Kilas Daerah Semarang
KILAS DAERAH

Hijaukan Semarang, Wali Kota Hendi Gandeng Startup untuk Gerakan Masyarakat

Kompas.com - 05/09/2019, 22:00 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi didampingi Sekretaris DPU dan Ketua LPMK meninjau sungai usulan dari warga untuk dibangun talud saat jalan sehat di Kelurahan Kedungmundu, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Kamis (5/9/2019) DOK. IstimewaWali Kota Semarang Hendrar Prihadi didampingi Sekretaris DPU dan Ketua LPMK meninjau sungai usulan dari warga untuk dibangun talud saat jalan sehat di Kelurahan Kedungmundu, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Kamis (5/9/2019)


KOMPAS. com
- Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menggandeng startup LindungiHutan.com untuk bisa membantu Pemerintah Kota Semarang menggerakkan partisipasi masyarakat dalam menghijaukan Kota Semarang.

Bukan tanpa alasan startup asal Kota Semarang itu dipilih. Ini karena LidungiHutan.com telah berpengalaman lebih dari dua tahun mengupayakan penghijauan pada berbagai daerah di Indonesia.

Adapun di Semarang, LindungiHutan.com sendiri telah berkontribusi menanam sekitar 20.000 bibit tanaman hingga saat ini.

Meski sudah berpengalaman, startup ini mengaku membutuhkan bantuan Wali Kota Hendi— panggilan Hendrar Prihadi—dalam program penghijauan.

Operation Manager LindungiHutan.com, Aminul Ichsan mengakui keterlibatan Hendi dalam kampanye penghijauan dapat menjadi daya ungkit, sehingga diyakini mampu lebih luas mengundang partisipasi.

Baca juga: Wali Kota Hendi Apresiasi Warga Semarang Gelar Festival Kali Tenggang

"Salah satu hal yang sangat dibutuhkan jelas tokoh-tokoh masyarakat yang bisa mencontohkan langsung terkait hal ini, sehingga lebih banyak masyarakat yang tergerak," ujar Aminul, di Semarang seperti dalam keterangan tertulisnya.

Ia pun meminta masyarakat untuk perpartisipasi dalam kampanye penghijauan Kota Semarang melalui LindungiHutan.com. Di website itu mereka kemudian bisa mencari laman kampanye #DonasiPohonSemarang.

Di sisi lain, LindungiHutan.com pun membuka jalur Business to Business (B2B) bila ada pihak yang ingin berpartisipasi melalui instansi tertentu.

Menariknya, tak hanya donasi dalam bentuk materi, LindungiHutan.com juga memfasilitasi masyarakat yang ingin terlibat langsung dalam upaya penanaman bibit dengan mendonasikan tenaganya.

""Sebagai crowd planting, LamanHutan.com ini dapat menjadi sebuah wadah pembuktian kepedulian masyarakat," tambah Aminul.

Baca juga: Hadapi Cuaca Panas, Wali Kota Semarang Galakkan Gerakan Penghijauan

Di sisi lain Wali Kota Hendi meminta agar penghijauan langsung bisa dimulai dari tingkat RT, RW hingga kelurahan.

"Di sana tentukan titik-titik mana saja yang bisa ditanami bibit, karena saya akan mengepul bibit untuk kemudian kita lakukan penanaman secara masif," kata Hendi.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Hendi saat berdialog dengan masyarakat di Kelurahan Kedungmundu, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Kamis (5/9/2019).

Dirinya menegaskan jika besarnya semangat kontribusi masyarakat menjadi modal yang penting dalam kesuksesan pembangunan Kota Semarang saat ini.

Untuk itu selain penghijauan yang akan dilakukan oleh Pemkot Kota Semarang, dirinya juga mengharapkan adanya partisipasi masyarakat dalam upaya tersebut.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Tunggu Balasan Pesan Ratu Keraton Agung Sejagat, Ternyata Lebih Dulu Ditangkap Polisi

Ganjar Tunggu Balasan Pesan Ratu Keraton Agung Sejagat, Ternyata Lebih Dulu Ditangkap Polisi

Regional
Mahasiswa Ditemukan Tewas di Kamar Indekos, Polisi Ungkap Penyebabnya

Mahasiswa Ditemukan Tewas di Kamar Indekos, Polisi Ungkap Penyebabnya

Regional
Bertemu Sultan HB X, Puan Maharani Bahas Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire

Bertemu Sultan HB X, Puan Maharani Bahas Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire

Regional
Ibu di Palembang Ini Jual Bayi yang Baru Dilahirkan Seharga Rp 25 juta

Ibu di Palembang Ini Jual Bayi yang Baru Dilahirkan Seharga Rp 25 juta

Regional
Ganjar Jawab Pesan Ratu Keraton Agung Sejagat dengan 3 Pertanyaan Ini

Ganjar Jawab Pesan Ratu Keraton Agung Sejagat dengan 3 Pertanyaan Ini

Regional
Dedi Mulyadi: Subsidi Gas 3 Kg Dicabut, Kesehatan Anak Terancam

Dedi Mulyadi: Subsidi Gas 3 Kg Dicabut, Kesehatan Anak Terancam

Regional
Ganjar Mengaku Pernah Dikirimi Pesan oleh Ratu Keraton Agung Sejagat lewat Instagram

Ganjar Mengaku Pernah Dikirimi Pesan oleh Ratu Keraton Agung Sejagat lewat Instagram

Regional
Bangunan yang Ditemukan Warga Saat Gali Septic Tank Adalah Kaki Candi, Ini Buktinya

Bangunan yang Ditemukan Warga Saat Gali Septic Tank Adalah Kaki Candi, Ini Buktinya

Regional
Mobil Rombongan Pelayat Tabrak Truk Tronton, 3 Orang Tewas, 1 Kritis

Mobil Rombongan Pelayat Tabrak Truk Tronton, 3 Orang Tewas, 1 Kritis

Regional
Listrik Padam Belasan Jam, PLN Dituntut Berikan Ganti Rugi pada Warga Kalselteng

Listrik Padam Belasan Jam, PLN Dituntut Berikan Ganti Rugi pada Warga Kalselteng

Regional
Terungkap, Ini Jenis Kelamin Kerangka Manusia yang Ditemukan Duduk di Sofa Rumah Kosong di Bandung

Terungkap, Ini Jenis Kelamin Kerangka Manusia yang Ditemukan Duduk di Sofa Rumah Kosong di Bandung

Regional
Gempa Tektonik Getarkan Dataran Tinggi Dieng, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Gempa Tektonik Getarkan Dataran Tinggi Dieng, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Regional
Jokowi Akan Kirimkan Kapal untuk Bersihkan Sampah di Labuan Bajo

Jokowi Akan Kirimkan Kapal untuk Bersihkan Sampah di Labuan Bajo

Regional
2 Pesawat TNI Dikerahkan, Kapal Pengangkut 25 Drum Avtur Belum Juga Ditemukan

2 Pesawat TNI Dikerahkan, Kapal Pengangkut 25 Drum Avtur Belum Juga Ditemukan

Regional
Rajungan Langka di Musim Panen, Nelayan Pasir Putih Menjerit

Rajungan Langka di Musim Panen, Nelayan Pasir Putih Menjerit

Regional
komentar di artikel lainnya