Pelaku Pembantaian di KM Mina Sejati Sempat Beri Uang dan Pelampung untuk Satu ABK yang Lompat ke Laut

Kompas.com - 26/08/2019, 13:19 WIB
sejumlah  ABK KM Mina Sejati dengan saat dievakuasi dengan menggunakan Speedboat dari KRI Teluk Lada untuk dibawa ke  Pelabuhan Dobo, Kepulauan Aru, Selasa (20/8/2019) KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYsejumlah ABK KM Mina Sejati dengan saat dievakuasi dengan menggunakan Speedboat dari KRI Teluk Lada untuk dibawa ke Pelabuhan Dobo, Kepulauan Aru, Selasa (20/8/2019)

AMBON, KOMPAS.com — Kapolres Kepulauan Aru AKBP Adolof Bormasa mengungkapkan, salah seorang pelaku pembantaian di KM Mina Sejati, Ferry Dwi Lesmana, sempat memberikan uang dan pelampung kepada seorang ABK bernama Slamet (55) alias Pak De sebelum ABK tersebut menceburkan diri ke laut.

Menurut Adolof, dari 13 ABK yang memilih melompat ke laut untuk menyelamatkan diri saat insiden pembantaian itu terjadi, Slamet merupakan ABK terakhir yang menceburkan diri ke laut.

“ABK bernama Slamet alias Pak De itu yang terakhir kali turun tinggalkan kapal,” kata Adolof, kepada Kompas.com, Senin (26/8/2019).

Baca juga: Terungkap, Penyebab Perkelahian hingga Memicu Pembunuhan ABK KM Mina Sejati

Adolof menuturkan, saat hendak melompat ke laut, Ferry Dwi Lesmana bersama dua pelaku lain saat itu sempat menarik Slamet dan memintanya untuk tidak lompat ke laut.

Saat itu, Ferry sempat bertanya kepada Slamet soal perbekalan yang ia miliki dan keputusannya untuk mengikuti 12 ABK lain yang telah menceburkan diri ke laut.

“Setelah menariknya, Ferry mengatakan ke Slamet, 'Kamu mau turun, kamu punya bekal apa?, kamu punya uang?' Lalu dijawab Slamet, 'Tidak punya, tapi saya lompat saja tidak apa-apa siapa tahu ada yang lewat dan bisa membantu saya,'” ungkap Adolof meniru percakapan keduanya.

Menurut Adolof, hubungan antara Ferry dan Slamet di atas kapal sangat baik sehingga saat itu Slamet tidak dibunuh.

Karena tidak dapat mencegah Slamet untuk tetap melompat dari atas kapal, Ferry akhirnya memberikan pelampung dan uang kepadanya.

“Saat mau lompat, Ferry lalu memberikan pelampung dan sejumlah uang kepada Slamet. Uang itu dibungkus kantong plastik,” ujar dia.

Baca juga: Selamat dari Maut, Nahkoda KM Mina Sejati Terluka Saat Lompat ke Laut

Insiden perkelahian yang berujung pada aksi pembantian di KM Mina Sejati terjadi pada Sabtu (17/8/2019) saat kapal tersebut sedang berada di perairan Kepulauan Aru.

Dari total 36 ABK dan nakhoda di atas kapal tersebut, baru 13 orang yang ditemukan, sedangkan 23 ABK lain hingga kini belum diketahui nasibnya.

Dari 13 ABK yang ditemukan itu, dua di antaranya tewas, sedangkan 11 ABK lain selamat setelah mereka memilih melompat ke laut dan akhirnya ditolong oleh KM Gemilang Samudera.

Saat ini, para ABK selamat itu sementara berada di Polres Kepulauan Aru untuk dimintai keterangan. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update 29 Maret, Jumlah Warga Kepri Positif Covid-19 Naik Jadi 14 Orang

Update 29 Maret, Jumlah Warga Kepri Positif Covid-19 Naik Jadi 14 Orang

Regional
Penyebaran Virus Corona tak Ganggu Produksi Pertanian di Papua

Penyebaran Virus Corona tak Ganggu Produksi Pertanian di Papua

Regional
Ayah di Kalbar Tembak Anaknya hingga Tewas, Begini Kronologinya

Ayah di Kalbar Tembak Anaknya hingga Tewas, Begini Kronologinya

Regional
Akses Keluar-Masuk Kota Tegal Ini Tetap Dibuka Selama Isolasi Wilayah

Akses Keluar-Masuk Kota Tegal Ini Tetap Dibuka Selama Isolasi Wilayah

Regional
Satu Pasien Positif Sembuh, Riau Siap Tangani Covid-19

Satu Pasien Positif Sembuh, Riau Siap Tangani Covid-19

Regional
Pemilik Toko Tidak Patuhi Instruksi, Polisi Sita 48 Kardus Minuman Keras di Timika

Pemilik Toko Tidak Patuhi Instruksi, Polisi Sita 48 Kardus Minuman Keras di Timika

Regional
13 PDP di Kalbar Dipastikan Negatif Virus Corona

13 PDP di Kalbar Dipastikan Negatif Virus Corona

Regional
Indonesia Kini Miliki Laboratorium Hewan Uji Radioaktif

Indonesia Kini Miliki Laboratorium Hewan Uji Radioaktif

Regional
Wali Kota Semarang Cek Kesiapan Rumah Dinas untuk Ruang Isolasi Covid-19

Wali Kota Semarang Cek Kesiapan Rumah Dinas untuk Ruang Isolasi Covid-19

Regional
Bupati Sumba Timur Larang Perantauan dari Daerah Positif Corona Pulang

Bupati Sumba Timur Larang Perantauan dari Daerah Positif Corona Pulang

Regional
Terima 2.000 APD dan 2.400 Alat Rapid Test, Pemprov Maluku Utara Kirim ke 10 Wilayah

Terima 2.000 APD dan 2.400 Alat Rapid Test, Pemprov Maluku Utara Kirim ke 10 Wilayah

Regional
Ganjar: Potensi Penggeseran Anggaran untuk Covid-19 Sangat Besar

Ganjar: Potensi Penggeseran Anggaran untuk Covid-19 Sangat Besar

Regional
Kronologi Ayah Bunuh Anak Tiri di Pekanbaru, Kesal karena Korban Sering Menangis

Kronologi Ayah Bunuh Anak Tiri di Pekanbaru, Kesal karena Korban Sering Menangis

Regional
Hadapi Gelombang Pemudik, Hendi Minta Pemda dari Zona Merah Covid-19 Lakukan Pendataan

Hadapi Gelombang Pemudik, Hendi Minta Pemda dari Zona Merah Covid-19 Lakukan Pendataan

Regional
Terlibat Cekcok, Seorang Bapak di Kalbar Tembak Anaknya hingga Tewas

Terlibat Cekcok, Seorang Bapak di Kalbar Tembak Anaknya hingga Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X