Mahasiswa Tolak Undangan Pertemuan Gubernur Papua

Kompas.com - 13/09/2019, 13:44 WIB
Rapat Kordinasi antar Forkompinda Papua dengan para tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh agama untuk membicarakan masalah kepulang banyak mahasiswa asal Papua dari kota studinya, Kota Jayapura, Papua, Jumat (13/9/2019) KOMPAS.com/DHIAS SUWANDIRapat Kordinasi antar Forkompinda Papua dengan para tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh agama untuk membicarakan masalah kepulang banyak mahasiswa asal Papua dari kota studinya, Kota Jayapura, Papua, Jumat (13/9/2019)

JAYAPURA, KOMPAS.com - Gubernur Papua Lukas Enembe menggelar pertemuan dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh perempuan di Gedung Negara, Kota Jayapura, Papua, Jumat (13/9/2019).

Namun, perwakilan mahasiswa asal Papua yang sebelumnya telah meninggalkan kota studinya dan kembali ke Papua, menolak undangan tersebut.

Benyamin Gurik, salah satu pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Papua, mengaku sudah berkomunikasi dengan para mahasiswa tersebut.

Namun, kepada Benyamin, para mahasiswa menyatakan belum bersedia ditemui.

"Tadi pagi kami bermaksud menjemput mereka dengan bus dari Universitas Cenderawasih. Setelah kami kumpul, ketua-ketua mahasiswa yang dari luar datang, terus mengembalikan surat undangan yang telah disampaikan, tapi dengan permohonan maaf," ujar Benyamin.

Baca juga: Warga Jayapura Pertanyakan Kompensasi Pemblokiran Layanan Data oleh Kominfo

Untuk menyebar undangan ke para mahasiswa tersebut, Pemerintah Provinsi Papua mempercayakan KNPI untuk menyampaikannya.

Meski demikian, Benyamin memastikan bahwa para mahasiswa bukan tidak bersedia bertemu dengan Gubernur Papua.

Menurut Benyamin, mereka membutuhkan waktu untuk menunggu teman-teman lainnya dan melakukan pertemuan.

"Mereka merasa ada sebagian teman-teman mereka yang masih dalam perjalanan ke Papua. Sebagian teman-teman menyatkan pertemuan seperti ini penting tapi secara internal (mahasiswa) perlu membuat diskusi bersama, karena satu orang tidak bisa mewakili orang lain, menurut mereka begitu," tutur Benyamin.

Ketidakhadiran mahasiswa disayangkan oleh Ketua DPR Papua Yunus Wonda.

Pertemuan yang juga dihadiri oleh Kapolda Papua Irjen Rudolf A Rodja dan Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen Irham Waroihan dianggap menjadi percuma, karena objek utama yang menjadi topik utama pembahsan tidak hadir.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X