Fakta Terbaru Kematian Mahasiswa Unila Saat Diksar Mapala, Kantongi Barang Bukti hingga UKM Dibekukan

Kompas.com - 08/10/2019, 18:21 WIB
Mahasiswa FISIP Unila mendirikan Posko Peduli Aga, mahasiswa yang tewas saat diksar UKM Cakrawala, Kamis (3/10/2019). Mahasiswa menuntut harus ada yang bertanggung jawab atas kasus tersebut. KOMPAS.com/TRI PURNA JAYAMahasiswa FISIP Unila mendirikan Posko Peduli Aga, mahasiswa yang tewas saat diksar UKM Cakrawala, Kamis (3/10/2019). Mahasiswa menuntut harus ada yang bertanggung jawab atas kasus tersebut.

KOMPAS.com - Kasus tewasnya Aga Trias Tahta (19) mahasiswa Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik (Fisip) Universitas Lampung ( Unila), yang meninggal saat mengikuti diksar UKM pecinta alam Cakrawala pada Minggu (29/9/2019) lalu di Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, memasuki babak baru.

Pihak kepolisian daerah (Polda) Lampung sudah memeriksa 17 orang panitia dan dua orang alumni untuk mengungkap kematian Aga.

Sementara itu, Dekanat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik (Fisip) Unila telah membekukan UKM tersebut sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Berikut ini fakta terbaru selanjutnya:

1. Polisi periksa 17 saksi dan dua alumni

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Asryad (Pandra) mengatakan, hingga pekan ini, penyidik Polres Pesawaran sudah memeriksa 17 orang panitia dan dua orang alumni.

Untuk saat ini, kata Pandra, yang sudah diperiksa adalah peserta diksar sebanyak 10 orang, termasuk yang sedang dirawat, orangtua korban Aga, para panitia dan alumni.

“Kasus ini kami menggunakan metode scientific crime investigation (CSI) yang dilakukan bertahap mulai dari olah TKP hingga pemeriksaan visum et repertum,” kata Pandra, Selasa (8/10/2019).

Baca juga: Kasus Mahasiswa Diksar Tewas Polisi Periksa Panitia dan Alumni UKM Cakrawala

2. Polisi sudah kantongi barang bukti

Sementara itu, Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro mengatakan, pihaknya sudah mengantongi sejumlah barang bukti, hasil olah TKP, dan keterangan para saksi.

Namun, untuk menetapkan tersangka dalam kasus ini, akan disimpulkan setelah gelar perkara.

“Kita lihat nanti setelah ada kesimpulan, berapa jumlah tersangka dan peran masing-masing bagaimana,” kata dia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita di Balik Kakek Selesaikan Wisuda pada Usia 85 Tahun, Pesan Almarhum Anak Jangan Hanya Sampai D3

Cerita di Balik Kakek Selesaikan Wisuda pada Usia 85 Tahun, Pesan Almarhum Anak Jangan Hanya Sampai D3

Regional
Tabrakan Maut Mobil Colt T Vs L300, Sopir Diduga Hilang Kendali, Satu Orang Tewas

Tabrakan Maut Mobil Colt T Vs L300, Sopir Diduga Hilang Kendali, Satu Orang Tewas

Regional
1.080 Pelajar Se-Jabar Diberikan Pemahaman Bahaya Radikalisme

1.080 Pelajar Se-Jabar Diberikan Pemahaman Bahaya Radikalisme

Regional
Menteri Nadiem Salut kepada Muhammadiyah

Menteri Nadiem Salut kepada Muhammadiyah

Regional
Menteri Nadiem Sempat Salah Ucap DIY Menjadi Daerah Indonesia Yogyakarta

Menteri Nadiem Sempat Salah Ucap DIY Menjadi Daerah Indonesia Yogyakarta

Regional
Begini Modus Pasutri Pelaku Human Trafficking di Cianjur Rekrut Korban

Begini Modus Pasutri Pelaku Human Trafficking di Cianjur Rekrut Korban

Regional
Penyerang Petani Kopi dan Wisatawan Gunung Dempo Diduga Harimau yang Sama

Penyerang Petani Kopi dan Wisatawan Gunung Dempo Diduga Harimau yang Sama

Regional
Viral, Postingan Lucu Instagram Khofifah: Kamu Pura-pura Kuat, Padahal Ambyar

Viral, Postingan Lucu Instagram Khofifah: Kamu Pura-pura Kuat, Padahal Ambyar

Regional
5 Ekor Penyu Ditemukan Mati di Dekat Pembuangan Limbah PLTU Bengkulu

5 Ekor Penyu Ditemukan Mati di Dekat Pembuangan Limbah PLTU Bengkulu

Regional
Cabuli 15 Anak, Pembina Pramuka Divonis Kebiri Kimia dan 12 Tahun Penjara

Cabuli 15 Anak, Pembina Pramuka Divonis Kebiri Kimia dan 12 Tahun Penjara

Regional
Sempat Ada Penolakan, Jenazah Pelaku Bom Bunuh Diri Polresta Medan Dimakamkan Malam Hari

Sempat Ada Penolakan, Jenazah Pelaku Bom Bunuh Diri Polresta Medan Dimakamkan Malam Hari

Regional
Merokok di Dalam Pesawat Wings Air, Seorang Pria Diamankan

Merokok di Dalam Pesawat Wings Air, Seorang Pria Diamankan

Regional
Mahasiswi di Bone Tewas Usai Melahirkan, Bayinya Selamat

Mahasiswi di Bone Tewas Usai Melahirkan, Bayinya Selamat

Regional
Polisi Temukan Luka Lebam pada Mayat Perempuan Terbungkus Seprai di Makassar

Polisi Temukan Luka Lebam pada Mayat Perempuan Terbungkus Seprai di Makassar

Regional
Polemik Pembubaran Upacara Piodalan Berawal dari Kesalahpahaman

Polemik Pembubaran Upacara Piodalan Berawal dari Kesalahpahaman

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X