Tidak Terima Jatah Hidup, Puluhan Penyintas Gempa Palu Datangi Kantor Sosial

Kompas.com - 19/09/2019, 21:02 WIB
Puluhan warga penyintas mendatangi kantor Dinas Sosial Kota Palu, Kamis (19/9/2019). Mereka protes tidak menerima jadup meski namanya sudah didata. Kompas.com/ERNA DWI LIDIAWATIPuluhan warga penyintas mendatangi kantor Dinas Sosial Kota Palu, Kamis (19/9/2019). Mereka protes tidak menerima jadup meski namanya sudah didata.

 

PALU, KOMPAS.com – Puluhan penyintas bencana alam di Kelurahan Palupi, Kecamatan Tatanga,  Kota Palu, Sulawesi Tengah, mendatangi Kantor Dinas Sosial Kota Palu.

Mereka memprotes nama mereka tidak masuk dalam penerima dana jaminan hidup (jadup), padahal mereka juga korban dari bencana alam ini.

Salah satu penyintas yang tengah memperjuangkan nasibnya, mengaku sudah dua kali didata. Namun ketika pencairan jadup, ia justru tak menerima.

“Tidak ada kita terima sesen pun. Kasian kita ini juga korban, tapi kenapa kita tidak dapat jadup,” kata Jaroah (39), Kamis (19/9/2019).

Baca juga: Dilarang Melaut, Nelayan Trawl Bengkulu Diberi Jatah Hidup

Pengakuan warga lainnya adalah Jannah (47), juga mengeluhkan hal yang sama, yakni sama-sama belum menerima jadup, walau namanya sudah didata.

Atas demo tersebut, perwakilan dari warga sebanyak 10 orang akhirnya menggelar pertemuan di dalam ruang kantor Dinsos Kota Palu.

Pertemuan dengan perwakilan warga itu sedikit membuahkan hasil.

Ribuan warga atau sebanyak 2.160 jiwa di Kelurahan Palupi, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah akan diusulkan sebagai data tambahan penerima jadup.

"Sebanyak  2.160 jiwa ini nantinya akan diverifikasi dan divalidasi kembali oleh pihak kelurahan, untuk kemudian dimasukkan dalam format pengisian Kemensos. Selanjutnya akan diserahkan kembali dalam bentuk hard copy dan soft copy kepada Dinsos Kota Palu,” kata Sekjen Pasigala Center M. Khadafi Badjerey.

Baca juga: Kisah Helmi, Penyintas Gempa Palu Sewakan Hanbok Korea di Hutan Kota

Menurutnya, dalam waktu dekat ini, pihak kelurahan akan mengumpulkan warga terdampak untuk dilakukan verifikasi dan validasi kembali.

Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Palu Muhammad Nur Sidiq mengatakan, pihaknya saat ini bekerja dengan data. Data yang masuk itu yang akan diolah dan diserahkan ke Kemensos.

Namun, terkadang kendalanya adalah nama yang didata hanya nama panggilan yang tidak sama dengan nama yang tertera  di kartu tanda penduduk (KTP)

“Misalnya saat didata, namanya disebutkan Aco, tapi sebenarnya di KTP bukan Aco tapi Abdul Haris. Dinas Kependudukan dan  Catatan Sipil, atau Dukcapil yang membantu kami untuk memvalidasikan itu mengalami kesulitan. Makanya harus dilakukan verifikasi dan validasi kembali biar tidak repot,” kata Muhammad Nur Sidiq. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puslabfor Dilibatkan Usut Penyebab Kebakaran Kantor Desa Neglasari

Puslabfor Dilibatkan Usut Penyebab Kebakaran Kantor Desa Neglasari

Regional
Ketua Komunitas Gay Tulungagung Ditangkap karena Cabuli 11 Anak

Ketua Komunitas Gay Tulungagung Ditangkap karena Cabuli 11 Anak

Regional
Guru Dilaporkan ke Polisi karena Diduga Pukul Murid Pakai Besi

Guru Dilaporkan ke Polisi karena Diduga Pukul Murid Pakai Besi

Regional
Modal Tiner dan Printer, Pelaku Pemalsuan SIM di Palembang Ditangkap

Modal Tiner dan Printer, Pelaku Pemalsuan SIM di Palembang Ditangkap

Regional
6 Jam Menghilang, Seorang Nenek Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai:

6 Jam Menghilang, Seorang Nenek Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai:

Regional
Pesan Jokowi untuk Gubernur NTT dan Bupati Manggarai Barat Mengenai Tanah Sengketa di Labuan Bajo

Pesan Jokowi untuk Gubernur NTT dan Bupati Manggarai Barat Mengenai Tanah Sengketa di Labuan Bajo

Regional
Protes, Pedagang Pasar Pagi di Tegal Sebut Penarikan Biaya Ganda Sewa dan Retribusi Langgar Aturan

Protes, Pedagang Pasar Pagi di Tegal Sebut Penarikan Biaya Ganda Sewa dan Retribusi Langgar Aturan

Regional
Cegah Antraks di Gunungkidul, Pemda Akan Bangun Kolam dan Shower di Pasar Hewan

Cegah Antraks di Gunungkidul, Pemda Akan Bangun Kolam dan Shower di Pasar Hewan

Regional
Bakar Lahan, Oknum Karyawan PTPN V di Riau Ditangkap Polisi

Bakar Lahan, Oknum Karyawan PTPN V di Riau Ditangkap Polisi

Regional
Antisipasi Kekerasan, Sekolah Ramah Anak Dirintis di 10 SMP

Antisipasi Kekerasan, Sekolah Ramah Anak Dirintis di 10 SMP

Regional
Kronologi Ibu Jual Bayi yang Baru Dilahirkan di Palembang

Kronologi Ibu Jual Bayi yang Baru Dilahirkan di Palembang

Regional
Warga Positif Antraks, Sri Sultan: Saya Mohon Orang Gunungkidul Hati-hati Lah

Warga Positif Antraks, Sri Sultan: Saya Mohon Orang Gunungkidul Hati-hati Lah

Regional
Hendak Tawuran di Pantura, Puluhan Pelajar SMP Diamankan, Polisi Temukan Puluhan Batu

Hendak Tawuran di Pantura, Puluhan Pelajar SMP Diamankan, Polisi Temukan Puluhan Batu

Regional
Mahasiswa Jember Tewas Membusuk di Kamar Kos, Sempat Telepon Ibu

Mahasiswa Jember Tewas Membusuk di Kamar Kos, Sempat Telepon Ibu

Regional
Ragukan Hak Angket, Komunikasi DPRD dan Bupati Jember Semakin Buntu

Ragukan Hak Angket, Komunikasi DPRD dan Bupati Jember Semakin Buntu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X