Tewaskan 5 Warga, Pelaku Racik Miras Oplosan Sejak Tahun 1990

Kompas.com - 13/09/2019, 17:14 WIB
Kapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai dalam konferensi pers kasus miras oplosan tewaskan 5 warga di Lobi Satreskrim Polresta Surakarta Solo, Jawa Tengah, Jumat (13/9/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai dalam konferensi pers kasus miras oplosan tewaskan 5 warga di Lobi Satreskrim Polresta Surakarta Solo, Jawa Tengah, Jumat (13/9/2019).

SOLO, KOMPAS.com - Sigit Seno Susanto (46), pelaku peracik miras oplosan yang menewaskan lima orang warga Solo, Jawa Tengah mengaku sudah lama meracik miras oplosan.

Pekerjaan itu sudah dia tekuni sejak tahun 1990. Selain meracik, warga Mojolaban, Sukoharjo ini juga menjual miras oplosan kepada para pelanggan.

Satu botol ukuran 1,5 liter miras oplosan dia jual dengan harga antara Rp 40.000 - Rp 50.000. Kemudian botol ukuran 600 ml harganya Rp 20.000.

"Saya racik miras oplosan sejak 1990. Awalnya itu mencoba sendiri. Ada yang pesan saya buatkan dan saya jual," katanya dalam konferensi pers digelar Polresta Surakarta di Solo, Jawa Tengah, Jumat (13/9/2019).

Baca juga: Polisi Tangkap Terduga Peracik Miras Oplosan yang Tewaskan 5 Warga di Solo

Miras oplosan itu dia buat dengan campuran alkohol 96 persen, air mineral, air buah kawis, pewarna makanan jenis kue dan jamu pahitan, yakni adas pulowaras, kayu secang dan kapulogo.

"Saya sudah berhenti sekitar 18 tahun lalu ganti jualan nasi. Saya meracik lagi belum ada sebulan ini," terang dia.

Dia mengatakan banyak pelanggan yang membeli miras oplosan buatannya. Termasuk kelima orang korban tewas, yakni Ateng, Agik, Joko Semedi, Supardi alias Klowor, dan Pudiharto alias Iput.

Kelima korban itu tewas seusai pesta miras oplosan di Kawasan Kampung Sewu, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah pada Senin (9/9/2019).

Baca juga: 5 Warga Tewas usai Pesta Miras Oplosan di Solo

Kapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai mengatakan peristiwa miras oplosan memakan korban jiwa itu terjadi pada Minggu (8/9/2019). Pelaku menjual miras oplosan kepada korban Joko Semedi.

Kemudian pada Senin (9/9/2019), pelaku kembali menjual miras oplosan kepada korban Agik. Setelah itu korban Agik bersama Ateng, Joko Semedi, Supardi, Iput dan Dian Septianto pesta miras oplosan di kawasan Kampung Sewu pada Senin sore.

Setelah selesai minum miras oplosan mereka pulang. Sampai di rumah lima dari enam korban miras, yakni Agik, Ateng, Joko Semedi, Supardi, dan Iput mengalami gejala seperti keracunan kemudian meninggal. Sedang korban Dian Septianto selamat.

"Ada enam orang yang minum miras oplosan. Lima meninggal dan satu orang korban selamat," tandasnya.

Pelaku dijerat dengan Pasal 196 UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan atau Pasal 204 ayat (1) dan ayat (2) KUHP berbunyi "Barang siapa menjual, menawarkan, menerimakan atau membagi – bagikan barang, sedang diketahuinya bahwa barang itu berbahaya bagi jiwa atau kesehatan orang, dan sifat yang berbahaya itu didiamkanya, dihukum penjara selama- lamanya lima belas tahun sampai seumur hidup".



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Status PDP Dicabut, Jenazah Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19 Ternyata Positif Corona

Status PDP Dicabut, Jenazah Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19 Ternyata Positif Corona

Regional
Kasus Terbanyak, Sehari 20 Warga Grobogan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Kasus Terbanyak, Sehari 20 Warga Grobogan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Ratusan Kali Merampok, 2 Orang Berseragam TNI Ditangkap di Bandung

Ratusan Kali Merampok, 2 Orang Berseragam TNI Ditangkap di Bandung

Regional
Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Regional
Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem 'Drive Thru'

Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem "Drive Thru"

Regional
3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

Regional
Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Regional
Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Regional
Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Regional
Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Regional
Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Regional
Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Regional
Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Regional
850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

Regional
Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X