Setiap Hari, 3.250 Ekor Burung Liar di Sumatera Berkurang Akibat Perburuan Ilegal

Kompas.com - 23/08/2019, 07:27 WIB
Ilustrasi burung. KOMPAS.com/ KISPNG TINA LOUTSEIlustrasi burung.

BENGKULU, KOMPAS.com - Protecting Indonesia's Birds mengungkapkan bahwa 3.250 populasi burung liar Sumatera berkurang setiap harinya akibat perburuan ilegal.

Dari jumlah tersebut, 1.300 burung diselundupkan untuk memasok kebutuhan pasar-pasar burung di Pulau Jawa setiap harinya.

Selebihnya, untuk memasok kebutuhan di pasar burung lokal di Sumatera dan mati saat berada di tangan pemburu, pengumpul, dan pedagang besar.


Baca juga: Murai Batu, Burung Penyanyi Paling Populer di Asia Terancam Punah

Direktur Eksekutif FLIGHT Marison Guciano menjelaskan, burung-burung yang ditangkap berasal dari kawasan lindung, seperti Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di Provinsi Bengkulu.

"Antara Januari 2018 hingga 20 Agustus 2019, terdapat 45 kasus upaya penyelundupan digagalkan petugas di Pelabuhan Bakaheuni, Lampung dan Pelabuhan Merak, Banten dengan jumlah 39.600 burung yang disita. Burung tersebut disita saat hendak diselundupkan dari Sumatera ke Jawa. Dari 45 Kasus penyitaan, burung seringkali diberangkatkan dari Riau, Jambi, Lampung, Sumatera Selatan dengan tujuan Jakarta, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Barat," tulis Marison dalam rilisnya yang dikirim ke Kompas.com, Kamis (22/8/2019).

Pelabuhan Bakaheuni di Lampung dan Pelabuhan Merak di Banten adalah pelabuhan yang menghubungkan Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.

Jenis burung yang sering ditemukan saat disita adalah ciblek (Prinia sp), pleci (Zosterops sp), burung madu (Nectariniidae), gelatik (Parus cinereus), cucak hijau (Chloropsis sonnerati), poksay genting (Garrylax Mitratus), dan srindit (Loriculus sp).

Baca juga: Fenomena Keindahan Burung Migran Saat Mengunjungi Danau Limboto

Manager Kampanye FLIGHT Tania Bunga Hernandita mengatakan, upaya menyelamatkan burung Sumatera saat ini berfokus pada mencegah penyelundupan mereka dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa di Pelabuhan Bakaheuni, Lampung dan pelabuhan Merak, Banten.

Sementara, pengawasan terhadap para pengumpul burung dan para pedagang masih sangat lemah.

Halaman:


komentar di artikel lainnya
Close Ads X