Terkait OTT Bupati Muara Enim, Ini Pesan Gubernur Sumsel untuk Bupati dan Wali Kota

Kompas.com - 04/09/2019, 14:36 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru saat berada di Griya Agung Palembang, Selasa (4/9/2019). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRAGubernur Sumsel Herman Deru saat berada di Griya Agung Palembang, Selasa (4/9/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengimbau pada seluruh kepala daerah di Sumatera Selatan, baik bupati maupun wali kota agar tidak bersentuhan dalam hal teknis dalam setiap proyek pemerintahan.

Hal itu diungkapkan Herman Deru pasca penetapan Bupati Muara Enim Ahmad Yani sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), atas kasus dugaan fee proyek pembangunan jalan Rp 13,4 miliar.

"Yang paling cantik itu, kepala daerah enggak usah bersentuhan hal-hal teknis, terkait dengan kontraktor atau pihak ketiga, mainkan kebijakan saja," kata Herman saat berada di Griya Agung Palembang, Rabu (4/9/2019).

Baca juga: KPK Jelaskan Kronologi OTT Bupati Muara Enim

"Jangankan Rp 13 miliar, Rp 1 triliun saja bisa kalau APBD nya ada. Cuma jangan bersentuhan dengan teknis, kontraktor," kata Herman.

Herman mengatakan, penetapan status tersangka kepada Ahmad Yani tentu berdasarkan dua alat bukti yang menguatkan penyidik.

Herman meyakini KPK telah memiliki bukti kuat, termasuk jejak digital dan sebagainya.

Herman berharap kejadian yang menimpa Ahmad Yani dijadikan pelajaran kepada kepala daerah lain, untuk menghindari tekanan baik dari politik, teman dan keluarga.

Sebab, menurut Herman, jabatan menjadi kepala daerah merupakan kepercayaan yang diberikan masyarakat dan sebuah martabat dan kehormatan yang harus dijaga.

"Tidak usah main proyek, main kebijakan saja. Seperti anggaran, tadi sudah saya sampaikan, bahwa pemerintah daerah membuat kebijakan. Kalau masalah teknis, sudah masalah lembaga yang terpercaya lah. Artinya ULP nya, dinasnya," kata Herman.

Selain Ahamd Yani, KPK menjerat Kepala Bidang Pembangunan Jalan sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas PUPR Muara Enim, Elfin Muhtar dan pemilik PT Enra Sari Robi Okta Fahlefi sebagai tersangka.

Ahmad Yani dan Elfin diduga sebagai penerima suap. Sementara Robi diduga sebagai pemberi suap.

Ahmad Yani diduga menerima fee bersama Elfin dari Robi terkait paket pekerjaan pembangunan jalan tahun anggaran 2019.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinyatakan Bersalah, 12 Polisi yang Terlibat Penembakan Warga di Makassar Dihukum

Dinyatakan Bersalah, 12 Polisi yang Terlibat Penembakan Warga di Makassar Dihukum

Regional
Cerita Lengkap Ajudan Gubernur Maluku Pukul Petugas Bandara Pattimura

Cerita Lengkap Ajudan Gubernur Maluku Pukul Petugas Bandara Pattimura

Regional
Dapat Nomor Urut 1, Akhyar-Salman Disambut Tradisi Upah-upah

Dapat Nomor Urut 1, Akhyar-Salman Disambut Tradisi Upah-upah

Regional
Orangtua Darah Tinggi, TKI Parti Liyani Tak Pernah Beri Tahu Sedang Lawan Bos Bandara Changi

Orangtua Darah Tinggi, TKI Parti Liyani Tak Pernah Beri Tahu Sedang Lawan Bos Bandara Changi

Regional
Beras Bansos Bercampur Plastik, Bupati Cianjur: Saya Benar-benar Malu

Beras Bansos Bercampur Plastik, Bupati Cianjur: Saya Benar-benar Malu

Regional
Ganjar Soal Konser Dangdut di Tegal: Kebangetan, Apalagi Dilakukan Pemimpin

Ganjar Soal Konser Dangdut di Tegal: Kebangetan, Apalagi Dilakukan Pemimpin

Regional
Kalap, Pria Ini Tusuk Selingkuhan Istrinya dengan Badik hingga Tewas

Kalap, Pria Ini Tusuk Selingkuhan Istrinya dengan Badik hingga Tewas

Regional
Cerita Pria yang Dituduh Mencuri, Ditahan dan Disiksa hingga Dihukum Secara Tidak Adil

Cerita Pria yang Dituduh Mencuri, Ditahan dan Disiksa hingga Dihukum Secara Tidak Adil

Regional
TKI Parti Liyani Menang Lawan Bos Bandara Changi, Keluarga: Kami Bersyukur kepada Allah

TKI Parti Liyani Menang Lawan Bos Bandara Changi, Keluarga: Kami Bersyukur kepada Allah

Regional
Fakta Meninggalnya Suami Bupati Bogor, Pengobatan Kanker Terhambat karena Pandemi Covid-19

Fakta Meninggalnya Suami Bupati Bogor, Pengobatan Kanker Terhambat karena Pandemi Covid-19

Regional
Bupati dan Wakilnya Sama-sama Ikut Pilkada Rembang, Ini Nomor Urutnya

Bupati dan Wakilnya Sama-sama Ikut Pilkada Rembang, Ini Nomor Urutnya

Regional
Sederet Fakta Konser Dangdut Hajatan Wakil Ketua DPRD Tegal, Ilegal dan Polisi Tak Berani Bubarkan

Sederet Fakta Konser Dangdut Hajatan Wakil Ketua DPRD Tegal, Ilegal dan Polisi Tak Berani Bubarkan

Regional
KontraS Tagih Janji Gubernur Sumut soal Penyelesaian Konflik Agraria

KontraS Tagih Janji Gubernur Sumut soal Penyelesaian Konflik Agraria

Regional
Pertamina Hulu Kaltim Klaster Baru Covid-19 di Balikpapan, 109 Pekerja Positif Corona

Pertamina Hulu Kaltim Klaster Baru Covid-19 di Balikpapan, 109 Pekerja Positif Corona

Regional
9 Mahasiswa Peserta Aksi Hari Tani Nasional di Makassar Ditahan, Ini Alasan Polisi

9 Mahasiswa Peserta Aksi Hari Tani Nasional di Makassar Ditahan, Ini Alasan Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X