Kompas.com - 14/08/2019, 13:31 WIB
Pengantaran hewan kurban di Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai menggunakan perahu AntaranewsPengantaran hewan kurban di Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai menggunakan perahu
Editor Rachmawati

Namun ada beberapa sapi yang dibeli di sekitar lokasi karena biaya transportasi yang harus dikeluarkan cukup tinggi.

Baca juga: 3 Rumah Ludes Dilalap Api Saat Warga Sibuk Potong Hewan Kurban

 

Jangkau pelosok

Direktur Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Mitra Ummat Madani Elfiyon Tanjung mengatakan bahwa pada tahun ini pihaknya telah menyalurkan 30 ekor sapi kurban yang disalurkan ke Kabupaten Padangpariaman, Mentawai, hingga Solok Selatan.

Hewan kurban tersebut berasal dari donatur yang tidak hanya berasal dari dalam negeri bahkan dari luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura

"Ada tiga kriteria lokasi yang kami pilih untuk menyalurkan, yaitu masjid atau musala yang belum ada hewan kurban, surau-surau yang kurbannya masih kurang, dan kantong-kantong mualaf terutama di Mentawai," kata dia.

Menurutnya pada daerah yang belum tersentuh kurban faktor utama murni kondisi ekonomi masyarakat setempat yang sulit.

"Rata-rata buruh tani atau jadi tukang ojek," kata dia.

Baca juga: Rohim Kaget Kena Sepak Sapi Kurban dari Samping seperti Jurus Kungfu

Berdasarkan pengalamannya, daerah yang tidak terjangkau tersebut terkadang mendapat limpahan dari surau lain, namun jumlahnya tak cukup.

Ia juga menemukan cerita tentang satu ekor sapi dari satu keluarga. Sistemnya separuh untuk pekurban dan sisanya untuk masyarakat sekitar sehingga dagingnya tidak cukup.

Untuk mengidentifikasi daerah yang belum tersentuh pihaknya melakukan survei sebulan sebelum Idul Adha.

Pada sisi lain ia menemukan ada kompleks perumahan di perkotaan yang hewan kurbannya berlebih sementara masyarakat sekitar kondisinya mampu.

"Ini tidak lepas dari pemahaman bahwa jika berkurban harus melihat darah dan hewan langsung sehingga kurban menumpuk di perkotaan," kata dia.

Ia berharap pengurus masjid juga harus mengedukasi jemaah bahwa saat berkurban tidak selalu harus melihat darah hewan kurban karena masih banyak daerah-daerah di pelosok yang belum tersentuh kurban.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X