Diduga Kaget Api Membesar Saat Bakar Sampah, Seorang Lansia Meninggal

Kompas.com - 23/09/2019, 08:29 WIB
Koh Awi (67) ditemukan meninggal dunia saat warga Kupang Teba memadamkan kebakaran di bagian belakang eks gudang Dinasti Tour, Minggu (22/9/2019). Diduga, lansia itu kaget dan meninggal dunia karena api membesar saat membakar sampah. (Foto: Humas Polresta Bandar Lampung). KOMPAS.com/TRI PURNA JAYAKoh Awi (67) ditemukan meninggal dunia saat warga Kupang Teba memadamkan kebakaran di bagian belakang eks gudang Dinasti Tour, Minggu (22/9/2019). Diduga, lansia itu kaget dan meninggal dunia karena api membesar saat membakar sampah. (Foto: Humas Polresta Bandar Lampung).

LAMPUNG, KOMPAS.com – Seorang lansia di Bandar Lampung meninggal dunia saat membakar sampah di lahan kosong yang ditempatinya, Minggu (22/9/2019) sore.

Diduga, lansia itu meninggal dunia karena kaget api tiba-tiba membesar.

Lansia bernama Koh Awi (67) yang tinggal di lahan bekas gudang Dinasti Tour di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Kupang Teba, Kecamatan Telukbetung Utara, Kota Bandar Lampung, itu ditemukan meninggal di belakang gudang.

Ketua RT setempat, Narwati mengatakan, dia melihat tubuh Koh Awi tergeletak tak bernyawa saat beberapa warga menerobos masuk untuk memadamkan kebakaran di bagian belakang gudang. Diduga, Koh Awi meninggal karena penyakit jantung.

“Ada warga yang gedor-gedor pintu gudang. Saya keluar rumah, saya tanya ada apa. Kata mereka kebakaran di belakang (gudang),” kata Narwati yang kediamannya tepat di depan gudang tersebut.

Baca juga: Dua Lansia di Karawang Tinggal Serumah dengan Kambing

Takut kebakaran menyebar, Narwati langsung memerintahkan sejumlah warga untuk menerobos masuk dan memadamkan api. Begitu masuk, Narwati dan warga langsung mencari sumber air.

“Eh, orangnya (korban) tergeletak, meninggal,” katanya.

Narwati menduga, Koh Awi meninggal dunia karena penyakit jantung yang dipicu rasa kaget karena api yang membakar sampah malah membesar.

Narwati membenarkan, Koh Awi memang sering terlihat membakar sampah usai menyapu dan bersih-bersih di gudang itu.

“Mungkin kena (penyakit) jantung. Dia tinggal sendiri di sini, keluarganya di Jakarta,” katanya.

Salah satu warga lain, Ujang, yang ikut menerobos memadamkan api mengatakan, Koh Awi ditemukan sudah tidak bernyawa di samping mobil di belakang gudang.

Baca juga: Hilang 4 Hari, Lansia Penjual Sayur Ditemukan Tewas di Dasar Tambak Udang

 

Ujang menduga, Koh Awi meninggal dunia karena kaget api membesar saat bakar sampah.

“Nggak kebakar. Badan dan bajunya masih utuh,” katanya.

Kebakaran tidak merembet ke rumah-rumah warga karena segera diantisipasi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dari Arisan RT, 20 Warga Kulon Progo Terpapar Corona, Virus Menyebar hingga ke Pasar Tradisional

Dari Arisan RT, 20 Warga Kulon Progo Terpapar Corona, Virus Menyebar hingga ke Pasar Tradisional

Regional
Fakta Ajudan Gubernur Maluku Pukul Petugas Bandara, Korban Pendarahan di Hidung, Berujung ke Jalur Hukum

Fakta Ajudan Gubernur Maluku Pukul Petugas Bandara, Korban Pendarahan di Hidung, Berujung ke Jalur Hukum

Regional
Anggota DPRD Tegal Gelar Pentas Dangdutan Timbulkan Kerumunan, Ganjar: Tahan Diri

Anggota DPRD Tegal Gelar Pentas Dangdutan Timbulkan Kerumunan, Ganjar: Tahan Diri

Regional
Bakal Paslon Tak Lolos karena Status Mantan Koruptor, Ratusan Pendukung Demo KPU Dompu

Bakal Paslon Tak Lolos karena Status Mantan Koruptor, Ratusan Pendukung Demo KPU Dompu

Regional
Kisah Pilu Kakek Mauria, Tak Bisa Melihat karena Matanya Digigit Serangga, Butuh Biaya Berobat

Kisah Pilu Kakek Mauria, Tak Bisa Melihat karena Matanya Digigit Serangga, Butuh Biaya Berobat

Regional
Detik-detik Tahanan Narkoba Tewas Ditembak, Hampir Tabrak Petugas BNNP

Detik-detik Tahanan Narkoba Tewas Ditembak, Hampir Tabrak Petugas BNNP

Regional
Hujan Es Terjadi di Bogor, Ini Penjelasan BMKG

Hujan Es Terjadi di Bogor, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Hujan Es di Bogor, Berlangsung 15 Menit, Butirannya Sebesar Kelereng

Hujan Es di Bogor, Berlangsung 15 Menit, Butirannya Sebesar Kelereng

Regional
Timotius-Lagani Tantang Paslon Petahana di Pilkada Kepulauan Aru

Timotius-Lagani Tantang Paslon Petahana di Pilkada Kepulauan Aru

Regional
KPU Tetapkan 4 Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar

KPU Tetapkan 4 Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar

Regional
Pandemi Belum Usai, Ada Konser Dangdut yang Timbulkan Kerumunan di Kota Tegal

Pandemi Belum Usai, Ada Konser Dangdut yang Timbulkan Kerumunan di Kota Tegal

Regional
Pilkada Asmat, Calon Petahana yang Didukung 9 Parpol Ditantang Paslon Independen

Pilkada Asmat, Calon Petahana yang Didukung 9 Parpol Ditantang Paslon Independen

Regional
Resmi, Calon Petahana dan Istri Mantan Bupati Bertarung di Pilkada Mojokerto

Resmi, Calon Petahana dan Istri Mantan Bupati Bertarung di Pilkada Mojokerto

Regional
Kota Sukabumi Diterjang Hujan Angin, 60 Rumah Rusak, Mobil Tertimpa Pohon Tumbang

Kota Sukabumi Diterjang Hujan Angin, 60 Rumah Rusak, Mobil Tertimpa Pohon Tumbang

Regional
KPU Resmikan 3 Pasangan Calon Bertarung di Pilkada Bima

KPU Resmikan 3 Pasangan Calon Bertarung di Pilkada Bima

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X