Kompas.com - 01/10/2019, 06:02 WIB
Aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Jabar kembali ricuh, Senin (30/9/2019). Tampak awak media berlarian menyelamatkan diri dari lemparan batu dan water canon saat kericuhan terjadi antara Massa aksi unjuk rasa dan aparat kepolisian. KOMPAS.COM/AGIE PERMADIAksi unjuk rasa di Gedung DPRD Jabar kembali ricuh, Senin (30/9/2019). Tampak awak media berlarian menyelamatkan diri dari lemparan batu dan water canon saat kericuhan terjadi antara Massa aksi unjuk rasa dan aparat kepolisian.

KOMPAS.com - Demo mahasiswa menolak pengesahan UU KPK dan sejumlah RUU yang dianggap kontroversial berujung rusuh di sejumlah daerah, Senin (30/9/2019).

Salah satunya, para demonstran merobohkan pagar gedung DPRD Jawa Barat dan terlibat aksi lempar batu dengan aparat keamanan.

Sementara itu, kerusuhan juga terjadi di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Barat (NTB). Sedikitnya tiga anggota polisi terluka terkena lemparan batu.

Lalu, usai aksi #GejayanMemanggil2 di Yogyakarta, muncul sebuah pesan hoaks yang mengatasnamakan BEM UGM. 

Berikut ini fakta sejumlah kerusuhan dalam demo mahasiswa:

1. Demo mahasiswa di Bandung, perang batu hingga molotov

Aksi Unjuk Rasa di Bandung kembali ricuh, Senin (30/9/2019). Tampak seseorang sedang memadamkan api yang dibakar aksi massa.KOMPAS.COM/AGIE PERMADI Aksi Unjuk Rasa di Bandung kembali ricuh, Senin (30/9/2019). Tampak seseorang sedang memadamkan api yang dibakar aksi massa.

Aksi massa masih terjadi di Depan Gedung DPRD jabar, Senin (30/9/2019). Namun, setelah aparat kepolisian melakukan barikade penyekatan, massa terbelah ke beberapa arah, yakni Jalan Aria Jipang, Jalan Trunojoyo, Jalan Diponegoro.

Melalui pengeras suara, tak hentinya petugas meminta massa untuk membubarkan diri.

Namun Massa tetap bertahan dan melakukan perlawanan dengan melemparkan batu, petasan, hingga mercon.

Berdasarkan pantauan di Jalan Trunojoyo, massa bahkan ada yang melempar bom molotov, beruntung botol tersebut tidak mengenai petugas melainkan tercecer sehingga api pun menyala di jalan.

Sebelumnya, aksi massa juga menyebabkan pagar gedung DPRD roboh dan akhirnya bentrokan tak terhindarkan.

Baca juga: Demo di Bandung Bertahan hingga Malam, Massa Lempar Bom Molotov

2. Sempat blokade jalan, mahasiswa shalat bersama polisi

Aparat Patroli Motor (Patmor) saat hendak membubarkan massa aksi di Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakukang, Makassar, Jumat (27/9/2019).KOMPAS.COM/HIMAWAN Aparat Patroli Motor (Patmor) saat hendak membubarkan massa aksi di Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakukang, Makassar, Jumat (27/9/2019).

Mahasiswa kembali memblokadr jalan di depan gedung DPRD Sulawesi Selatan di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (30/9/2019).

Aksi dimulai sekitar pukul 10.00 Wita, dimana mahasiswa Universitas Negeri Makassar lebih dulu menduduki jalan depan kantor DPRD Sulsel tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Regional
Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Regional
Jalin Silaturahmi di Ramadhan, Bupati Tulang Bawang Santuni 25 Anak Yatim

Jalin Silaturahmi di Ramadhan, Bupati Tulang Bawang Santuni 25 Anak Yatim

Regional
LIRA Tuntut MKD Tindak Tegas Romo Syafi'i Karena Fitnah Walkot Bobby

LIRA Tuntut MKD Tindak Tegas Romo Syafi'i Karena Fitnah Walkot Bobby

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X