Pengiriman 18 Mahasiswa ke Korsel Dinilai Maladministrasi, Ini Kata Gubernur NTB

Kompas.com - 11/09/2019, 08:57 WIB
Gubernur NTB Zulkieflimansyah KOMPAS.com/KARNIA SEPTIA KUSUMANINGRUMGubernur NTB Zulkieflimansyah

MATARAM, KOMPAS.com - Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengapresiasi rekomendasi Ombudsman agar pemerintah daerah lebih berhati-hati dalam mengirimkan mahasiswa ke luar negeri.

"Saya kira rekomendasi Ombudsman lebih berhati-hati, saya kira wajar-wajar saja dan kita memberikan apresiasi. Tetapi kita juga harus jangan takut salah juga," kata Zul, panggilan Zulkieflimansyah, saat dikonfirmasi, Selasa (10/9/2019).

Gubernur Zul mengatakan, persoalan seperti yang terjadi pada pengiriman mahasiswa ke Korea Selatan menjadi salah satu pembelajaran untuk memperbaiki mekanisme prosedur dan melihat kekurangan dalam pengiriman mahasiswa ke luar negeri.

"Kita coba memperbaiki mekanisme prosedurnya, melihat apa kekurangannya, untuk kemudian mencari perbaikan bersama," kata Gubernur Zul.


Baca juga: Ombudsman Temukan Maladministrasi Pengiriman Mahasiswa NTB ke Korea Selatan

Gubernur Zul mengatakan, rekomendasi dari Ombudsman menjadi masukan yang baik untuk Pemda ke depan agar lebih berhati-hati dalam mengirim mahasiswa ke luar negeri. 

Menurut Gubernur Zul, pengiriman mahasiswa yang akan belajar ke luar negeri harus melalui lembaga yang profesional dan memiliki pengalaman internasional seperti Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB.

"Itu memberikan kita suatu pesan bahwa harus ada pengalaman internasional karena yang urus beasiswa ke Korea ini tidak ada pengalaman internasional, sehingga ketika kita minta LPP untuk mem-backup. Ya LPP lah yang ke depan mengurus semua beasiswa itu, karena teman-teman di LPP itu ada passionnya. Punya pengalaman internasional," kata Gubernur Zul.

Gubernur Zul juga meminta kepada masyarakat, agar tidak khawatir berlebihan.

"Jangan sampai ada program bagus tapi karena ketakutan yang berlebihan nanti kita kapok. Padahal peluang banyak," kata Zul.

Baca juga: Mahasiswa NTB di Korea: Kondisi Teman-teman Alhamdulillah Baik dan Sehat

Dugaan maladministrasi

Sebelumnya, Ombudsman RI Perwakilan Nusa Tenggara Barat (NTB) menemukan adanya dugaan penyimpangan prosedur dalam proses pengiriman mahasiswa asal NTB ke Chodang University di Korea Selatan.

"Itu jelas masuk dalam maladministrasi berupa penyimpangan prosedur. Ada beberapa langkah prosedur yang tidak dilalui," kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTB, Adhar Hakim, saat dikonfirmasi, Selasa (10/9/2019).

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X