Kisah Marta, “Ciblek Lawang Sewu” (BAGIAN I)

Kompas.com - 05/09/2019, 08:05 WIB
Suasana gedung bekas kantor pusat NISM, Lawang Sewu, di Semarang pada Juli 2019 lalu. J OsdarSuasana gedung bekas kantor pusat NISM, Lawang Sewu, di Semarang pada Juli 2019 lalu.

Pemerintah Indonesia menginginkan rezeki warisan Lawang Sewu. Presiden Joko Widodo pernah mengatakan, Menteri Pariwisata Arief Yahya minta anggaran promosi pariwisata Indonesia Rp 7 trilun. Sebelumnya Rp 1 triliun.

“Enggak apa-apa sebenarnya, tapi pertanyaannya, produknya sudah siap belum, saya lihat destinasinya belum siap,” kata Jokowi di Jakarta, Senin malam, 11 Frebuari 2019 lalu dalam acara Gala Dinner peringatan ulang tahun ke-50 Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Sampai kini kunjungan wisata asing ke Indonesia masih di bawah Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Lawang Sewu dibangun antara tahun 1904 sampai 1907 yang kemudian dilanjutkan lagi sampai 1919. Dibangun oleh perusahaan kereta api (swasta) pertama di bumi Indonesia (Jawa) untuk dijadikan kantor pusatnya.

Pembangunan gedung ini terjadi setelah perusahaan kereta api swasta Belanda, Nederlandsche Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) berhasil membangun sistem transportasi kereta api antara Semarang - Surakarta - Yogyakarta (Jawa Tengah dan Yogyakarta) dari tahun 1864 - 1873 .

Ini peristiwa 146 tahun lalu, ketika Nusantara di bawah pemerintahan Kerajaan Belanda. Ketika membangun jaringan transportasi kereta api yang pertama di Jawa itu, NISM, di bawah direktur utamanya, W. Poolman.

Poolman mengerahkan ribuan orang Tionghoa yang didatangkan dari Kalimantan Barat. Mereka dipekerjakan sebagai kuli kontrak untuk membangun rel, stasiun, dan membabat hutan antara Semarang dengan beberapa desa di Kabupaten Demak, Grobogan, Karanganyar dan Boyolali.

Desa-desa itu antara lain Desa Tanggung, Kedungjati, Gundih, Salem, dan di wilayah Solo dan Yogyakarta.

Lawang Sewu menjadi objek wisata yang kini banyak menarik perhatian turis dalam negeri berkat penanganan PT KAI bekerjasama dengan Pemerintah Jawa Tengah dan kota Semarang serta pihak-pihak terkait.

Koordinasi pengelolaan Lawang Sewu antara pihak-pihak terkait cukup bagus, walau masih jauh dari memuaskan. Tidak mudah, seperti tidak mudahnya puluhaan perusahaan kereta api swasta Belanda berkoordinasi di masa pemerintahan Kerajaan Belanda di Indonesia 150 tahun lalu.

Kesemrawutan di masa penjajahan Belanda itu juga bagian dari pewarisan budaya untuk masa kini. Seperti apa kesemrawutan itu? Bagaimana kita bisa belajar dari pengalaman di masa lalu?  (BERSAMBUNG)

Nantikan bagian kedua tulisan ini, Kisah Marta, “ Ciblek Lawang Sewu”, besok Jumat (6/9/2019) pukul 08.05.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditelepon Wagub Saat Rapat, Lion Air Hentikan Penerbangan ke Bangka Belitung

Ditelepon Wagub Saat Rapat, Lion Air Hentikan Penerbangan ke Bangka Belitung

Regional
Liang Lahat Sudah Digali, Pemakaman Jenazah Positif Corona di Lampung Ditolak 2 Kali

Liang Lahat Sudah Digali, Pemakaman Jenazah Positif Corona di Lampung Ditolak 2 Kali

Regional
Ganjar Minta Warga Tak Tolak Jenazah Korban Virus Corona: Jaga Perasaan Korban dan Keluarganya

Ganjar Minta Warga Tak Tolak Jenazah Korban Virus Corona: Jaga Perasaan Korban dan Keluarganya

Regional
UPDATE Pasien Corona di Sulsel: 50 Positif Corona, 5 Orang Meninggal Dunia

UPDATE Pasien Corona di Sulsel: 50 Positif Corona, 5 Orang Meninggal Dunia

Regional
Panen Padi di Tengah Wabah Corona, Upaya Menjaga Ketahanan Pangan

Panen Padi di Tengah Wabah Corona, Upaya Menjaga Ketahanan Pangan

Regional
Sektor Pertanian di Sumedang Tak Terpengaruh Pandemi Covid-19

Sektor Pertanian di Sumedang Tak Terpengaruh Pandemi Covid-19

Regional
Mantan Anggota DPRD Sulsel yang Jenazahnya Ditolak Warga Masih Berstatus PDP

Mantan Anggota DPRD Sulsel yang Jenazahnya Ditolak Warga Masih Berstatus PDP

Regional
Ditengok Anaknya dari Jakarta, Pasien Stroke Positif Covid-19 di Ciamis

Ditengok Anaknya dari Jakarta, Pasien Stroke Positif Covid-19 di Ciamis

Regional
Sebar Hoaks Kematian Pasien Covid-19 di Sulbar, Pria Ini Ditangkap Polisi

Sebar Hoaks Kematian Pasien Covid-19 di Sulbar, Pria Ini Ditangkap Polisi

Regional
Kasus DBD Menurun, 1.474 Pasien Dinyatakan Sembuh di Sikka, NTT

Kasus DBD Menurun, 1.474 Pasien Dinyatakan Sembuh di Sikka, NTT

Regional
Pesan Pasien Sembuh Covid-19: Anak Muda, Tak Perlu Nongkrong, Dengarkan Pemerintah

Pesan Pasien Sembuh Covid-19: Anak Muda, Tak Perlu Nongkrong, Dengarkan Pemerintah

Regional
Fakta Bocah 6 Tahun di Bandung Terpeleset dan Hanyut di Depan Mata Ibunya, Pencarian Dilakukan

Fakta Bocah 6 Tahun di Bandung Terpeleset dan Hanyut di Depan Mata Ibunya, Pencarian Dilakukan

Regional
60 Warga Isolasi Mandiri, Desa di Magetan Berlakukan 'Lockdown'

60 Warga Isolasi Mandiri, Desa di Magetan Berlakukan 'Lockdown'

Regional
Karantina Wilayah, Batam Beri Sembako Gratis dan Pekerja Tetap Bekerja

Karantina Wilayah, Batam Beri Sembako Gratis dan Pekerja Tetap Bekerja

Regional
Kisah Evakuasi Harimau Sumatera 3 Hari Terjerat Tali di Riau: Petugas 2 Jam tembus Hutan, Temukan Luka Serius di Kaki

Kisah Evakuasi Harimau Sumatera 3 Hari Terjerat Tali di Riau: Petugas 2 Jam tembus Hutan, Temukan Luka Serius di Kaki

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X