Warga Terdampak Tumpahan Minyak Dapat Kompensasi Awal Rp 900.000

Kompas.com - 11/09/2019, 16:08 WIB
Sosialisasi dan pemberian buku tabungan untuk pencairan kompensasi bagi warga terdampak tumpahan minyak sumur YYA-1 PHE ONWJ di Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Rabu (11/9/2019) KOMPAS.COM/FARIDASosialisasi dan pemberian buku tabungan untuk pencairan kompensasi bagi warga terdampak tumpahan minyak sumur YYA-1 PHE ONWJ di Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Rabu (11/9/2019)

KARAWANG, KOMPAS.com - PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (ONWJ) membayarkan kompensasi tahap awal sebesar Rp 900.000 per bulan kepada warga terdampak tumpahan minyak sumur YYA-1.

" Kompensasi awal disepakati sebesar Rp 900.000 per warga setiap bulan selama dua bulan periode terdampak, yakni Juli-Agustus 2019," kata Direktur Pengembangan PHE Afif Saifudin, saat sosialisasi pembayaran kompensasi tumpahan minyak sumur YYA-1 di Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Rabu (11/9/2019).

Besaran ini, kata dia, merupakan hasil koordinasi pemangku kepentingan pada 9 sampai 10 September 2019, yang dihadiri Tim Kejaksaan Agung, BPKP, KKP, KLHK, SKK Migas, MUI Jabar dan kepala dinas di tujuh kabupaten dan kota.

Hasil survei Tim Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) IPB sebagai konsultan akademik dan mempertimbangkan risiko terkecil dan keputusan pemberiaan kompensasi awal.

Baca juga: Bangkai Lumba-Lumba Ditemukan, Diduga Mati karena Tumpahan Minyak

"Total dana untuk pembayaran kompensasi tahap awal sebesar Rp 18,54 miliar kepada 10.574 warga terdampak yang telah diverifikasi," kata dia.

Mekanisme pembayaran kompensasi tahap awal akan melibatkan Himpunan Bank Negara (HIMBARA), yaitu Bank Mandiri, BNI, dan BRI yang dilaksanakan pada 11 September, dimulai dari Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, dan Desa Tambaksari, Kecamatan Tirtajaya.

Secara berkelanjutan pembayaran akan dilakukan di area terdampak lainnya.

"Pembayaran kompensasi awal ini sebagai itikad baik PHE ONWJ untuk memberikan dana penyangga terlebih dahulu untuk warga terdampak langsung, mengingat kejadian sudah berjalan 2 bulan," kata dia.

Ia mengatakan, nilai kompensasi yang diajukan warga terdampak masih dilakukan proses perhitungan. Sehingga memerlukan waktu lebih banyak.

Sementara, untuk menjaga proses ini berjalan sesuai aturan dan dapat dipertanggungjawabkan, PHE bekerja sama dengan berbagai instansi dan konsultan akademik, sebagai penilai ekonomi untuk penentuan nilai kompensasi akhir.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X