Fakta Terbaru Tri Susanti dalam Kerusuhan di Asrama Mahasiswa Papua, Dijerat Pasal Berlapis hingga Cekal 6 Ormas

Kompas.com - 30/08/2019, 06:28 WIB
Tri Susanti (tengah) ditemani kuasa hukumnya di Mapolda Jatim KOMPAS.COM/A. FAIZALTri Susanti (tengah) ditemani kuasa hukumnya di Mapolda Jatim

KOMPAS.com - Tri Susanti, koordinator lapangan (Korlap) aksi di depan asrama mahasiswa Papua di Surabaya sudah ditetapkan tersangka oleh penyidik Polda Jatim.

Tri dijerat polisi dengan pasal berlapis dari pasal tentang ujaran kebencian hingga berita bohong. Ia dianggap melanggar 6 pasal dalam 3 peraturan perundangan.

Polisi menyebut bahwa Tri aktif mengunggah komentar di grup WhatsApp yang bernada ujaran kebencian dan berita bohong atau hoaks.


Selain menjatuhkan status tersangka kepada korlap aksi Tri Susanti, polisi juga mengajukan cekal terhadap 6 saksi dari kelompok anggota ormas peserta aksi di depan asrama mahasiswa Papua Surabaya.

Berikut ini fakta terbarunya:

1. Kronologi kejadian

Ilustrasi garis polisi.SHUTTERSTOCK Ilustrasi garis polisi.

Menurut Polda Jatim, rapat persiapan aksi protes perusakan bendera tersebut digelar pada 14 Agustus 2019.

Tri Susanti mengundang sejumlah organisasi masyarakat di sebuah warung di Jalan Penataran Surabaya.

Sehari setelahnya, pada 15 Agustus 2019, Tri Susanti mengunggah pengumuman dalam sebuah grup WhatsApp berisi kata-kata, "Karena ada kemungkinan masalah bendera di depan Asrama Kalasan akan dibuat besar, digoreng oleh mereka bila butuh perhatian internasional. Semoga hanya dendam coklat saja, masalah penahanan mahasiswa di Polda Papua".

Selanjutnya, pada 16 Agustus 2019, Tri Susanti mengunggah gambar di grup WhatsApp Info KB FKPPI. Tri Susanti mengatakan, "Bendera merah putih dibuang ke selokan oleh kelompok separatis di Surabaya pada Jumat 16 Agustus 2019, pukul 13.30 WIB, tepatnya di depan asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya".

Kemudian, pada 17 Agustus 2019, di grup WhatsApp yang sama, Tri Susanti kembali menulis komentar, "Mohon perhatian urgent, kami butuh bantuan massa, karena anak Papua akan melakukan perlawanan dan telah siap dengan senjata tajam dan panah. PENTING PENTING PENTING".

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov Papua Bakal Tambah Dana PON XX Rp 2 Triliun

Pemprov Papua Bakal Tambah Dana PON XX Rp 2 Triliun

Regional
Tim SAR Hentikan Pencarian Prajurit TNI Korban Longboat Terbalik di Papua

Tim SAR Hentikan Pencarian Prajurit TNI Korban Longboat Terbalik di Papua

Regional
Kapolresta Malang kepada Tahanan Kabur: Serahkan Diri, Kami Akan Layani dengan Baik

Kapolresta Malang kepada Tahanan Kabur: Serahkan Diri, Kami Akan Layani dengan Baik

Regional
Reaktivasi Jalur Kereta Cibatu-Garut Diuji Coba Januari 2020

Reaktivasi Jalur Kereta Cibatu-Garut Diuji Coba Januari 2020

Regional
Alasan Atlet Peraih Medali Emas SEA Games Pulang Naik Angkutan Umum, Sakit dan Tak Mau Dijemput

Alasan Atlet Peraih Medali Emas SEA Games Pulang Naik Angkutan Umum, Sakit dan Tak Mau Dijemput

Regional
Wakil Wali Kota Serang Bakal Jatuhkan Sanksi kepada ASN yang Kabur Saat Acara Pengajian

Wakil Wali Kota Serang Bakal Jatuhkan Sanksi kepada ASN yang Kabur Saat Acara Pengajian

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pria di Katingan Penggal Kepala dan Sodomi Siswa SD | Jual Motor Curian ke Pemiliknya Sendiri

[POPULER NUSANTARA] Pria di Katingan Penggal Kepala dan Sodomi Siswa SD | Jual Motor Curian ke Pemiliknya Sendiri

Regional
Puluhan Penyu Hasil Sitaan Dilepasliarkan di Perairan Laut Donggala

Puluhan Penyu Hasil Sitaan Dilepasliarkan di Perairan Laut Donggala

Regional
Kisah Rianto Penari Lengger Lanang Banyumas, Perjalanan Hidupnya Diangkat di Film Kucumbu Tubuh Indahku

Kisah Rianto Penari Lengger Lanang Banyumas, Perjalanan Hidupnya Diangkat di Film Kucumbu Tubuh Indahku

Regional
Dengan Stiker 'Keluarga Miskin', Desa Ini Berhasil Tertibkan Penerima Bantuan PKH

Dengan Stiker "Keluarga Miskin", Desa Ini Berhasil Tertibkan Penerima Bantuan PKH

Regional
Fakta Pria di Katingan Penggal Kepala dan Sodomi Siswa SD, Berawal dari Korban Minta Rokok ke Pelaku

Fakta Pria di Katingan Penggal Kepala dan Sodomi Siswa SD, Berawal dari Korban Minta Rokok ke Pelaku

Regional
Jawaban Bobby Nasution soal Tudingan Tengah Membangun Politik Dinasti

Jawaban Bobby Nasution soal Tudingan Tengah Membangun Politik Dinasti

Regional
Kronologi Polisi Dibacok karena Ganggu Istri Anggota TNI

Kronologi Polisi Dibacok karena Ganggu Istri Anggota TNI

Regional
Pamerkan Alat Kelamin ke Mahasiswi, Pria di Yogyakarta Ditangkap

Pamerkan Alat Kelamin ke Mahasiswi, Pria di Yogyakarta Ditangkap

Regional
Setelah Tusuk Istri hingga Tewas, Pria Ini Kabur Lewat Jendela Kamar

Setelah Tusuk Istri hingga Tewas, Pria Ini Kabur Lewat Jendela Kamar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X