Kementan Perketat Pengawasan Babi Cegah Virus ASF

Kompas.com - 02/10/2019, 12:34 WIB
Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) terus lakukan upaya pengawasan dan pencegahan masuknya virus ASF (African Swine Fever) atau demam babi Afrika ke Indonesia. KOMPAS.COM/HADI MAULANAKementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) terus lakukan upaya pengawasan dan pencegahan masuknya virus ASF (African Swine Fever) atau demam babi Afrika ke Indonesia.

BATAM, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) terus melakukan upaya pengawasan dan pencegahan masuknya virus African swine fever (ASF) atau demam babi Afrika ke Indonesia.

Sebab, berdasarkan laporan dari Organisasi Kesehatan Hewan Dunia atau OIE, hampir semua negara di benua Asia sudah terkontaminasi virus ASF, di antaranya Mongolia (Januari 2019), Vietnam (Februari 2019), Kamboja (Maret 2019) dan Hongkong (Mei 2019).

Kemudian Korea Utara (Mei 2019), Laos (Juni 2019), Myanmar (Agustus 2019), Filipina (Agustus 2019) serta yang terbaru adalah Timor Leste (September 2019).

"Di sini kita punya peternakan babi besar, ekspornya tahun lalu mencapai 271.000 ekor, tentunya ini menjadi ancaman serius," kata Agus Sunanto, kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Barantan usai membuka Rapat Koordinasi Pengawasan dan Pencegahan Pemasukan Penyakit ASF ke Indonesia di Batam, Rabu (2/10/2019).

Baca juga: Virus Berbahaya yang Dibawa oleh Bibit Bunga Lili asal Belanda ke Indonesia

Agus mengatakan, koordinasi tersebut terutama dilakukan guna mengantisipasi masuk dan tersebarnya ASF lewat lalu lintas orang dan barang, baik melalui pelabuhan resmi maupun pelabuhan yang belum diawasi, terutama di wilayah Kepulauan Riau dan Selat Malaka.

Barantan menggandeng semua unsur pemerintah pusat dan daerah, bahkan otoritas karantina Singapura dan Malaysia, untuk bersama mencegah meluasnya wabah penyakit ASF tersebut.

"Jadi tidak saja Karantina Indonesia, Karantina Singapura dan Malaysia juga kami libatkan untuk meminimalisasi mewabahnya ASF ini di Indonesia, terutama melalui pintu masuk Kepri yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia," jelasnya.

Baca juga: Mengandung Virus Berbahaya, 272.300 Bibit Bunga Lili Dimusnahkan di Bandung

Lebih jauh Agus mengatakan, ASF sangat berbahaya bagi peternak babi. Sebab ASF sendiri diakibatkan virus DNA genus Asfivirus, familia Asfaviridae yang dapat berakibat pada kesakitan dan kematian atau mortalitas pada ternak babi hingga mencapai tingkat 100 persen.

"Angka tersebut tentunya sangat merugikan petani atau peternak kita, juga berakibat fatal untuk nilai ekspor secara nasional," tegasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X