Kisah Perjuangan Disabilitas Perajin Batik, Buta Warna hingga Ditolak Pembeli

Kompas.com - 03/10/2019, 12:21 WIB
Di Hari Batik Nasional, sejumlah penyandang disabilitas perajin batik Ciprat Langitan di Magetan, justru bekerja keras hingga lembur untuk memenuhi pesanan.  Karya mereka sebagian telah dikenakan oleh pejabat dalam memperingati Hari Batik Nasional. KOMPAS.com/SUKOCODi Hari Batik Nasional, sejumlah penyandang disabilitas perajin batik Ciprat Langitan di Magetan, justru bekerja keras hingga lembur untuk memenuhi pesanan. Karya mereka sebagian telah dikenakan oleh pejabat dalam memperingati Hari Batik Nasional.

Kesabaran juga dibutuhkan saat sejumlah pembeli menuntut sebuah kesempurnaan hasil batik dari para siswa penyandang disabilitas.

Denny, salah satu pendamping siswa mengaku batik hasil siswanya memang jauh dari kata sempurna.

“Ya harus sabar kalau ada pembeli yang mencela, ini kurang begini, ini kurang begitu. Mereka tidak menyadari bahwa yang membuat adalah siswa dengan disabilitas,” ujar Denny.

Kesabaran juga harus dihadapi oleh pendamping saat semua pesanan dikembalikan tanpa kejelasan, karena dianggap hasil batiknya tidak sempurna.

Salah satu pesanan dari PDAM Magetan sebanyak 60 lembar batik, bahkan harus diterima kembali, karena dianggap tidak sempurna.

Lagi-lagi Denny mengaku hanya bisa bersabar.

“Dikembalikan, kita tidak tahu alasannya apa. Mungkin ada cacat sedikit, tapi demi menjaga kepuasan pelanggan, kita akan buat ulang,” kata Denny.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ini, penyandang disabilitas yang aktif mengerjakan batik di bengkel batik Ciprat Langitan Simbatan hanya 10 orang, dari 30 anggota bengkel batik.

Denny mengatakan, banyak orang tua mereka yang memilih mempekerjakan anak mereka di sektor kerja yang menerima upah harian.

Pengelola bengkel batik Ciprat Langitan rencananya akan mengajak para siswa untuk berlibur ke pantai di Pacitan dalam waktu dekat.

Liburan sebagai ganti memperingati hari batik yang harus mereka lalui dengan bekerja.

“Ini sebagai pengganti hari batik, di mana mereka harus bekerja sampai lembur,” ucap Denny.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.