Kompas.com - 01/10/2019, 15:25 WIB
Setahun berlalu, para ibu masih mencari keberadaan anak mereka yang hilang di Desa Jono Oge. BBC News IndonesiaSetahun berlalu, para ibu masih mencari keberadaan anak mereka yang hilang di Desa Jono Oge.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - 10 Oktober 2018. Micha Matong menangis tersedu-sedu. Air mata tak henti-hentinya menetes saat membicarakan putrinya, Windy Fransisca, hampir dua pekan setelah gempa dan likuefaksi melanda Desa Jono Oge, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Windy bersama 27 temannya dari SMA Negeri 2 Palu berada di desa tersebut saat kegiatan pembekalan rohani di gereja Jono Oge.

Dari jumlah siswa sebanyak itu, 13 orang dinyatakan hilang. Windy termasuk di antara mereka yang hilang tersebut. Jasadnya tidak pernah ditemukan sampai sekarang.

Baca juga: Setahun Pasca-gempa, Palu Mencoba Bangkit...

Saat BBC News Indonesia menemui Micha 18 September 2019 lalu, dia tampak jauh lebih tegar.

Dia tak lagi menangis ketika menceritakan perjuangannya memeriksa semua jenazah yang pernah ditemukan dari lokasi bencana likuefaksi di Desa Jono Oge demi mencari Windy. Micha yakin anaknya masih hidup.

"Sampai hari ini tidak ada satupun bukti atau saksi yang menyatakan langsung bahwa anak-anak kami sudah tiada," kata Micha.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Gempa, Tsunami, dan Likuefaksi Menghantam Palu

Windy Fransisca hilang saat bencana likuefaksi di Desa Jono Oge. BBC News Indonesia Windy Fransisca hilang saat bencana likuefaksi di Desa Jono Oge.

Berdasarkan keyakinan itu, Micha dan para orangtua yang anaknya hilang di Jono Oge mencari beragam petunjuk dari sejumlah saksi tentang keberadaan anak-anak mereka. Sekecil apapun petunjuk itu.

Para orangtua yang kehilangan anak-anaknya juga rutin berkumpul, berbagi informasi, dan berdoa bersama guna saling menguatkan.

Informasi-informasi yang mereka kumpulkan selama setahun terakhir itu telah diserahkan kepada polisi. Namun karena keterangan para saksi kurang kuat, kasus anak-anak yang hilang ini tidak dapat dilanjutkan.

Baca juga: Pelecehan Seksual di Huntara Korban Gempa Palu, dari Cermin di Toilet hingga Rekam Video

Menurut pengakuan Micha, orang-orang di sekitarnya telah menyarankan untuk berhenti mencari.

"Mereka bilang, 'sudahlah, tidak usah dicari daripada buang waktu dan tenaga, lihatlah situasi, ini anak pasti tertelan lumpur'," jelas Micha.

Namun, Micha pantang menyerah. "Kami berdoa, suatu hari, kami yakin anak kami pasti akan kembali," tutup Micha.

Baca juga: Polisi Intimidasi Jurnalis TVRI Saat Liput Demo Mahasiswa di Palu, Semua Rekaman Dihapus

Seska Sumilat dengan foto anaknya Gabriella yang hilang di desa Jono Oge, Sigi, tahun lalu. BBC News Indonesia Seska Sumilat dengan foto anaknya Gabriella yang hilang di desa Jono Oge, Sigi, tahun lalu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X