Pengakuan Prada DP, Dilarang Menyerahkan Diri hingga Merasa Dibuntuti

Kompas.com - 15/08/2019, 17:01 WIB
Prada DP  saat memberikan kesaksian di Pengadilan Militer I -04 Palembang, Kamis (15/8/2019). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRAPrada DP saat memberikan kesaksian di Pengadilan Militer I -04 Palembang, Kamis (15/8/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Usai melakukan pembunuhan terhadap pacarnya sendiri Fera Oktaria (21), Prada DP sempat menjadi buronan Kodam II Sriwijaya selama satu bulan.

Selama pelarian tersebut, Prada DP bersembunyi di salah satu pesantren di kawasan Serang, Banten, hingga akhirnya ditemukan Polisi Militer.

Saat memberikan keterangan di Pengadilan Militer I-04 Palembang, Kamis (15/8/2019), Prada DP mengatakan, ia dalam keadaan kebingungan setelah membunuh Fera.

Ditambah lagi, usahanya untuk menghilangkan jenazah Fera dengan cara mutilasi juga gagal dilakukan.

Dalam kondisi kebingungan, Prada DP mengaku sempat ingin menyerahkan diri kepada kesatuan tempatnya bekerja.

Namun, niat itu dibatalkan setelah dilarang oleh Dodi Karnadi (36) yang merupakan pamannya.

"Dodi bilang tidak usah, dia yang menyarankan saya agar tidak menyerahkan diri," kata Prada DP.

Dodi lantas menghubungi temannya bernama Imam. Lalu, Prada DP disarankan untuk membakar jenazah Fera.

Namun, usaha itu batal ia lakukan.

Baca juga: Pengakuan Lengkap Prada DP Bunuh dan Mutilasi Kekasih

Selanjutnya, saksi Imam yang telah meninggal sebelum dihadirkan dalam ruang sidang, menghubungi satu saksi lagi bernama Muhammad Hasanudin.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Konsumsi BBM Turun Selama Wabah Corona, Pertamina Beri Layanan Antar Langsung ke Warga

Konsumsi BBM Turun Selama Wabah Corona, Pertamina Beri Layanan Antar Langsung ke Warga

Regional
Penderita DBD di Sumsel Mencapai 1.562 Orang

Penderita DBD di Sumsel Mencapai 1.562 Orang

Regional
Cerita Warga Mengikuti Jejak Binatang Buas yang Memangsa Ternaknya hingga Masuk Hutan

Cerita Warga Mengikuti Jejak Binatang Buas yang Memangsa Ternaknya hingga Masuk Hutan

Regional
Diduga Kehabisan Bekal, Turis Korea Selatan Mengamuk di Denpasar

Diduga Kehabisan Bekal, Turis Korea Selatan Mengamuk di Denpasar

Regional
Polisi Tangkap 2 Terduga Pembunuh Remaja 13 Tahun yang Jenazahnya Dikubur Setengah Badan

Polisi Tangkap 2 Terduga Pembunuh Remaja 13 Tahun yang Jenazahnya Dikubur Setengah Badan

Regional
Kasus Pertama di Pekalongan, 3 Warga Positif Covid-19 Usai dari Bali dan Jakarta

Kasus Pertama di Pekalongan, 3 Warga Positif Covid-19 Usai dari Bali dan Jakarta

Regional
Siasat UMKM Bertahan di Tengah Wabah, Pengrajin Eceng Gondok jadi Pembuat Masker

Siasat UMKM Bertahan di Tengah Wabah, Pengrajin Eceng Gondok jadi Pembuat Masker

Regional
Bulog Kalbar Distribusikan 1.393 Ton Beras untuk 463.000 Keluarga Miskin Terdampak Corona

Bulog Kalbar Distribusikan 1.393 Ton Beras untuk 463.000 Keluarga Miskin Terdampak Corona

Regional
Nekat Mandi di Laut Saat Hujan, Pelajar Tewas Disambar Petir di Sibolga

Nekat Mandi di Laut Saat Hujan, Pelajar Tewas Disambar Petir di Sibolga

Regional
Warga Simalungun Geger Temukan Jenazah Remaja 13 Tahun Terkubur Setengah Badan

Warga Simalungun Geger Temukan Jenazah Remaja 13 Tahun Terkubur Setengah Badan

Regional
Cegah Corona, PSK di Lokalisasi Gang Sadar Baturraden Bakal Dipulangkan

Cegah Corona, PSK di Lokalisasi Gang Sadar Baturraden Bakal Dipulangkan

Regional
Kasus Nenek Pukul Kepala Desa, Korban Laporkan 2 Orang ke Polisi

Kasus Nenek Pukul Kepala Desa, Korban Laporkan 2 Orang ke Polisi

Regional
Keluarga Tolak Upaya Evakuasi Pasien Diduga Positif Corona

Keluarga Tolak Upaya Evakuasi Pasien Diduga Positif Corona

Regional
Satu Pasien Positif Corona RSD dr Seobandi Jember Sembuh

Satu Pasien Positif Corona RSD dr Seobandi Jember Sembuh

Regional
Tak Mau Lockdown, Pemkab Bolaang Mongodow Hanya Batasi Akses Keluar Masuk Warga

Tak Mau Lockdown, Pemkab Bolaang Mongodow Hanya Batasi Akses Keluar Masuk Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X