Sambut Ulang Tahun Kota Bandung, Pemkot Bersih-bersih Seluruh Kota

Kompas.com - 16/09/2019, 09:55 WIB
Pemkot Bandung menggelar bersih-bersih seluruh Kota Bandung untuk menyambut HUT ke-209 Kota Bandung, Minggu (16/9/2019). KOMPAS.com/ DOK HUMAS PEMKOT BANDUNGPemkot Bandung menggelar bersih-bersih seluruh Kota Bandung untuk menyambut HUT ke-209 Kota Bandung, Minggu (16/9/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Forum Bandung Sehat (FBS) menggelar Beresih Bandung Jilid II, Minggu (15/9/2019). Kali ini Beresih Bandung digelar di seluruh wilayah Kota Bandung.

Aksi bersih-bersih ini merupakan rangkaian kegiatan untuk menyambut Hari Jadi ke-209 Kota Bandung.

Pada Bandung Beresih Jilid II digelar dua kali, yaitu pada Minggu (14/9/2019) dan Sabtu (21/9/2019) pekan depan.

"Hari ini 30 kecamatan semuanya bebersih  (bersih-bersih) taman yang sudah dipilih di kewilayahan masing masing. Sekitar 200 sampai 300 warga di masing-masing wilayahan membersihkan taman," ujar Ketua FBS Kota Bandung, Siti Muntamah Oded di Alun-alun Ujungberung Kota Bandung, Minggu (15/9/2019).

Baca juga: Ulang Tahun Kota Bandung, 17 Mal Berikan Diskon hingga 70 Persen

Beresih Bandung Jilid II ini bertemakan "Peduli Taman dan 100% Open Defecation Free (ODF)".

Menurut Umi, sapaan akrab Siti Muntamah Oded, seluruh Kecamatan terlibat dalam Beresih Bandung. Setiap kecamatan fokus bebersih di Kewilayahan Masing masing.

Siti menjelaskan, dengan kekompakan dan semangat menjaga kebersihan taman dan 100 persen ODF atau kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan, Kota Bandung akan semakin baik.

“Masyarakat Kota Bandung dikenal senang bergotong-royong. Acara Beberesih Bandung ini juga merupakan upaya mendukung program Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan sampah), insya Allah kebahagiaan di Bandung akan selalu hadir dan lebih baik, dan nyaman untuk dihuni," jelas istri Wali Kota Bandung Oded M Danial ini.

Umi mengimbau warga kota Bandung untuk terus menjaga kebersihan dan tidak membuang BAB sembarangan karena hal tersebut bisa berakibat buruk bagi kesehatan.

"Pada dasarnya ketika kita melihat di lapangan, betul bahwa ternyata catatan Kemenkes hanya 60 persen masyarkat kota Bandung itu ODF. Masih ada yang membuang BAB sembarangan. Bukan berarti tidak punya jamban tapi pembuangannya diarahkan ke sungai dan solokan. Untuk itu, kita mengimbau untuk menggunakan septictank komunal," tuturnya.

Baca juga: Kota Bandung Keluarkan Logo Baru Peringati Hari Jadi Ke-209

Selepas membuka Beresih Bandung Jilid 2 di Alun-alun Ujungberung Kota Bandung, Umi bersama Wakil Ketua FBS Kota Bandung Yunimar Yana Mulyana, dan Ketua DWP Kota Bandung, Cici Ema sumarna mengunjungi Beresih Bandung di Kecamatan Arcamanik di Taman RW 09, Jalan Olahraga.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X