yang bersumbu pada pariwisata.

Dalam sektor perindustrian pun diarahkan pada pariwisata. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menghadirkan museum kereta api di tengah proses membangun pabrik kereta terbesar se-ASEAN.

Baca juga: Festival Lembah Ijen Banyuwangi, Ini Kata Mereka...

Ia juga mendorong pembangunan museum dan pusat edukasi air di tengah keinginan salah satu perusahaan air mineral yang berencana mengembangkan industri air minum dalam kemasan di Banyuwangi.

Hapus citra klenik lewat pendekatan teknologi

Jurus kreatif lainnya, yaitu semakin misteri semakin diminati, Anas mencontohkan strategi promosi wisata Taman Nasional Alas Purwo.

selain dikenal sebagai cagar biosfer dunia, Anas berupaya mengangkat nilai leluhur yang kaya di Taman Nasional Alas Purwo.

”Dampaknya tingkat kunjungan ke Alas Purwo melonjak pesat, pada 2018 lalu dikunjungi lebih dari 211.000 orang,” ujar Anas.

Baca juga: Jadi Kabupaten Terinovatif se-Indonesia di IGA 2019, Banyuwangi Dapat Rp 9 Miliar

Citra klenik yang melekat pada Banyuwangi juga telah diubah Anas lewat pendekatan teknologi.

Melalui strategi tersebut, Banyuwangi kini bersiap menuju daerah dengan pelayanan publik berbasis digital.

Untuk mendukung hal tersebut, sebanyak 189 desa sudah teraliri fiber optic.

”Sudah banyak desa telah dikembangkan self service yang membuat keperluan mengurus dokumen untuk warga di kampung tidak perlu bertemu petugas,” jelas Anas.

Terakhir, Anas juga menjelaskan pentingnya peran publik figur untuk membantu mempromosikan Banyuwangi.

”Kita ajak influencer untuk tinggal di Banyuwangi. Sejumlah musisi juga menyatakan minat untuk tinggal di sini," ujarnya.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumahnya Kena Banjir, Ini Tanggapan Bupati Jember

Rumahnya Kena Banjir, Ini Tanggapan Bupati Jember

Regional
Jadi Terdakwa Kasus Lingkungan, Rusma Yul Anwar Tetap Dilantik Jadi Bupati Pesisir Selatan

Jadi Terdakwa Kasus Lingkungan, Rusma Yul Anwar Tetap Dilantik Jadi Bupati Pesisir Selatan

Regional
Banjir hingga 2 Meter Terjang Kota Probolinggo Jumat Petang, Warga Sempat Dievakuasi

Banjir hingga 2 Meter Terjang Kota Probolinggo Jumat Petang, Warga Sempat Dievakuasi

Regional
Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Tangan Terikat

Pemilik Toko di Blitar Ditemukan Tewas dengan Tangan Terikat

Regional
Kisah Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, Tempat Soekarno Bertemu Hartini, Jadi Cagar Budaya yang Dikenal Angker

Kisah Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, Tempat Soekarno Bertemu Hartini, Jadi Cagar Budaya yang Dikenal Angker

Regional
Pengolahan Sampah Jadi Bisnis Menjanjikan di Tengah Pandemi

Pengolahan Sampah Jadi Bisnis Menjanjikan di Tengah Pandemi

Regional
Asal Usul Nama Jakabaring Palembang, Berawal dari 4 Suku

Asal Usul Nama Jakabaring Palembang, Berawal dari 4 Suku

Regional
Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita di Medan karena Tak Terima Dikomplain, Ini Kronologinya

Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita di Medan karena Tak Terima Dikomplain, Ini Kronologinya

Regional
Kembali Dilantik Jadi Wali Kota Semarang, Hendi Paparkan Program Jangka Pendek

Kembali Dilantik Jadi Wali Kota Semarang, Hendi Paparkan Program Jangka Pendek

Regional
Berkunjung ke Tamborasi, Sungai Terpendek di Dunia yang Ada di Kolaka

Berkunjung ke Tamborasi, Sungai Terpendek di Dunia yang Ada di Kolaka

Regional
Cerita di Sepiring Nasi Pecel, dari Suguhan Ki Gede Pemanahan hingga Ditulis di Serat Centhini

Cerita di Sepiring Nasi Pecel, dari Suguhan Ki Gede Pemanahan hingga Ditulis di Serat Centhini

Regional
Lantik Terdakwa Korupsi sebagai Wakil Bupati, Ini Kata Gubernur Sumsel

Lantik Terdakwa Korupsi sebagai Wakil Bupati, Ini Kata Gubernur Sumsel

Regional
Gegara Sakit Hati, Seorang Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita Sekaligus, Ini Faktanya

Gegara Sakit Hati, Seorang Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita Sekaligus, Ini Faktanya

Regional
Jejak Sejarah Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Solo yang Akan Ditempati Gibran

Jejak Sejarah Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Solo yang Akan Ditempati Gibran

Regional
Kesaksian Ketua RT soal Terduga Teroris yang Ditangkap di Surabaya

Kesaksian Ketua RT soal Terduga Teroris yang Ditangkap di Surabaya

Regional
komentar di artikel lainnya