Kompas.com - 26/03/2018, 16:18 WIB
Unjuk rasa nelayan trawl di Bengkulu dijaga ketat aparat kepolisian. KOMPAS.com/FIRMANSYAHUnjuk rasa nelayan trawl di Bengkulu dijaga ketat aparat kepolisian.

BENGKULU, KOMPAS.com - Ratusan nelayan trawl di Kota Bengkulu akhirnya mendapatkan jatah hidup (Jadup) berupa beras selama mereka dilarang melaut menggunakan alat tangkap yang dilarang negara.

Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu, Ivan Syamsurizal seusai menemui perwakilan pengunjuk rasa di Pemprov Bengkulu, Senin (26/3/2018).

Sebelumnya, ratusan nelayan trawl berunjuk rasa di halaman kantor Gubernur Bengkulu. Mereka menuntut tanggung jawab pemerintah karena telah melarang nelayan mencari ikan menggunakan trawl.

"Sudah tiga bulan kami tidak melaut karena dilarang menggunakan trawl. Banyak anak tak bisa sekolah, nelayan menjual harta benda, dan berhutang untuk kebutuhan hidup," jelas perwakilan pengunjuk rasa, Ahmad Suparno.

(Baca juga : Demo Nelayan Trawl, Kantor Balai Pelabuhan Perikanan Dirusak )

Seperti diketahui, Pemprov Bengkulu dengan tegas melarang mencari ikan menggunakan trawl. Sekitar 300 kapal trawl dan anak buah kapal di Provinsi Bengkulu pun menganggur.

Pemerintah pusat akan memberikan bantuan alat tangkap yang sesuai dengan aturan. Namun hingga menunggu bantuan alat tangkap tiba, para nelayan dilarang mencari ikan menggunakan trawl.

"Kami minta pemerintah memberikan kami Jadup untuk bertahan hidup," tegas Ahmad.

Ahmad juga meminta pemerintah daerah memberikan kebijakan agar mereka tetap diperbolehkan melaut menggunakan trawl. Ia menyontohkan pengecualian cantarang di Provinsi Jawa Tengah.

"Jawa Tengah cantrang tetap diperbolehkan padahal cantrang dilarang secara nasional, kami juga minta Pemprov Bengkulu membuat aturan yang sama hingga alat tangkap pengganti kami terima," jelas Ahmad.

(Baca juga : Laut Bebas Trawl, Nelayan Bengkulu Gelar Sujud Syukur )

Permintaan nelayan trawl ditolak Sekda Provinsi Bengkulu, Nopian Andusti dengan pertimbangan kebijakan tersebut adalah kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X