244 Napi Rutan Medaeng Surabaya Dapat Remisi HUT RI ke-74, Sebagian Besar Napi Narkoba

Kompas.com - 16/08/2019, 08:33 WIB
Rutan Medaeng KOMPAS.com/Achmad FaizalRutan Medaeng

SURABAYA, KOMPAS.com - Rutan Kelas I Surabaya atau Rutan Medaeng memberikan remisi atau pengurangan hukuman di HUT ke-74 kemerdekaan Indonesia kepada 244 narapidana.

Menurut Kepala Rutan Kelas I Surabaya Teguh Pamuji, sebagian besar yang mendapat remisi merupakan narapidana atau warga binaan yang terlibat kasus narkoba.

"Rata-rata kasus narkoba. Selain itu, ada lima warga binaan kasus tindak pidana korupsi (tipikor) yang menerima remisi di hari kemerdekaan," kata Teguh, Kamis (15/8/2019).

Menurut Teguh, remisi yang didapat narapidana yakni pengurangan hukuman antara satu bulan hingga enam bulan masa pidana.

Baca juga: Hari Anak Nasional,18 Napi di LPKA Banda Aceh dapat Remisi dan Satu Bebas

Rencanya, pemberian remisi kepada 244 narapidana itu akan diberikan secara simbolis ussai upaca HUT ke-74 Kemerdekaan Indonesia.

"Nanti akan diberikan secara simbolis. Untuk remisi kemerdekaan ini, sepertinya tidak ada warga binaan yang bebas," ujar dia.

Sementara itu, Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Perempuan Kelas II A Surabaya Dwi Enis Hermawati menyampaikan, sudah ada  27 narapidana perempuan yang diusulkan mendapat remisi hari kemerdekaan.

Namun, ia mengatakan, hanya 13 narapidana yang sudah mendapat surat keputusan (SK) untuk menerima remisi hari kemerdekaan.

"Baru 13 (narapidana). Sepertinya angka itu bisa berubah karena masa terakhir pemberian remisi nanti hari Jumat (16/8/2019)," kata Dwi.

Baca juga: Remisi Idul Fitri Menghemat Anggaran Negara Sebesar Rp 54,9 Miliar



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Regional
Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Regional
Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Regional
Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Regional
Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Regional
Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Regional
Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Regional
Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Regional
Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Regional
Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Regional
Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Regional
Ditangkap di Malaysia, Anak Suporter Indonesia Kerap Tangisi Ayahnya

Ditangkap di Malaysia, Anak Suporter Indonesia Kerap Tangisi Ayahnya

Regional
Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Regional
Penusukan Guru SMK di Kulonprogo, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

Penusukan Guru SMK di Kulonprogo, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

Regional
Guru Agama Ditangkap karena Diduga Raba Alat Vital Muridnya

Guru Agama Ditangkap karena Diduga Raba Alat Vital Muridnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X