Dituduh Cemarkan Nama Baik Melalui Grup WhatsApp, Dosen Jadi Tersangka

Kompas.com - 02/09/2019, 17:06 WIB
Sejumlah aktifis dari berbagai LSM, Akademisi dan Mahasiswa di Banda Aceh ikut mengantarkan Saiful Mahdi ke Polresta Banda Aceh memenuhui panggilan penyidik Satuan Reskrim sebagai tersangka kasus tindak pidana  pencemaran nama baik dengan menggunakan elektronik. KOMPAS.com/TEUKU UMARSejumlah aktifis dari berbagai LSM, Akademisi dan Mahasiswa di Banda Aceh ikut mengantarkan Saiful Mahdi ke Polresta Banda Aceh memenuhui panggilan penyidik Satuan Reskrim sebagai tersangka kasus tindak pidana pencemaran nama baik dengan menggunakan elektronik.

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Sejumlah aktivis dari berbagai organisasi, akademisi dan mahasiswa di Banda Aceh ikut mengantarkan Saiful Mahdi ke Polresta Banda Aceh, Senin (2/9/2019).

Saiful memenuhui panggilan penyidik Satuan Reserse Kriminal Polresta Banda Aceh sebagai tersangka kasus tindak pidana pencemaran nama baik.  

“Kami mengantarkan kawan kami yang didiskriminasi oleh jajaran Kampus Unsyaiah, bentuk pembungkaman panggung akademisi, ini harus kita lawan,” kata Hendra Saputra, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras).

Hendra mengajak seluruh massa solidaritas yang ikut hadir mengantarkan Saiful Mahdi untuk tetap menunggu di Mapolresta hingga proses pemeriksaan selesai dilakukan.

"Kita akan sama-sama menunggu hingga proses pemeriksaan selesai,” kata Hendra.

Baca juga: Kritisi Penerimaan Dosen, Seorang Pengajar di Unsyiah Dilaporkan ke Polisi

Sementara itu, Syahrul, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh selaku kuasa hukum Saiful Mahdi menyebutkan, pemanggilan Saiful Mahdi hari ini dalam statusnya sebagai tersangka.

Sebelumnya, Saiful Mahdi telah diperiksa dua kali sebagai saksi dalam kasus delik aduan itu.

Syahrul mengatakan, LBH Banda Aceh akan memberikan pembelaan hingga proses hukum selesai.

Kali ini, lima pengacara dari LBH Banda Aceh diturunkan untuk mendampingi proses pemeriksaan di Polresta Banda Aceh.

Sementara itu, Kepala Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh AKP M Taufik mengatakan, sebelum kasus dugaan pencemaran nama baik diproses, pihaknya melakukan tindakan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Salah satunya, mengupayakan mediasi agar masalah antara pelapor dan terlapor dapat diselesaikan secara kekeluargaan di internal kampus.

“Namun, karena tidak ada kesepakatan yang dicapai, kasus ini diproses sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Penyidik sebelum meningkatkan status tersangka telah meminta keterangan saksi ahli bahasa, ahli ITE dan gelar perkara,” kata Taufik.

Sebelumnya, Saiful Mahdi menjadi tersangka tindak pidana pencemaran nama baik dengan menggunakan sarana elektronik.

Saiful dinilai melanggar Undang-Undang ITE, karena mengkritisi hasil kelulusan rekrutmen dosen pegawai negeri sipil di Fakultas Teknik Unsyiah pada 2018.

Saiful menilai ada yang janggal dalam proses rekrutmen.

Pernyataan Saiful di dalam grup WhatsApp internal para dosen itu kemudian dianggap mencemarkan nama baik Dekan Fakultas Teknik, sehingga berujung pada pelaporan polisi.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengunjungi Tempino, Kota Minyak Masa Belanda, Ada Bioskop Terkunci Sejak 30 Tahun Lalu

Mengunjungi Tempino, Kota Minyak Masa Belanda, Ada Bioskop Terkunci Sejak 30 Tahun Lalu

Regional
1 Anggota DPD RI Dapil Bengkulu dan Sebagian Karyawan BI Positif Corona

1 Anggota DPD RI Dapil Bengkulu dan Sebagian Karyawan BI Positif Corona

Regional
Tangga Kuno dan Misteri Kompleks Candi di Dataran Tinggi Dieng, Pusat Ritual dan Pendidikan Agama?

Tangga Kuno dan Misteri Kompleks Candi di Dataran Tinggi Dieng, Pusat Ritual dan Pendidikan Agama?

Regional
Gubernur Jabar Ridwan Kamil Akan Jadi Relawan Uji Vaksin Covid-19

Gubernur Jabar Ridwan Kamil Akan Jadi Relawan Uji Vaksin Covid-19

Regional
3 PPS di Kutim Jadi Tersangka Kasus Rekayasa Dukungan Paslon Perseorangan

3 PPS di Kutim Jadi Tersangka Kasus Rekayasa Dukungan Paslon Perseorangan

Regional
Operasi Jaran Candi 2020, Polres Tegal Kota Bekuk 6 Pelaku Curanmor

Operasi Jaran Candi 2020, Polres Tegal Kota Bekuk 6 Pelaku Curanmor

Regional
Tak Kenakan Masker di NTB, Siap-siap Didenda Rp 500.000

Tak Kenakan Masker di NTB, Siap-siap Didenda Rp 500.000

Regional
3 Pelajar SMA yang Rampok Toko Emas Tetap Terima Pelajaran dari Dalam Penjara

3 Pelajar SMA yang Rampok Toko Emas Tetap Terima Pelajaran dari Dalam Penjara

Regional
Sebelum Meninggal Positif Covid-19, Guru SMPN 1 Dolopo Jalan-jalan Bersama Keluarga ke Solo

Sebelum Meninggal Positif Covid-19, Guru SMPN 1 Dolopo Jalan-jalan Bersama Keluarga ke Solo

Regional
Awalnya Menolak, Wali Kota Batam Bersedia Tes Swab dan Hasilnya Negatif

Awalnya Menolak, Wali Kota Batam Bersedia Tes Swab dan Hasilnya Negatif

Regional
Korban Arisan HA dari Berbagai Kalangan, Mulai Petani hingga ASN

Korban Arisan HA dari Berbagai Kalangan, Mulai Petani hingga ASN

Regional
Nenek yang Berkurban dari Hasil Menabung 15 Tahun Dihadiahi Umrah Gratis

Nenek yang Berkurban dari Hasil Menabung 15 Tahun Dihadiahi Umrah Gratis

Regional
YouTuber Berulah, Demi Konten Bagikan Daging Berisi Sampah

YouTuber Berulah, Demi Konten Bagikan Daging Berisi Sampah

Regional
Palembang Tetapkan 3 Rute Jalur Khusus Sepeda

Palembang Tetapkan 3 Rute Jalur Khusus Sepeda

Regional
Ini Motif YouTuber Edi Putra Buat Video Prank Daging Kurban Isi Sampah

Ini Motif YouTuber Edi Putra Buat Video Prank Daging Kurban Isi Sampah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X