Bencana Tanah Bergerak Kembali Terjang Sukabumi, 2 Rumah Rusak, Dalam Retakan Capai 5 Meter

Kompas.com - 10/10/2019, 07:31 WIB
Dua petugas dari BPBD dan Kecamatan Cibadak menunjukan retakan tanah di dalam rumah akibat bencana tanah bergerak di Kampung Benda, Desa Karangtengah, Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (9/10/2019). KOMPAS.COM/BUDIYANTODua petugas dari BPBD dan Kecamatan Cibadak menunjukan retakan tanah di dalam rumah akibat bencana tanah bergerak di Kampung Benda, Desa Karangtengah, Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (9/10/2019).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Bencana tanah bergerak kembali terjadi di Sukabumi, Jawa Barat.

Kali ini terjadi di kaki perbukitan Gunung Walat, Kampung Benda RT 05 RW 06, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak.

Bencana ini mengakibatkan sedikitnya dua rumah rusak pada lantai dan dinding bangunan. Puluhan rumah dalam kondisi terancam.

Bencana geologi ini kembali dikeluhkan para penghuni rumah sejak dua pekan yang lalu.

"Awalnya malam hari mendengar suara seperti retakan, kami berdua terbangun dan langsung mengecek ternyata lantai di ruang tamu ini sudah ada retakan," ungkap Awan (50), salah satu warga Gunung Walat kepada Kompas.com saat ditemui di rumahnya, Rabu (9/10/2019) sore.

Baca juga: Tinggal di Huntara, Penyintas Bencana Tanah Bergerak di Sukabumi Kesulitan Air Bersih

Sejak itu langsung Awan terjaga hingga pagi dan terus mengecek seluruh bangunan rumah semi permanen miliknya itu, termasuk mengecek tanah bagian luar rumah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain bagian ruang tengah, retakan tanah ini memanjang sepanjang rumah berukuran 8 x 4 meter.

Dalamnya retakan tanah ada yang mencapai sekitar 5 meter.

"Sejak malam itu hingga hari ini pergerakan tanahnya terus bertambah lebar. Saya juga sudah mencoba menutup lubangnya, tapi terus bergeser," tutur dia.

Hal senada juga diungkapkan Yaya (43), tetangga Awan yang berjarak sekitar lima meter.

Yaya mengetahui adanya gerakan tanah yang menerjang bangunan rumahnya pada malam hari beberapa pekan lalu.

"Malam terjadinya, saat itu saya dan suami masih belum tidur mendengar suara retakan lantai. Lalu dicek ternyata lantai sudah retak memanjang dan dinding juga retak-retak," ungkap dia.

"Sebenarnya retakan-retakan di lantai dan dinding sudah diperbaiki, tapi kembali lagi retak dan dalamnya ada sekitar tiga meter," ujar Yaya menambahkan. 

Pantauan Kompas.com, sejumlah petugas dari Badan Geologi didampingi beberapa relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi sudah berada di lokasi.

Mereka sedang mengecek penyebab terjadinya bencana tanah bergerak

Sebelumnya diberitakan, 40 unit rumah rusak terdampak bencana tanah bergerak di Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat. 

Sedangkan 115 rumah lainnya dalam kondisi terancam.

Baca juga: Kisah Mak Tiyah, Bertahan Menempati Rumah Panggung di Zona Merah Tanah Bergerak

Tanah bergerak juga mengakibatkan ruas Jalan Sukabumi- Sagaranten di kampung setempat rusak dan mengancam 26 hektar lahan persawahan.

Bencana ini sudah cukup lama terjadi.

Data BPBD Kabupaten Sukabumi menyebutkan, Minggu (5/5/2019) bencana tanah bergerak melanda RT 01, 02 dan 03 RW 09.

Ada puluhan rumah yang sudah tidak layak huni karena bencana tersebut.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.