Keindahan Alam Taman Gunung Gede Pangrango Terganggu Tumpukan Sampah

Kompas.com - 24/09/2019, 07:33 WIB
Taman Nasional Gunung Gede Pangrango KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMANTaman Nasional Gunung Gede Pangrango

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com -Keindahan alam di kaki Gunung Gede-Pangrango, Megamendung, Bogor, Jawa Barat, tercemar oleh tumpukan sampah.

Berbagai jenis sampah seperti bungkus makanan, botol plastik, styrofoam, dan sampah plastik baglog jamur tampak berserakan di pinggir jalan.

Tak ayal, area yang berstatus taman nasional itu pun dikeluhkan oleh wisatawan karena menimbulkan bau tak sedap dan bisa membahayakan.

"Sebenarnya kan itu tempat kita lewat (offroad) jadi kebetulan lagi main ke sana, nah pas lihat kok di kaki Gunung Pangrango malah jadi tempat pembuangan sampah, mau cari tempat ke mana lagi kotor begini," ucap Andi (45) kepada Kompas.com, Senin (23/9/2019).

Baca juga: Belasan Karung Sampah Pendaki Diturunkan dari Bukit Mongrang Gunung Lawu

Ia menyebut, kebanyakan sampah itu sudah dimasukkan ke dalam puluhan karung dan tersebar di beberapa titik. Tak sedikit dari tumpukan sampah itu tercecer sampai ke bahu jalan.

Lebih-lebih ketika turun hujan, jalanan bisa menjadi licin sehingga pemotor akan berusaha menghindari tumpukan sampah.

Selain itu, efek dari sampah tersebut juga bisa membuat air sumur tercemar dan akan dirasakan oleh warga sekitar.

"Kan enggak bagus itu selain buat kita dan orang perkampungan juga, di sini airnya akan tercemar karena tumpukan sampah ini yang posisinya ada di atas" ungkapnya.

Bahkan kata dia, pemandangan yang tak mengenakkan itu akan membuat wisatawan merasa jijik dan kehilangan selera untuk datang kembali.

Menurutnya, semestinya pemerintah bisa memperhatikan kondisi kebersihan tempat wisata tersebut, begitu pun dengan pengelola agar berinisiatif membuat Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sehingga sampah tidak dibuang sembarangan.

"Dari beberapa bulan yang lalu, cuma sudah ada (nambah) dan jalan itu di kawasan wisata," terang Andi.

Berdasarkan pemantauan selama beberapa bulan terakhir, isu sampah di Kabupaten Bogor kian marak.

Beberapa di antaranya ada di aliran Kali Baru dan Sungai Cipakancilan, Desa Cilebut, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Sampah-sampah yang telah dibuang ke sana diperkirakan sudah menumpuk sejak puluhan tahun sampai membentuk gunung sampah.

Tumpukan sampah tersebut kebanyakan terdiri dari sampah plastik, ban bekas, limbah styrofoam dan sampah rumah tangga (kasur, kursi).

Baca juga: Diduga Kaget Api Membesar Saat Bakar Sampah, Seorang Lansia Meninggal

Data yang diperoleh dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, dalam sehari produksi sampah di Kabupaten Bogor mencapai 2.850 ton.

Terbatasnya kemampuan untuk menangani sampah telah diakui oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Bahkan sejauh ini hanya 700 ton sampah yang bisa terangkut. Sisanya 2.150 ton menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.

Kondisi ini disebabkan karena jumlah truk pengangkut sampah tidak sebanding dengan luas wilayahnya yang terdiri 40 kecamatan dengan jumlah penduduk sekitar 5,8 juta jiwa.

Faktor lain karena terbatasnya jumlah TPA sampah di wilayah Kabupaten Bogor

Untuk mengatasi hal ini, Pemkab Bogor telah menyiapkan langkah strategis berupa zonasi sampah dengan membangun tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Bogor Barat, Jasinga, Bogor Utara, Ciseeng, Bogor Selatan, Caringin, Bogor Timur, dan Jonggol.

Zonasi sampah ini berbasis sistem Reuse, Reduce dan Recycle (3R) dan menjadi salah satu solusi yang murah dan mudah dalam menjaga lingkungan, di samping mengolahnya atau memanfaatkan sampah tersebut.

Selain itu, penerapan 3R ini juga dapat dilakukan oleh setiap warga dalam kegiatan sehari-hari.

Zonasi sampah ini rencananya akan terealisasi pada bulan Juli Tahun 2020 mendatang.

"Kalau menurut rencana operasionalnya Juli 2020, tapi kita mencoba ke provinsi untuk mempercepatnya karena kan kita juga darurat TPA," kata Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Bogor, Atis Tardiana, Sabtu (22/6/2019).



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Kacung WHO' dan 'Tua Bego', Dua Unggahan Jerinx yang Berujung Laporan Polisi

"Kacung WHO" dan "Tua Bego", Dua Unggahan Jerinx yang Berujung Laporan Polisi

Regional
BNPB Beri Bantuan 2 Juta Masker untuk Jawa Barat

BNPB Beri Bantuan 2 Juta Masker untuk Jawa Barat

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 6 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 6 Agustus 2020

Regional
Orangtua Siswa Positif Corona, SMP di Kota Tegal Hentikan Belajar Tatap Muka

Orangtua Siswa Positif Corona, SMP di Kota Tegal Hentikan Belajar Tatap Muka

Regional
Plt Wali Kota Medan Positif Covid-19, Ini Kata Gubernur Edy Rahmayadi

Plt Wali Kota Medan Positif Covid-19, Ini Kata Gubernur Edy Rahmayadi

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 6 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 6 Agustus 2020

Regional
Hutan Baluran Situbondo yang Terbakar Meluas Capai 15 Hektar

Hutan Baluran Situbondo yang Terbakar Meluas Capai 15 Hektar

Regional
Identitas Jenazah Bocah Bercelana SD di Tasikmalaya Belum Diketahui

Identitas Jenazah Bocah Bercelana SD di Tasikmalaya Belum Diketahui

Regional
Kebakaran di Kawasan Padat Penduduk Samarinda, 40 Rumah Habis Terbakar

Kebakaran di Kawasan Padat Penduduk Samarinda, 40 Rumah Habis Terbakar

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 6 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 6 Agustus 2020

Regional
Pengakuan Sukartayasa Nikahi 2 Pacarnya Sekaligus: Mungkin Mereka Merasa Nyaman

Pengakuan Sukartayasa Nikahi 2 Pacarnya Sekaligus: Mungkin Mereka Merasa Nyaman

Regional
Guru TK Wanita Pacaran dan Mesum Bersama Pria Beristri di Taman

Guru TK Wanita Pacaran dan Mesum Bersama Pria Beristri di Taman

Regional
Polisi Sita Sejumlah Barang dari Indekos Terduga Pelaku Fetish Kain Jarik

Polisi Sita Sejumlah Barang dari Indekos Terduga Pelaku Fetish Kain Jarik

Regional
Sempat Buron, 3 Perampok Toko Emas Dekat Kantor Polisi di Blora Ditangkap

Sempat Buron, 3 Perampok Toko Emas Dekat Kantor Polisi di Blora Ditangkap

Regional
5 Hektar Hutan Baluran Situbondo Terbakar karena Puntung Rokok Dibuang Sembarangan

5 Hektar Hutan Baluran Situbondo Terbakar karena Puntung Rokok Dibuang Sembarangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X