Sebelum Meninggal, Berat Badan Satia, Bocah Obesitas Asal Karawang, Semakin Bertambah

Kompas.com - 29/09/2019, 16:13 WIB
Satia Putra (7) dan ayahnya Sarli (60) saat tiba di RSUD Karawang, Rabu (3/7/2019). FARIDASatia Putra (7) dan ayahnya Sarli (60) saat tiba di RSUD Karawang, Rabu (3/7/2019).

KARAWANG, KOMPAS.com-Sarli (60) orang tua Satia, bocah obesitas asal Karawang mengaku kesulitan mengontrol nafsu makan putranya.

Bahkan, berat badan bocah tujuh tahun itu semakin naik, sebelum akhirnya meninggal dunia.

Sarli dan istrinya Komariah mengaku kesulitan mengontrol nafsu makan putranya sebab Satia kerap rewel jika tidak dituruti ketika meminta makan. Alhasil, berat badannya pun semakin bertambah.

Berat badan Satia saat dibawa ke RSUD Karawang beberapa bulan lalu 97 kg. Selang beberapa waktu bobot tubuhnya naik menjadi 101 kg.

"Terakhir (beratnya) 110 kg dari 105 kg. Naik lima kg," kata Sarli ditemui di rumahnya, Jalan Raya Tanjungbaru, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Minggu (29/9/2019).

Baca juga: Satia, Bocah Obesitas dengan Berat 110 Kg Asal Karawang, Meninggal

Sarli menyabutkan, ia pernah ditawari operasi penyempitan lambung untuk Satia. Namun ia menolak lantaran tak tega.

"Saya tidak tega, dia (Satia) masih kecil," katanya.

Saat itu, kata Sarli, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter ahli RSUD Karawang, Satia dinyatakan sehat. Tidak ada gangguan pada organ dalam Satia.

"Hanya kegemukan saja," katanya.

Sarli dan Komariah kemudian meminta obat penurun nafsu makan. Namun, nafsu makan Satia masih saja besar.

Baca juga: Orangtua Berharap Satia Diberi Obat Penurun Nafsu Makan

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

100 Hektare Hutan Lindung Ilinmedo Terbakar

100 Hektare Hutan Lindung Ilinmedo Terbakar

Regional
Siap-siap, Kota Madiun akan Terapkan E-TLE di Seluruh Wilayah

Siap-siap, Kota Madiun akan Terapkan E-TLE di Seluruh Wilayah

Regional
Saking Kesalnya Disebut Duda, Sandra Tak Menyesal Bunuh Teman dengan Sadis

Saking Kesalnya Disebut Duda, Sandra Tak Menyesal Bunuh Teman dengan Sadis

Regional
Buruh Bangunan Ini Menangis, Anaknya Kritis Dihantam Batu oleh Gangster, Operasi Tak Ada Biaya

Buruh Bangunan Ini Menangis, Anaknya Kritis Dihantam Batu oleh Gangster, Operasi Tak Ada Biaya

Regional
Cerita Atlet Difabel, Mengubah Keterbatasan Jadi Tanpa Batas

Cerita Atlet Difabel, Mengubah Keterbatasan Jadi Tanpa Batas

Regional
'Kalau Tetap Diliburkan, Kami Takut Anak-anak Kami Jadi Bodoh'

"Kalau Tetap Diliburkan, Kami Takut Anak-anak Kami Jadi Bodoh"

Regional
R Berprofesi Sopir Taksi Online dan Dijanjikan Rp 4 Juta untuk Antar Jemput Artis HH

R Berprofesi Sopir Taksi Online dan Dijanjikan Rp 4 Juta untuk Antar Jemput Artis HH

Regional
Tidak Ada Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah NTB hingga September 2020

Tidak Ada Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah NTB hingga September 2020

Regional
Saat Ibu-ibu Bawa Anak Protes, Ingin Sekolah Tatap Muka Dilakukan di Tengah Pandemi...

Saat Ibu-ibu Bawa Anak Protes, Ingin Sekolah Tatap Muka Dilakukan di Tengah Pandemi...

Regional
Cerita Agen Koran Gadaikan Cincin Emas 4 Gram 'Pemberian' SBY untuk Modal Usaha

Cerita Agen Koran Gadaikan Cincin Emas 4 Gram "Pemberian" SBY untuk Modal Usaha

Regional
Muncikari Artis HH Diduga Seorang Fotografer, Polisi Memburunya

Muncikari Artis HH Diduga Seorang Fotografer, Polisi Memburunya

Regional
Lapak PKL di Puncak Bogor Dibongkar karena Sering Dikerumuni Wisatawan

Lapak PKL di Puncak Bogor Dibongkar karena Sering Dikerumuni Wisatawan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ganjar Bantah Solo Zona Hitam | Pernikahan Gadis di Bawah Umur

[POPULER NUSANTARA] Ganjar Bantah Solo Zona Hitam | Pernikahan Gadis di Bawah Umur

Regional
Sekdes yang Curi Kotak Amal Mushala Diberhentikan

Sekdes yang Curi Kotak Amal Mushala Diberhentikan

Regional
145 Kali Donasi Darah, Suparman: Kalau Enggak Donasi Badan Loyo, Kerja Enggak Semangat

145 Kali Donasi Darah, Suparman: Kalau Enggak Donasi Badan Loyo, Kerja Enggak Semangat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X