Kisah 7 Surat Ibunda BJ Habibie, Ungkapkan Kerinduan hingga Nasihat

Kompas.com - 13/09/2019, 06:27 WIB
Seseorang menyusun 7 surat dari RA Habibie (ibunda BJ Habibie) yang ditulis di kertas aerogram pada tahun 1967-1970. Saat ini tujuh surat ini berada di Museum Y Al Quran di Medan. Nantinya surat ini akan diserahkan kepada dua anak BJ Habibie untuk disimpan di Museum Habibie. KOMPAS.COM/DEWANTOROSeseorang menyusun 7 surat dari RA Habibie (ibunda BJ Habibie) yang ditulis di kertas aerogram pada tahun 1967-1970. Saat ini tujuh surat ini berada di Museum Y Al Quran di Medan. Nantinya surat ini akan diserahkan kepada dua anak BJ Habibie untuk disimpan di Museum Habibie.

Dia pun terkejut saat membaca surat-surat itu. Surat itu selalu diawali dengan penyebutan nama Habibie, Ainun, Ilham, dan Thareq.

"Awalnya kesulitan karena ada bahasa Belanda, Jawa, dan Indonesia campur Belanda lagi. Isinya cerita kerinduan kepada Rudi, panggilan Habibie. Dia menanyakan keadaan keluarga, kesehatan Rudi. Dia juga menyapa Ainun," katanya.

Menurutnya, surat-surat itu keluruhannya adalah spirit kerinduan seorang ibunda di Bandung, RA Habibie kepada anaknya di Hamburg, Jerman.

Surat itu, kata dia, ditulis 1967-1970. Saat itu, Habibie tidak lagi mahasiswa. Surat menggambarkan betapa sayangnya ibu kepada anaknya, seorang nenek kepada cucunya. Juga digambarkan bagaimana Ilham dan Thareq sakit, lalu si nenek memberikan nasehat. 

"Ini adalah surat yang mengharukan dan terasa menggetarkan dengan tinta biru di aerogram," katanya

Ichwan mengaku waktu itu pernah memfotokopi dan mengirimkannya ke Habibie yang saat itu sudah jadi Wakil Presiden. Dia yakin surat itu diterima ajudannya namun dia tak tahu apakah sampai ke tangan Habibie.

"Saya katakan saya temukan surat ini, dan saya ingin menyerahkan ke pak Habibie secara langsung. Mudah-mudahan surat lain ditemukan. Tapi lama tak dihubungi," katanya.

Baca juga: Putra Habibie: Mimpi Bapak yang Belum Terwujud, Terbangkan N-250 dan R-80

Sepulangnya ke Indonesia, Ichwan masih terus berusaha mengembalikannya ke Habibie. Waktu itu ada wartawan Kompas dan menuliskan dirinya di halaman Sosok.

Namun, ia masih belum juga dihubungi sehingga dia meminta dihubungkan dengan sekretaris Habibie.

Dia mendapatkan nomornya dan menyampaikan niatnya menyerahkan surat itu secara langsung.

Kemudian, datang lagi seseorang yang akan membuat film Habibie Ainun yang ingin mengambil surat itu untuk dijadikan latar film saat adegan ibunda Habibie menulis surat. Dia mengatakan hanya Habibie yang bisa mengizinkannya.

"Sejak itu, saya masih tak dihubungi. Hingga kemarin saya sedih seki ketika mendengar Pak Habibie wafat dan surat-surat ini belum sempat saya serahkan. Surat ini ingin saya serahkan ke Pak Ilham dan Pak Thareq yang saya dengar akan buat Museum Habibie di waktu yang tidak lama," katanya.

 Di akun Facebook-nya, Ichwan mengunggah foto surat-surat tersebut dan menuliskan kisahnya.

Perihal tiga surat lainnya, dia berikan kepada sahabatnya, seorang filatelis Jerman bernama  Dr. Herbert Kaminski karena selalu berupaya dapat memilikinya untuk kemudian diberikan kepada istrinya yang tak lain adalah guru SD Ilham dan Thareg di Hamburg.  

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Eks TKI Alami Gangguan Jiwa, Hidup dengan 4 Anaknya yang Kurang Gizi, Popok Sampai Berulat

Eks TKI Alami Gangguan Jiwa, Hidup dengan 4 Anaknya yang Kurang Gizi, Popok Sampai Berulat

Regional
Perahu Wisata Terbalik di Bendungan Cikoncang, Banten, 3 Orang Tewas

Perahu Wisata Terbalik di Bendungan Cikoncang, Banten, 3 Orang Tewas

Regional
Oknum Polisi yang Todongkan Pistol ke Pengunjung Saat Ribut di Warung Tuak Diperiksa Propam

Oknum Polisi yang Todongkan Pistol ke Pengunjung Saat Ribut di Warung Tuak Diperiksa Propam

Regional
Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Kapolda: Kita Harap Hakim Beri Hukuman Layak ke Pengkhianat Bangsa Ini

Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Kapolda: Kita Harap Hakim Beri Hukuman Layak ke Pengkhianat Bangsa Ini

Regional
'Fun Bike' Diwarnai Joget, Ada Peserta Tak Bermasker, Polisi: Acara Tak Berizin, Kami Minta Bubarkan Diri

"Fun Bike" Diwarnai Joget, Ada Peserta Tak Bermasker, Polisi: Acara Tak Berizin, Kami Minta Bubarkan Diri

Regional
Adu Jotos di Warung Tuak, Polisi Todongkan Pistol ke Pengunjung, Ini Kronologinya

Adu Jotos di Warung Tuak, Polisi Todongkan Pistol ke Pengunjung, Ini Kronologinya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Oktober 2020

Regional
Kronologi 2 Satpam Divonis Bersalah atas Kasus Pembunuhan, Gegara Membela Diri Saat Diserang dengan Sajam

Kronologi 2 Satpam Divonis Bersalah atas Kasus Pembunuhan, Gegara Membela Diri Saat Diserang dengan Sajam

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 25 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Oktober 2020

Regional
Terlibat Perjudian, Oknum Kades di Grobogan Terancam 10 Tahun Penjara

Terlibat Perjudian, Oknum Kades di Grobogan Terancam 10 Tahun Penjara

Regional
Gerakan 'Rakyat Bantu Rakyat' di Yogyakarta, Siapkan Makanan untuk Buruh Gendong di Masa Pandemi

Gerakan "Rakyat Bantu Rakyat" di Yogyakarta, Siapkan Makanan untuk Buruh Gendong di Masa Pandemi

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 25 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 25 Oktober 2020

Regional
Dampak Gempa Pangandaran, 15 Rumah di Ciamis dan Garut Rusak

Dampak Gempa Pangandaran, 15 Rumah di Ciamis dan Garut Rusak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X