Kompas.com - 21/08/2019, 09:06 WIB
Budayawan Sunda Budi Dalton (kiri) dan Dedi Mulyadi (kanan). KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANABudayawan Sunda Budi Dalton (kiri) dan Dedi Mulyadi (kanan).

BANDUNG, KOMPAS.com - Dua budayawan sunda, Dedi Mulyadi dan Budi Dalton, mengatakan, masyarakat Sunda sejak dulu terkenal minim terlibat konflik ke mana pun mereka merantau dan tinggal menetap.

Dalam Talkshow Sundalineals; melestarikan budaya Sunda di tengah modernisasi yang digelar di Armor Kopi, Jalan Bukit Pakar Utara, Kota Bandung, Selasa (20/8/2019), Dedi mengatakan, orang Sunda selalu memegang teguh pepatah lama yang berbunyi, "Pindah cai, pindah takdir".

“Ketika tinggal di Jawa, maka harus mirip menjadi orang Jawa. Ketika tinggal di Sunda, harus mirip seperti orang Sunda. Ketika tinggal di Papua, harus mirip dengan orang Papua,” kata Dedi, Selasa sore.

Baca juga: Purwakarta Bangun Taman Giri Harja, Tempat Baru Pelestarian Budaya Sunda

Dengan sikap tersebut, Dedi mengatakan orang Sunda cenderung lebih mudah membaur dengan lingkungan tempat tinggal mereka. Hal tersebut sudah tercipta sejak dahulu dan masih melekat hingga saat ini.

“Kalau sudah seperti itu, maka itu disebut ilmu Siliwangi. Tentara Siliwangi kalau operasi tidak pernah berperang strateginya. Berperang bukan strategi utama, strategi utamanya adalah ‘ngadu bako’. Mereka nyaru dengan lingkungannya, maka tidak ada musuh buat Siliwangi, semua adalah sahabat,” katanya.

Dedi menjelaskan, dia hampir tidak pernah mendengar ada konflik di luar Jawa Barat yang melibatkan orang suku Sunda. Menurut dia, hal tersebut karena suku Sunda paling mudah beradaptasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Bicara pindah cai pindah takdir, orang Sunda itu orang yang paling bisa menyesuaikan dengan lingkungan dengan tempat dia tinggal. Coba cek pernah enggak orang Sunda berkonflik di tempat lain? Enggak pernah,” jelasnya.

Selain itu, Dedi mengatakan, minimnya konflik yang melibatkan orang Sunda lantaran sifat orang Sunda cenderung lebih mengalah.

“Orang Sunda tidak memiliki watak dominasi. Jadi yang tidak memiliki watak dominasi cenderung melebur. Itu yang harus kita bangun. Malah orang Sunda yang terdominasi karena tidak punya watak dominasi, tidak punya watak perlawanan. Mana ada orang Sunda berontak, mereka kebanyakan nerima saja,” katanya.

Namun demikian, Dedi mengatakan perlu ada perlindungan untuk orang Sunda yang cenderung pasrah. Salah satunya adalah tata ruang untuk orang Sunda.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.