Wakil Wali Kota Malang Bantah Serukan Pemulangan Mahasiswa Papua

Kompas.com - 20/08/2019, 15:16 WIB
Wali Kota Malang Sutiaji bersama Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat tiba di Balai Kota Malang usai dilantik oleh Gubernur Jawa Timur di Gedung Grahadi, Surabaya, Senin (24/9/2018) KOMPAS.com / ANDI HARTIKWali Kota Malang Sutiaji bersama Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat tiba di Balai Kota Malang usai dilantik oleh Gubernur Jawa Timur di Gedung Grahadi, Surabaya, Senin (24/9/2018)

MALANG, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko membantah telah melontarkan penyataan opsi pemulangan terhadap mahasiswa asal Papua yang ada di Kota Malang.

Edi menegaskan, dirinya tidak pernah mengeluarkan pernyataan pemulangan yang akhirnya menjadi salah satu pemicu aksi massa di sejumlah daerah di Papua dan Papua Barat.

"Tidak ada, sekali lagi tidak ada," kata Edi, usai makan siang bersama sejumlah mahasiswa asal Papua, Selasa (20/8/2019).

Baca juga: Ini Video Permintaan Maaf Khofifah dan Wali Kota Malang terkait Kerusuhan di Manokwari

Edi mengaku, memiliki bukti rekaman bahwa tidak ada istilah pemulangan yang dilontarkannya.

"Berkaitan dengan statment yang satu dua hari menjadi pemberitaan katanya Wawali itu, memulangkan itu, itu pun juga saya tegaskan saya tidak pernah melakukan statment itu. (Tidak ada statment memulangkan) sesuai dengan rekaman wawancara yang sudah beredar itu," terang dia.

Edi menuturkan, pada Kamis (15/8/2019) lalu, dirinya diwawancara sejumlah wartawan saat menghadiri sebuah acara di Hotel Atria.

Edi diwawancara terkait bentrok antara warga dan mahasiswa asal Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di perempatan Rajabali, Kayutangan, Kota Malang.

Baca juga: Soal Insiden Mahasiswa Papua, Wali Kota Malang Akan Kumpulkan Semua Rektor

Edi membantah telah melontarkan opsi pemulangan terhadap mahasiswa asal Papua akibat bentrokan tersebut.

"Jadi, saya ini kan ada kegiatan di Hotel Atria untuk membuka sebuah event memberikan arahan kaitan dengan UMKM yang berbasis digital. Sehingga saya diundang selaku wakil wali kota itu. Kalau kaitan dengan wawancaranya persis dengan rekaman itu," ujar dia.

Sebelumnya, aksi massa terjadi di sejumlah daerah di Papua dan Papua Barat.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X