Mari Bantu Fatta, Anak Penjual Mainan yang Kedua Kakinya Lumpuh

Kompas.com - 10/09/2019, 09:40 WIB
Nampak Tutik mengangkat anaknya Fatta yang mengalami kelumpuhan total pada kedua kakinya sejak kecil. Kendati lumpuh, Fatta memiliki tekad luar biasa mengenyam pendidikan di SDN di Desa Coper, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo. KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWINampak Tutik mengangkat anaknya Fatta yang mengalami kelumpuhan total pada kedua kakinya sejak kecil. Kendati lumpuh, Fatta memiliki tekad luar biasa mengenyam pendidikan di SDN di Desa Coper, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo.

PONOROGO, KOMPAS.com - Namanya Ahmad Fatta Ali Akbar, anak tunggal Tutik Lasiana dan Miswanto. Anak penjual mainan ini kedua kakinya lumpuh. Setiap hari adalah perjuangan bagi Tutik dan Miswanto untuk mengantar anaknya ke sekolah. 

Saban hari, Tutik bersama Miswanto, suaminya bergantian memapah anaknya naik turun sepeda motor agar Fatta bisa mengenyam pendidikan di bangku sekolah dasar di Desa Coper, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo.

Pagi itu, setelah dikenakan seragam SD lengkap, Tutik, penjual keliling mainan anak-anak ini memapah anaknya menuju sepeda motor yang berada di depan rumahnya.

UPDATE: Kompas.com menggalang dana untuk Fatta. Mari kita bantu meringankan beban berat keluarga Fatta. Salurkan bantuan Anda melalui Kitabisa.com, klik di sini untuk donasi. 

Sesaat setelah naik di sepeda motor, Tutik meminta Fatta tangannya melingkar diperutnya agar tak jatuh saat kendaraan melaju di jalan raya.

Tak lama kemudian sepeda motor yang dikemudikan tiba di SDN Coper. Tutik bersegera turun dan memegang tangan anak lelakinya itu.

Baca selengkapnya: Cerita Ketabahan Penjual Mainan Keliling Sekolahkan Anaknya yang Lumpuh

Selanjutnya Tutik menurunkan Fatta dan memegang kedua ketiak anaknya dipapah agar berjalan menuju ruang kelas empat SDN Coper.

“Sudah rutinitas saya seperti ini. Jadi sudah biasa,” kata Tutik kepada Kompas.com, pekan lalu.

Fatta lahir normal, tapi...

Tutik menceritakan nahas yang menimpa putranya itu baru diketahui setelah berumur satu tahun.

Pasalnya saat berumur satu tahun, anak-anak tetangganya sudah bisa mulai bisa berjalan.

Sementara itu Fatta, anaknya kedua kakinya lumpuh sehingga tidak bisa berjalan sama sekali.

“Tangannya bisa bergerak seperti anak normal lainnya. Hanya kakinya lumpuh dan tidak bisa berjalan. Kalau bicara dan dengar normal,” ungkap Tutik.

Ia mengatakan saat lahir, 9 Oktober 2009, Fatta dalam kondisi normal. Namun setelah bisa tengkurap, kepala anaknya tidak bisa terangkat.

Sedangkan anak-anak yang lahir sama dengan Fata saat sudah mulai belajar duduk tetapi anaknya hanya bisa berbaring saja.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X