Kilas Daerah Semarang
KILAS DAERAH

Wali Kota Hendi: Dengan Smart City Semarang Sukses Hadapi 2 Tantangan Besar

Kompas.com - 09/10/2019, 19:18 WIB
Wali Kota Semarang Hendra Prihadi (dua dari kiri) berfoto bersama narasumber lain usai menjadi pembicara dalam The 2nd International Conference on Smart City Innovation (ICSCI) 2019 di gedung ITC Universitas Diponegoro, Rabu (9/10/2019). DOK. IstimewaWali Kota Semarang Hendra Prihadi (dua dari kiri) berfoto bersama narasumber lain usai menjadi pembicara dalam The 2nd International Conference on Smart City Innovation (ICSCI) 2019 di gedung ITC Universitas Diponegoro, Rabu (9/10/2019).


KOMPAS.com
- Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memaparkan keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dalam menghadapi dua tantangan besar untuk membangun.

Tantangan itu adalah kenaikan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang belum signifikan setiap tahunnya dan terus berkurangnya jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam beberapa tahun terakhir.

"Untuk menjawab tantangan itu, mulai tahun 2013 kami mulai membangun Semarang Smart City, supaya PNS kerjanya dapat lebih efektif dan efisien, serta masyarakat bisa ikut terlibat," papar Wali Kota Semarang yang akrab di sapa Hendi, seperti dalam keterangan tertulisnya. 

Hendi sendiri mengatakan itu saat menjadi pembicara pada The 2nd International Conference on Smart City Innovation (ICSCI) 2019, di Gedung ITC, Universitas Diponegoro, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (9/10/2019).

Baca juga: Hijaukan Semarang, Wali Kota Hendi Gandeng Startup untuk Gerakan Masyarakat

Lebih dalam Hendi mengemukakan melalui konsep Smart City, seluruh pekerjaan di Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terhubung dalam sebuah sistem. Dengan demikian bisa memangkas rantai birokrasi yang lama. 

"Tak hanya itu, kami juga tak lagi membangun berdasarkan asumsi, tetapi dengan data untuk tepat sasaran. Sehingga masalah yang ada dapat langsung ditangani, tidak berulang pekerjaannya," jelas Hendi.

Hendi menggambarkan pada 2011 hampir separuh wilayah Kota Semarang jalannya rusak dan rawan banjir. Hal ini mengakibatkan investasi yang masuk ke Kota Semarang kurang dari 1 triliun.

Kondisi buruk itulah yang kemudian membuat tren laju pertumbuhan ekonomi Kota Semarang cenderung rendah.

Baca juga: Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Infrastruktur di Pandanaran Dipercepat

“Alhamdulilah saat ini dengan pola kerja yang lebih baik, pertumbuhan ekonomi meningkat 6,52 persen, pertumbuhan investasi meningkat menjadi 27,5 triliun," syukur Hendi.

"Kesejahteraan masyarakat juga meningkat jika menilik Indeks Pembangunan Manusia di kota Semarang yang semula 77,52 meningkat menjadi 82,72,” ucapnya.

Hendi pun menekan jika hal tersebut menjadi bukti nyata implementasi smart city  baik dalam sistem perencanaan, pembangunan pelayanan, dan sistem pelaporan yang membuahkan hasil baik bagi pembangunan di Kota Semarang.

Contohnya dengan pemanfaatan call center dan sistem Lapor Hendi yang mempermudah pelaporan kondisi di lapangan agar segera ditindaklanjuti.

Kemudian pemanfaatan situation room sebagai ruang monitor dan kontrol terpadu, pemanfaatan big data guna pendataan masyarakat miskin agar dapat ditangani secara tepat sasaran.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jejak Harimau Sumatera Ditemukan di Dekat Permukiman Warga di Riau

Jejak Harimau Sumatera Ditemukan di Dekat Permukiman Warga di Riau

Regional
4 Fakta Tewasnya Buruh Bangunan di Tangan Mandor

4 Fakta Tewasnya Buruh Bangunan di Tangan Mandor

Regional
Gibran Daftar Calon Wali Kota di Pilkada Solo 2020 Lewat DPD PDI-P Jateng Hari Terakhir

Gibran Daftar Calon Wali Kota di Pilkada Solo 2020 Lewat DPD PDI-P Jateng Hari Terakhir

Regional
Hari Pertama Pendaftaran, Gibran Masih Belum Mendaftar di DPD PDI-P Jateng

Hari Pertama Pendaftaran, Gibran Masih Belum Mendaftar di DPD PDI-P Jateng

Regional
Fakta di Balik Longboat Terbalik, 1 TNI Hilang hingga Tim Gabungan Diterjunkan

Fakta di Balik Longboat Terbalik, 1 TNI Hilang hingga Tim Gabungan Diterjunkan

Regional
Malu Dicap Keluarga Miskin, 18 KK Penerima PKH di Gresik Mundur

Malu Dicap Keluarga Miskin, 18 KK Penerima PKH di Gresik Mundur

Regional
Kasus Mandor Bunuh Buruh Bangunan, Pelaku Merasa Berdosa dan Serahkan Diri

Kasus Mandor Bunuh Buruh Bangunan, Pelaku Merasa Berdosa dan Serahkan Diri

Regional
Puluhan Rumah Warga Dompu Rusak Disapu Angin Kencang

Puluhan Rumah Warga Dompu Rusak Disapu Angin Kencang

Regional
Korban Penipuan Arisan Online hingga Rp 10 Miliar Diduga Tak Cuma di Makassar

Korban Penipuan Arisan Online hingga Rp 10 Miliar Diduga Tak Cuma di Makassar

Regional
Diduga Perkosa Nenek 87 Tahun hingga Pingsan, Seorang Kakek Ditahan Polisi

Diduga Perkosa Nenek 87 Tahun hingga Pingsan, Seorang Kakek Ditahan Polisi

Regional
Ini Alasan Penumpang AirAsia di Bandara YIA yang Bercanda Bawa Bom

Ini Alasan Penumpang AirAsia di Bandara YIA yang Bercanda Bawa Bom

Regional
BJ Habibie Terima ICMI Award sebagai Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia

BJ Habibie Terima ICMI Award sebagai Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia

Regional
3 Tahun Menghilang, Buronan Kasus Korupsi Ini Ternyata Menikah Lagi

3 Tahun Menghilang, Buronan Kasus Korupsi Ini Ternyata Menikah Lagi

Regional
Wapres Ma'ruf: Ironis, Indonesia Masih Jadi Konsumen Produk Halal Terbesar di Dunia

Wapres Ma'ruf: Ironis, Indonesia Masih Jadi Konsumen Produk Halal Terbesar di Dunia

Regional
Dugaan Kasus Korupsi, Kejari Kulon Progo Sita Kas Desa Banguncipto

Dugaan Kasus Korupsi, Kejari Kulon Progo Sita Kas Desa Banguncipto

Regional
komentar di artikel lainnya