Kisah Perjuangan Disabilitas Perajin Batik, Buta Warna hingga Ditolak Pembeli

Kompas.com - 03/10/2019, 12:21 WIB
Di Hari Batik Nasional, sejumlah penyandang disabilitas perajin batik Ciprat Langitan di Magetan, justru bekerja keras hingga lembur untuk memenuhi pesanan.  Karya mereka sebagian telah dikenakan oleh pejabat dalam memperingati Hari Batik Nasional. KOMPAS.com/SUKOCODi Hari Batik Nasional, sejumlah penyandang disabilitas perajin batik Ciprat Langitan di Magetan, justru bekerja keras hingga lembur untuk memenuhi pesanan. Karya mereka sebagian telah dikenakan oleh pejabat dalam memperingati Hari Batik Nasional.

“Mereka tidak tahu kalau hari ini adalah Hari Batik Nasional. Dari pagi mereka kerja sampai sore. Nanti malam disambung lagi dari jam 19:00  sampai jam 22:00 WIB,” ujar Jumiati, pegawai bagian produksi pada bengkel Ciprat Langitan.

Jumiati mengatakan, di Hari Batik Nasional, para disabilitas malah kebanjiran order, sehingga sampai harus lembur untuk memennuhi pesanan.

Pesanan paling banyak berasal dari instansi pemerintah daerah, di mana Bupati Magetan mencanangkan penggunaan seragam batik untuk hari hari tertentu.

Jumiati mengatakan, saat ini lebih dari 200 lembar pesanan batik yang harus dikerjakan oleh para siswanya.

Disebut siswa, karena di bengkel batik Ciprat Langitan,  puluhan penyandang disabilitas memang diberi pelatihan untuk membatik.

“Satu hari untuk motif paling mudah, kami bisa menghasilkan 15 lembar. Kalau motif sulit, lebih dari 2 kali pewarnaan itu hanya 5 lembar,” kata Jumiati.

Buta warna hingga salah motif

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dibutuhkan kesabaran yang tiada batas untuk mengajari penyandang disabilitas di Desa Simbatan dalam mengerjakan secarik batik.

Meski dikelola sejak 2005 lalu, kesalahan dalam pembuatan batik oleh siswa masih saja berlaku.

“Ini baru saja, tidak sengaja warna berbeda, terkena batik di sebelahnya,” kata Jumiati.

Salah motif adalah kejadian lumrah yang terjadi hampir setiap hari.

Bahkan, kesalahan pewarnaan juga kerap terjadi jika Jumiati lengah mengawasi pekerjaan para siswa.

“Harus dikawal terus, karena ada siswa yang buta warna. Jadi disuruh warna hijau, malah diwarna kuning," kata dia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.