Penambangan Pasir Ilegal di Muara Sungai Progo Bikin Warga Resah, Belasan Alat Sedot Diamankan Saat Razia

Kompas.com - 06/09/2019, 15:59 WIB
Situasi warga dalam kondisi panas di Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasalnya, unjuk rasa bergantian terjadi di antara warga yang pro dan kontrak penambangan pasir di muara Sungai Progo yang masuk wilayah Kulon Progo. Beberapa hari lalu, warga dari beberapa dusun turun ke jalan memprotes penambangan karena dirasa menimbulkan gangguan lingkungan. Mereka memasang berbagai spanduk menyatakan keberatan atas beroperasinya kegiatan tambang. Hari ini, giliran ratusan pengemudi truk angkut pasir juga turun ke jalan menuntut agar tetap diizinkan beroperasi seperti biasa. KOMPAS.COM/DANI JULIUSSituasi warga dalam kondisi panas di Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasalnya, unjuk rasa bergantian terjadi di antara warga yang pro dan kontrak penambangan pasir di muara Sungai Progo yang masuk wilayah Kulon Progo. Beberapa hari lalu, warga dari beberapa dusun turun ke jalan memprotes penambangan karena dirasa menimbulkan gangguan lingkungan. Mereka memasang berbagai spanduk menyatakan keberatan atas beroperasinya kegiatan tambang. Hari ini, giliran ratusan pengemudi truk angkut pasir juga turun ke jalan menuntut agar tetap diizinkan beroperasi seperti biasa.

Latnyana mengungkapkan, keluhan-keluhan seperti itu terus masuk ke pemerintahan desa maupun kecamatan.

Baca juga: Polda Jawa Barat Tutup 4 Tambang Pasir Ilegal di Garut dan Sumedang

Keluhan warga

Camat Galur ini mengungkapkan, sebaiknya pihak-pihak terkait harus duduk bersama untuk membahas ini.

Ia menghimbau, Dinas Perhubungan, DPU, Satpol PP, hingga kepolisian hingga ESDM DIY untuk memperhatikan keluhan warga.

Mereka harus bersinergi untuk bisa mewujudkan jalan keluar yang baik bagi warga dan aktivitas penambangan yang taat aturan. Situasi bisa semakin memanas bila tidak ada jalan keluar segera.

Latnyana mengungkapkan, sebenarnya operasi penambangan pasir di muara Sungai Progo sudah berlangsung sejak 5 tahun lalu oleh banyak pemegang IUP.

Warga pun ingin terlibat dalam kegiatan serupa. Pemerintah mengakomodir dengan menerbitkan IPR. Warga pun ikut menambang lebih dari 1 tahun ini.

Baca juga: Kembangkan Pendidikan Karakter, Sultan HB X Raih Doktor Honoris UNY

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.