KontraS Sebut Kerusuhan di Empat Lawang karena Dugaan Pungli Polisi

Kompas.com - 03/09/2019, 08:29 WIB
14 tersangka kasus kerusuhan di Empat Lawang saat diamankan di Polda Sumatera Selatan, Senin (2/9/2019). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA14 tersangka kasus kerusuhan di Empat Lawang saat diamankan di Polda Sumatera Selatan, Senin (2/9/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyebut, terjadinya kerusuhan di Empat Lawang, Sumatera Selatan pada Rabu (31/7/2019), disebabkan dugaan adanya aksi pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum kepolisian setempat.

Kepala Divisi Pembelaan HAM KontraS Arif Nur Fikri mengatakan, terungkapnya fakta tersebut setelah mereka mendapatkan laporan dari warga Desa Tanjung Raman, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan.

Warga membantah keterangan dari polisi yang menyebutkan buntut kerusuhan di Rumah Sakit Umum (RSU) Tebing Tinggi disebabkan penangkapan tersangka Erwan dan Erwin atas dugaan pengancaman.

Versi yang didapatkan KontraS dari warga adalah, adanya pungli dalam proyek pembangunan jalan yang menyebabkan kerusuhan itu terjadi.

Baca juga: Penyerangan Polisi di Empat Lawang, 11 Pelaku Diamankan

Dimana para oknum polisi diduga meminta uang Rp 30.000 per mobil truk yang mengangkut batu.

Para polisi itu berupaya untuk bertemu dengan pelaksana proyek untuk meminta sejumlah uang. Namun, karena tak bertemu, polisi itu lalu mengambil jeriken berisi solar.

Erwan dan Erwin sebagai petugas keamanan pembangunan proyek sempat menghalau upaya polisi tersebut.

Namun ditembak oleh polisi, sehingga mereka pun terlibat kericuhan.

Empat polisi dan empat warga dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka tembak dan tusukan. Termasuk Erwan, Erwin dan dua warga lain.

“Kronologi itu kita dapatkan dari Syafrudin (58), paman dari Erwan dan Erwin yang ditetapkan polisi sebagai tersangka,” kata Arif saat dihubungi, Senin (2/9/2019).

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Fakta Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Bermula Video Viral, Korban Histeris hingga 3 Orang Jadi Tersangka

4 Fakta Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Bermula Video Viral, Korban Histeris hingga 3 Orang Jadi Tersangka

Regional
Jenazah TKW Tak Bisa Dipulangkan karena Agen Minta Rp 32 Juta

Jenazah TKW Tak Bisa Dipulangkan karena Agen Minta Rp 32 Juta

Regional
'Menyampaikan Aspirasi dengan Demonstrasi Disangka Biang Kerusuhan'

"Menyampaikan Aspirasi dengan Demonstrasi Disangka Biang Kerusuhan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pria Penanam Ganja Ternyata Adik Mantan Wali Kota Serang | Nyanyikan Lagu yang Singgung Polisi Saat Demo, Mahasiswa Ditangkap

[POPULER NUSANTARA] Pria Penanam Ganja Ternyata Adik Mantan Wali Kota Serang | Nyanyikan Lagu yang Singgung Polisi Saat Demo, Mahasiswa Ditangkap

Regional
Fakta Honda Jazz Tabrak Truk Fuso, Selamat karena Tidur di Bagasi dan Dikira Ban Meletus

Fakta Honda Jazz Tabrak Truk Fuso, Selamat karena Tidur di Bagasi dan Dikira Ban Meletus

Regional
Tidur di Bagasi Honda Jazz, Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Sumsel

Tidur di Bagasi Honda Jazz, Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Sumsel

Regional
Kronologi Bayi Ditemukan Dalam Tas Ransel di Madiun, Berawal dari Suara Tangis

Kronologi Bayi Ditemukan Dalam Tas Ransel di Madiun, Berawal dari Suara Tangis

Regional
11 Penambang Batu Bara Tewas Tertimbun Longsor, 1 Korban Belum Teridentifikasi

11 Penambang Batu Bara Tewas Tertimbun Longsor, 1 Korban Belum Teridentifikasi

Regional
Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Regional
Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Regional
Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Regional
Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Regional
Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Regional
Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X