Penambangan Pasir Ilegal di Muara Sungai Progo Bikin Warga Resah, Belasan Alat Sedot Diamankan Saat Razia

Kompas.com - 06/09/2019, 15:59 WIB

KULON PROGO, KOMPAS.com – Gabungan aparat dari Kepolisian Resor Kulon Progo, Dinas PUP - ESDM Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Satuan Polisi Pamong Praja Kulon Progo merazia kegiatan penambangan pasir di muara Sungai Progo, Kecamatan Galur, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (5/9/2019).

Dari lokasi itu, mereka mengangkut belasan mesin sedot dan pipa.

“Semuanya berupa mesin sedot dan pralon. Semua barang itu diamankan pihak kepolisian,” kata Kepala Satpol PP Kulon Progo, Sumiran melalui hubungan selular, Kamis (5/9/2019).

Warga Desa Banaran, Kecamatan Galur, bergolak karena kehidupan mereka terganggu oleh aktivitas penambangan pasir.

Warga sampai turun ke jalan menuntut penambangan pasir di kawasan desa ditutup, utamanya yang menambang secara ilegal maupun aktivitas yang tidak sesuai aturan, sejak Selasa (3/9/2019).

Padahal di sana juga beroperasi baik perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR).

Baca juga: Kapolres Tasik Kota Janji Tindak Tegas Penambang Pasir Ilegal

Ganggu aktivitas warga

Aktivitasnya dirasa menganggu kini. Gejolak warga berlangsung sampai sekarang. Gayung bersambut. Pemerintah turun tangan ke lokasi.

Sumiran mengungkapkan, tim berangkat dari Wates pukul 11.30 WIB menuju lokasi, Kamis lalu. Satpol PP menerjunkan sekitar 10 orang untuk membantu polisi dan ESDM.  

Razia berlangsung hingga pukul 16.00. “Kami hanya membantu kepolisian. Di sana hanya ada mesin penyedot dari kegiatan penambangan,” kata Sumiran.

Lokasi penambangan sudah tidak bertuan ketika aparat datang. Sumiran mengatakan, sepertinya penambang sengaja meninggalkan lokasi begitu saja. “Lokasi itu sudah sepi,” kata Sumiran.

Sumiran mengungkapkan, aparat gabungan itu kemudian mengangkut belasan mesin dan mengamankannya di Polres Kulon Progo. Mesin-mesin itu memiliki kapasitas melebihi 25 PK.

Sebagaimana diatur Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Pertambangan Mineral dan Batubara, alat mekanik pompa hanya boleh digunakan para penambang yang mengantongi IPR. Dalam PP diatur bahwa kapasitas mesin pompa maksimal 25 PK.

“Kenyataan di lapangan itu mesin (yang diangkut itu) lebih dari 25 PK,” kata Sumiran.

Baca juga: Kota Tasikmalaya Surga Tambang Pasir Ilegal

Bukan akar masalah

Camat Galur Latnyana mengungkapkan, penyitaan pada alat sedot itu belum menyelesaikan persoalan di Desa Banaran. Pasalnya, warga menolak tambang setelah merasakan dampak kerusakan lingkungan.

“(Penyitaan mesin pompa) belum menyentuh akar masalah,” kata Latnyana di ujung telepon, Jumat (5/9/2019).

Camat Galur ini mengungkap bahwa persoalan tidak hanya mesin sedot tetapi banyak keluhan. Di antaranya, jalanan rusak, saluran air menyempit dan rusak, dan warga mengawatirkan sumur-sumur mereka mengalami intrusi air laut.

Selain itu, jalanan jadi becek dan jalanan menjadi putih ketika kering. Warga menduga pengambilan pasir telah menyedot sampai air laut.

“Jalan tidak dirumat (dirawat). Mengangkut dalam kondisi pasir basah, tentu jadi becek dan kalau kering jadi putih. Warga merasa air laut bisa merusak kendaraan,” kata Latnyana.

Keluhan warga semakin kuat lantaran tidak ada penindakan apapun terhadap kegiatan pengangkutan itu. Warga memperkirakan bobot angkutan bisa lebih dari 20 ton, melebihi batas tonase 6 ton pada kekuatan jalan.

“Kendaraan itu kelihatan muatannya. Kok tidak ada yang menindak,” katanya.

Latnyana mengungkapkan, keluhan-keluhan seperti itu terus masuk ke pemerintahan desa maupun kecamatan.

Baca juga: Polda Jawa Barat Tutup 4 Tambang Pasir Ilegal di Garut dan Sumedang

Keluhan warga

Camat Galur ini mengungkapkan, sebaiknya pihak-pihak terkait harus duduk bersama untuk membahas ini.

Ia menghimbau, Dinas Perhubungan, DPU, Satpol PP, hingga kepolisian hingga ESDM DIY untuk memperhatikan keluhan warga.

Mereka harus bersinergi untuk bisa mewujudkan jalan keluar yang baik bagi warga dan aktivitas penambangan yang taat aturan. Situasi bisa semakin memanas bila tidak ada jalan keluar segera.

Latnyana mengungkapkan, sebenarnya operasi penambangan pasir di muara Sungai Progo sudah berlangsung sejak 5 tahun lalu oleh banyak pemegang IUP.

Warga pun ingin terlibat dalam kegiatan serupa. Pemerintah mengakomodir dengan menerbitkan IPR. Warga pun ikut menambang lebih dari 1 tahun ini.

Baca juga: Kembangkan Pendidikan Karakter, Sultan HB X Raih Doktor Honoris UNY

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Regional
Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Regional
3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.