Blokir Akses Internet di Papua Dicabut, Warga Pertanyakan Kompensasi

Kompas.com - 11/09/2019, 05:13 WIB
Ilustrasi Internet ThinkstockIlustrasi Internet

TIMIKA, KOMPAS.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah membuka blokir akses data internet di Kabupaten Mimika, Papua, pada Selasa (10/9/2019) malam.

Warga pun mempertanyakan apakah akan ada kompensasi yang diberikan pemerintah atau Telkomsel. Mengingat Telkomsel yang mendominasi layanan telekomunikasi seluler di Mimika.

Yandri misalnya. Kata dia, sehari sebelum kominfo memblokir data internet pada 19 Agustus ia baru mengisi paket data.

Kini pemblokiran akses data internet sudah dicabut pada 10 September. Artinya, sisa 9 hari lagi ia dapat mengunakan data internet.

Baca juga: Kominfo Cabut Blokir Internet di Nabire dan Dogiyai

"Pas besoknya diblokir itu, saya malamnya isi paket data 15 giga untuk satu bulan. Tapi ini sisa 9 hari lagi. Kalau 9 hari palingan hanya habis 5 giga. Berarti 10 giga terbuang sia-sia," katanya kepada Kompas.com, Rabu (11/9/2019).

Yandri kini mempertanyakan kompensasi apakah akan ia dapat atau tidak. Sebab baginya 10 gigabit (GB) akan terbuang sia-sianya.

"Saya mau ada kompensasi," kata Yandri yang bekerja sebagai IT di salah satu media.

Tarmizi juga mengharapkan adanya kompensasi. Karena, ia merasakan data internet yang dia miliki terbuang sia-sia.

"Hari ini jam 2 malam WIT paket saya sudah habis. Padahal masih ada 7 GB. Kalau bisa ada kompensasi lah," kata Tarmizi yang hobi bermain skateboard.

Baca juga: Blokir Dibuka, 29 Kabupaten di Papua dan Papua Barat Bisa Akses Internet

Telkomsel harus ambil kebijakan

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Mimika Saleh Alhamid meminta operator telekomunikasi bertanggung jawab kepada masyarakat sebagai pelanggan dengan mengganti kerugian selama pemblokiran.

Kata Saleh, Telkomsel yang mendominasi layanan telekomunikasi seluler di Papua harus mengambil sebuah kebijakan melalui koordinasi dengan pemerintah untuk memberikan kompensasi atas kerugian kepada masyarakat.

Halaman:
Baca tentang


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembubaran Upacara Piodalan, Bupati Bantul: Semua Agama Statusnya Sama, Tidak Ada Beda-beda

Pembubaran Upacara Piodalan, Bupati Bantul: Semua Agama Statusnya Sama, Tidak Ada Beda-beda

Regional
Kronologi Korupsi Monumen Bahasa Pulau Penyengat Senilai Rp 2,2 M

Kronologi Korupsi Monumen Bahasa Pulau Penyengat Senilai Rp 2,2 M

Regional
Lokasi Pemusnahan Bom di Hamparan Perak Dikerumuni Warga

Lokasi Pemusnahan Bom di Hamparan Perak Dikerumuni Warga

Regional
Bangkai Babi dari Sumut Lintasi Sungai Aceh, Warga Resah dan Takut Makan Ikan

Bangkai Babi dari Sumut Lintasi Sungai Aceh, Warga Resah dan Takut Makan Ikan

Regional
Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Regional
Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Regional
Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Regional
Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

Regional
Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Regional
Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Regional
5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

Regional
Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Regional
Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Regional
Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X