Bangkai Lumba-Lumba Ditemukan, Diduga Mati karena Tumpahan Minyak

Kompas.com - 06/09/2019, 16:36 WIB
Tim verifikator mengambil sampel bangkai lumba-lumba di Pantai Pelangi, Sungai Buntu, Karawang, Jumat (6/9/2019). KOMPAS.COM/FARIDATim verifikator mengambil sampel bangkai lumba-lumba di Pantai Pelangi, Sungai Buntu, Karawang, Jumat (6/9/2019).

KARAWANG, KOMPAS.com - Erik Ramdani, warga Karawang, menemukan lumba-lumba mati di Pantai Pelangi, Sungai Buntu, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, Kamis (5/9/2019).

Diduga, lumba-lumba itu mati karena tumpahan minyak.

Erik kemudian melapor ke Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Serang (PSPL) Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Penemuan ini segera dilaporkan ke KKP untuk diverifikasi jenis dan penyebab kematiannya," kata Erik.

Baca juga: Cerita Personel TNI Tulungagung Selamatkan Lumba-lumba Terdampar

Erik yang juga dari Koalisi Masyarakat Sipil Karawang mengatakan, ini merupakan verifikasi kematian lumba-lumba ke dua di Karawang semenjak kejadian kebocoran di anjungan lepas pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi (PHE) Offshore North West Java (ONWJ)

"Ingat lumba-lumba bukanlah ikan, tapi mamalia dan dilindungi Negara," kata dia.

Mamalia tersebut diduga lumba-lumba jenis hidung botol. Hal ini dilihat dari bentuk rangkanya.

Deden Solihin, Pelaksana Satker DKI Jakarta Loka PSPL Serang mengatakan, lumba-lumba yang ditemukan sudah kode 5, yakni komposit telah rusak. Yang tersisa hanya rangka dan sisa daging.

"Dugaan sementara lumba-lumba itu mati saat mengambil udara ke permukaan, kemudian menghirup minyak," ungkap dia.

Tim verifikator kemudian mengambil sampel kulit, daging dan tulang dari bangkai mamalia.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X