Anak Eks Ketua KPUD Gunungsitoli Tewas, 7 Teman Korban Diperiksa

Kompas.com - 24/08/2019, 07:00 WIB
Ilustrasi iStockphotoIlustrasi

GUNUNGSITOLI, KOMPAS.com– Kepolisian Resor Nias, Sumatera Utara, saat ini sudah memeriksa tujuh saksi terkait tewasnya seorang remaja bernama Jimmy Harefa (16), anak kedua dari mantan ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Nias Utara.

“Penyidik telah memeriksa sebanyak tujuh saksi. Jadi ini masih dalam rangka penyelidikan,” ujar Pelaksana Sementara Paur Subbag Humas Polres Nias, Bripka Restu Gulo di Mapolres Nias, Jumat (23/8/2019).

Baca juga: Siswa SMA Anak Eks Ketua KPUD Nias Utara Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Restu mengatakan, seluruh saksi merupakan teman dekat korban.

"Kita mau tau betul kejadiannya seperti apa, dan kemungkinan pemeriksaan saksi akan bertambah, itu tergantung dari penyidik," ujarnya.

Penyidik juga akan menyurati keluarga korban untuk dimintai keterangan.

Baca juga: Seorang Pria Tewas Dianiaya 2 Pelaku yang Ngamuk Saat Takziah

Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian korban dan sejumlah perangkat tidur. Diketahui korban ditemukan tewas di tempat tidur, Rabu (21/8/2019).

Diberitakan sebelumnya, Kepolisian Resor Nias, Sumatera Utara, mendapat laporan ditemukan jenazah seorang remaja bernama  Jimmy Harefa (16), di atas tempat tidur di rumahnya, di Gunungsitoli, Sumatera Utara.

Jimmy ditemukan berlumuran darah.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

MLTR Mendapat Sambutan Hangat Saat Konser di Semarang

MLTR Mendapat Sambutan Hangat Saat Konser di Semarang

Regional
Fakta Lengkap Banjir dan Longsor di Agam, Diduga karena Pembalakan Liar hingga Tetapkan Status Tanggap Darurat

Fakta Lengkap Banjir dan Longsor di Agam, Diduga karena Pembalakan Liar hingga Tetapkan Status Tanggap Darurat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Respon Wishnutama soal Bali Tak Layak Dikunjungi | Driver Ojek Online Minta Maaf

[POPULER NUSANTARA] Respon Wishnutama soal Bali Tak Layak Dikunjungi | Driver Ojek Online Minta Maaf

Regional
Fakta Bali Disarankan Tak Dikunjungi Pada 2020, Tanggapan Pemerintah hingga Akan Kumpulkan Pelaku Pariwisata

Fakta Bali Disarankan Tak Dikunjungi Pada 2020, Tanggapan Pemerintah hingga Akan Kumpulkan Pelaku Pariwisata

Regional
Angin Puting Beliung di Enrekang, 6 Rumah Rusak, 1 Nyaris Roboh

Angin Puting Beliung di Enrekang, 6 Rumah Rusak, 1 Nyaris Roboh

Regional
Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Regional
Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Regional
Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Regional
Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Regional
Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Regional
Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Regional
Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Regional
Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Regional
Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Regional
Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X