[POPULER NUSANTARA] Senjata Milik Perusuh Saat Demo Jayapura | Kasus Video Perkosaan Bocah 10 Tahun

Kompas.com - 01/09/2019, 07:03 WIB
Aparat TNI bersenjata lengkap mengawal distribusi BBM ke sejumlah lembaga penyalur di Jayapura, Sabtu (31/8/2019). Foto Humas Pertamina MOR VIII Maluku-Papua KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYAparat TNI bersenjata lengkap mengawal distribusi BBM ke sejumlah lembaga penyalur di Jayapura, Sabtu (31/8/2019). Foto Humas Pertamina MOR VIII Maluku-Papua

KOMPAS.com - Berita terkait fakta baru kerusuhan Papua menjadi sorotan pembaca di Kompas.com pada akhir pekan kemarin.

Jumlah personel keamanan, baik dari TNI dan Polisi di wilayah Papua, terus ditingkatkan agar segera memulihkan situasi dan kondisi di wilayah tersebut.

Sementara itu, sejumlah fakta terkait aset kekayaan tersangka gembong narkoba M Adam di Lapas Cilegon, juga menjadi sorotan.

Berikut ini berita populer nusantara selengkapnya:

1. Polisi amankan sejumlah senjata saat kerusuhan Papua

Senjata-senjata yang digunakan oleh para perusuh yang melakukan aksi di Kota Jayapura pada Kamis (29/08/2019) lalu, Kota Jayapura, Sabtu (31/08/2019)KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI Senjata-senjata yang digunakan oleh para perusuh yang melakukan aksi di Kota Jayapura pada Kamis (29/08/2019) lalu, Kota Jayapura, Sabtu (31/08/2019)

Polisi terus memburu para provokator dan pelaku kerusuhan di Kota Jayapura, Kamis (29/08/2019) lalu.

Saat ini telah ada 64 orang telah diamankan. Dari para pelaku, diketahui bila mereka membawa beberapa jenis senjata yang digunakan untuk melakukan perusakan dan penjarahan.

Direskrimum Polda Papua, Kombes Pol Toni Harsono menyebut bila senjata tersebut telah dipersiapkan dengan baik.

"Peralatan yang mereka siapkan, ada pisau, katapel yang semua bentuknya sama, kemudian alat besi sama semua dan gagangnya pun seragam, batu, dan yang sebelah kiri adalah hasil jarahan mereka," ujarnya di Jayapura, Sabtu (31/08/2019).

Baca berita selengkapnya: Perusuh Saat Demo Jayapura Membawa Aneka Senjata Tajam, Ini Jenis-Jenisnya

2. Perantau asal Sumbar di Papua dan Papua Barat diminta waspada

Usai kerusuhan di Kota Jayapura, Papua, pada 29 Agustus 2019, pada Sabtu (31/08/2019) pagi aktifitas masyarakat sudah mulai pulih. Pasar tradisional, SPBU mulai beroperasi. Masyarakat, petugas kebersihan hingga Polisi mulai melakukan aksi bersih-bersih di jalananKOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI Usai kerusuhan di Kota Jayapura, Papua, pada 29 Agustus 2019, pada Sabtu (31/08/2019) pagi aktifitas masyarakat sudah mulai pulih. Pasar tradisional, SPBU mulai beroperasi. Masyarakat, petugas kebersihan hingga Polisi mulai melakukan aksi bersih-bersih di jalanan

Sekitar 5.000 kepala keluarga asal Sumatera Barat yang merantau di Papua dan Papua Barat diminta waspada dari aksi demonstrasi di dua wilayah tersebut.

"Kami minta perantau waspada dan menghindar dari aksi massa yang terjadi," kata Kepala Biro Kerjasama, Pembangunan dan Rantau Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat, Luhur Budianda yang dihubungi Kompas.com, Jumat (30/8/2019).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X