3 Kurir Sabu 118,5 Kg dengan Modus Sembako Diancam Humuman Mati

Kompas.com - 04/09/2019, 22:04 WIB
Tiga tersangka pelaku penyelundupan narkotika golongan I jenis Sabu dari Malaysia ke Indonesia, yakni JF (37), SY (38) dan ZH (36) nekad membawa sabu sebanyak 118,5 Kg karena tergiur upah yang dijanjikan, yakni Rp 50 juta sekali jalan. KOMPAS.COM/HADI MAULANATiga tersangka pelaku penyelundupan narkotika golongan I jenis Sabu dari Malaysia ke Indonesia, yakni JF (37), SY (38) dan ZH (36) nekad membawa sabu sebanyak 118,5 Kg karena tergiur upah yang dijanjikan, yakni Rp 50 juta sekali jalan.

BINTAN, KOMPAS.com – Tiga tersangka pelaku penyelundupan sabu sebanyak 118,5 kilogram (sebelumnya 119 kilogram) yakni JF (37), SY (38) dan ZH (36) terancam hukuman mati.

Ketiganya dijerat Pasal 114 ayat 2 dan atau Pasal 112 ayat 2 junto Pasal 113 ayat 2 junto Pasal 132 ayat 2 Undang-undang Narkotika.

Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang mengatakan, sabu-sabu ini masuk dari Dermaga Semelur, Desa Berakit, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Namun proses pengungkapannya dilakukan di beberapa daerah di Bintan.

Boy menceritakan, keberhasilan ini berawal pada hari Jumat, 30 Agustus 2019 sekitar pukul 19.00 WIB, personel Satuan Narkoba Polres Bintan mendapatkan informasi bahwa akan terjadi transaksi narkotika.

Baca juga: Dua Warga India Bawa 3 Kg Sabu, Tertangkap di Hotel di Bali

Selanjutnya sekitar pukul 21.00 WIB, tim gabungan Polres Bintan dari Satnarkoba, Satreskrim, dan Polsek Bintan Utara, melakukan pengejaran dan akhirnya berhasil mengamankan JF di bilangan daerah Sakera yang mengendarai mobil Fortuner dengan nomor polisi BE 1031 FD.

Kemudian tim gabungan itu melakukan penggeledah di rumah tersangka JF di bilangan jalan Antarasi, Gang Riang Kecamatan Teluk Sebong, dan dari sana tim berhasil mengungkap dan menemukan 120 paket sabu.

“120 paket sabu ini ditemukan di dalam kamar mandi sebanyak 99 bungkus besar yang dikemas dalam koper,” kata Boy dalam konferensi pers, Rabu (4/9/2019).

Tidak sampai di situ, tim gabungan kembali melakukan penggeledahan dan menemukan tiga bungkus besar dan satu bungkus sedang sabu yang disimpan dalam mesin cuci.

Dari kediaman JF juga ada mobil Kijang LGX yang terparkir, dan setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan 17 bungkus besar sabu di dalam mobil kijang LGX tersebut.

"Sabu ini disimpan di beberapa tempat di dalam rumah pelaku. Bahkan tidak saja sabu, tim juga mengamankan tersangka SY yang berada di dalam rumah JF," jelas Boy.

Boy mengatakan, total narkoba yang disita petugas adalah 118,5 kilogram yang terdiri atas 119 paket besar dengan berat bersih 118,396 kilogram dan satu paket sedang seberat 125,02 gram.

Baca juga: Polisi Gagalkan Penyelundupan 119 Kg Sabu dengan Modus Sembako

Lebih jauh Boy mengatakan, dari hasil keterangan JF bahwa sabu-sabu ini merupakan milik ZH. Polisi kemudian menangkap tersangka ZH di kediamannya di didaerah Malang Rapat.

Boy mengatakan, barang bukti yang diamankan, selain 118,5 kg sabu, juga 4 koper, satu set alat isap, satu mesin cuci, dua buah jerigen warna kuning, satu mobil Fortuner nopol BE 1031 FD dan mobil kijang LGX nopol BP 1126 TA.

 “Ketiganya juga positif mengonsumsi narkotika. Hal ini terbukti dari hasil tes urine yang diketahui positif,” papar Boy.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Siswa SD di Flores Pikul Jeriken Isi 5 Liter Air Tiap Hari, Bangun Lebih Pagi hingga Jalan Kaki 5 Km

Kisah Siswa SD di Flores Pikul Jeriken Isi 5 Liter Air Tiap Hari, Bangun Lebih Pagi hingga Jalan Kaki 5 Km

Regional
Temui Para Guru di Wamena, Mendikbud Jamin Keamanan

Temui Para Guru di Wamena, Mendikbud Jamin Keamanan

Regional
Sayembara Menangkap Pelaku Pembakaran Gunung Kareumbi Jabar, Hadiahnya Jutaan Rupiah

Sayembara Menangkap Pelaku Pembakaran Gunung Kareumbi Jabar, Hadiahnya Jutaan Rupiah

Regional
Penusukan Wiranto, Menteri Agama Minta Semua Pihak Gaungkan Moderasi Beragama

Penusukan Wiranto, Menteri Agama Minta Semua Pihak Gaungkan Moderasi Beragama

Regional
Kisah Anak Bawa Pulang Jasad Ibu karena Rindu, Sempat Diinapkan di Rumah dan Alami Gangguan Jiwa

Kisah Anak Bawa Pulang Jasad Ibu karena Rindu, Sempat Diinapkan di Rumah dan Alami Gangguan Jiwa

Regional
Usai Bagikan KIA yang Pecahkan Rekor Muri, Bupati Bantul Panggul Anak

Usai Bagikan KIA yang Pecahkan Rekor Muri, Bupati Bantul Panggul Anak

Regional
Usulan Pembentukan Provinsi Surakarta Dapat Penolakan, Ini Kata Bupati Karanganyar

Usulan Pembentukan Provinsi Surakarta Dapat Penolakan, Ini Kata Bupati Karanganyar

Regional
Bocah 14 Tahun Sopiri Pikap, Menabrak Pengendara Motor hingga Tewas

Bocah 14 Tahun Sopiri Pikap, Menabrak Pengendara Motor hingga Tewas

Regional
7 Tahun Beraksi, Komplotan Curanmor Larikan 5 Motor Sehari, Jual Ribuan Kendaraan

7 Tahun Beraksi, Komplotan Curanmor Larikan 5 Motor Sehari, Jual Ribuan Kendaraan

Regional
Asap Keluar dari Kap Mesin, Agya Tiba-tiba Meledak dan Terbakar

Asap Keluar dari Kap Mesin, Agya Tiba-tiba Meledak dan Terbakar

Regional
Saat Suami Pertama Kali Bertemu Pembunuh dan Pemutilasi Istrinya...

Saat Suami Pertama Kali Bertemu Pembunuh dan Pemutilasi Istrinya...

Regional
Mendikbud: Ada Ketimpangan Pendidikan di Wamena dan Nduga Dibandingkan Daerah Lain

Mendikbud: Ada Ketimpangan Pendidikan di Wamena dan Nduga Dibandingkan Daerah Lain

Regional
415 Titik Api Masih Muncul di Sumsel, Udara Palembang Ada di Level Tidak Sehat

415 Titik Api Masih Muncul di Sumsel, Udara Palembang Ada di Level Tidak Sehat

Regional
Masuki Musim Penghujan, Warga Diimbau Waspadai Lahar Dingin Erupsi Gunung Merapi

Masuki Musim Penghujan, Warga Diimbau Waspadai Lahar Dingin Erupsi Gunung Merapi

Regional
Pria yang Bawa Sabu Mengaku Beli Pistol Rakitan untuk Gaya-gayaan

Pria yang Bawa Sabu Mengaku Beli Pistol Rakitan untuk Gaya-gayaan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X