Sehari Jelang Dilantik, Anggota DPRD Garut Kembalikan Jas dari Setwan

Kompas.com - 12/08/2019, 22:40 WIB
Kantor DPRD Garut di Jalan Patriot Kelurahan Sukagalih Kecamatan Tarogong Kidul sepi dari aktivitas Jumat (18/08/2017) Kompas.com/ari maulana karangKantor DPRD Garut di Jalan Patriot Kelurahan Sukagalih Kecamatan Tarogong Kidul sepi dari aktivitas Jumat (18/08/2017)

GARUT, KOMPAS.com - Satu hari jelang pelantikan, sejumlah calon anggota DPRD Garut yang akan dilantik mengembalikan jas bagian dari Sekretariat Dewan (Setwan) yang sedianya akan digunakan saat pelantikan.

Para calon anggota DPRD tersebut mengembalikan jas dari Setwan karena kualitas jas yang dipandang buruk.

"Ada yang kekecilan, bahannya juga jelek. Jadi semua sepakat dikembalikan saja ke Setwan," jelas Agus Hamdani, calon anggota DPRD Garut yang akan dilantik Selasa (13/8/2019) saat dihubungi lewat telepon genggamnya, Senin (12/8/2019) malam.

Baca juga: Kejari Garut Selidiki Dua Kasus Dugaan Korupsi di DPRD Garut

Agus yang juga Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Garut mengungkapkan, dirinya akan menggunakan jas sendiri untuk pelantikan nanti.

Hal ini, menurutnya, juga akan dilakukan calon anggota DPRD Garut yang akan dilantik besok.

"Padahal sudah diukur semuanya oleh penjahitnya langsung dari Jakarta, katanya yang menang tendernya dari Jakarta," jelas mantan Bupati Garut yang menggantikan Aceng HM Fikri tersebut.

Agus sendiri mengaku tidak mengetahui pasti berapa besar anggaran untuk pembuatan seragam anggota DPRD tersebut. Karena, dirinya baru akan kembali menjadi anggota dewan kembali periode ini.

"Anggota dewan yang lama mungkin tahu anggarannya, saya mah kan tidak ikut nyusun anggarannya," terang Agus.

Dihubungi terpisah, Dadan Wandiansyah, calon anggota DPRD Garut dari partai PDIP yang baru terpilih pada Pemilu 2019 ini mengakui dirinya juga telah mengembalikan seragam bagian dari Setwan.

"Kalau yang saya celananya kebesaran, semua anggota juga sepakat mengembalikan seragamnya," kata Dadan aaat dihubungi lewat telepon genggamnya, Senin (12/8/2019) malam.

Soal kualitas seragam, Dadan mengaku tidak tahu apakah bagus atau tidak, yang bisa menilai menurutnya adalah anggota dewan yang sudah lama.

"Kalau yang lama kan tahu seragam bagian yang sebelumnya seperti apa," kata kader muda PDIP tersebut.

Baca juga: Protes Pembatasan NIK untuk Kartu Perdana, Pemilik Konter Pulsa Demo ke DPRD Garut

Karena seragam yang dibagikan Setwan tidak terpakai, menurut Dadan dirinya akan menggunakan jas miliknya yang sudah ada untuk pelantikan nanti.

"Kalau yang lain mungkin ada yang beli, atau nyewa, saya mah pakai yang ada saja, beli tidak ada uangnya," katanya sambil melepas tawa.

Ketua DPC PDIP Yudha Puja Turnawan yang akan dilantik untuk kedua kalinya menjadi anggota DPRD Garut ketika dibubungi Senin (12/8/2019) malam mengakui, seragam bagian dari Setwan untuk pelantikan besok banyak yang bermasalah.

"Kalau bagian untuk saya mah pas, yang lain memang banyak yang tidak pas, makanya dikembalikan," katanya.

Terpisah, anggota DPRD Garut yang akan kembali dilantik Karnoto mengakui banyak calon anggota DPRD Garut yang akan dilantik protes soal seragam yang dibagikan Setwan.

"Dulu zaman saya pertama dilantik kualitas jasnya bagus, dibanding yang sekarang mah jauh kualitasnya," kata Karnoto.

Meski kualitas seragam jelek, menurut Karnoto, dirinya beruntung seragam yang diterimanya masih pas ukurannya. Karena, yang lain mengeluhkan dari mulai ukuran, kualitas bahan hingga jahitan yang jelek. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Orangutan Kalimantan Diselamatkan dari Lembaga Konservasi Tak Berizin di Jateng

Dua Orangutan Kalimantan Diselamatkan dari Lembaga Konservasi Tak Berizin di Jateng

Regional
Kasus Karhutla yang Libatkan 2 Perusahaan di Kalbar Segera Disidangkan

Kasus Karhutla yang Libatkan 2 Perusahaan di Kalbar Segera Disidangkan

Regional
Balita Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Belum Ditemukan

Balita Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Belum Ditemukan

Regional
Lima Pegawai Positif Covid-19, Operasional Bank Banten Tetap Berjalan

Lima Pegawai Positif Covid-19, Operasional Bank Banten Tetap Berjalan

Regional
Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

Regional
Tujuh ASN Positif Covid-19, PN Surabaya Kembali Tutup Pelayanan 2 Pekan

Tujuh ASN Positif Covid-19, PN Surabaya Kembali Tutup Pelayanan 2 Pekan

Regional
Ditemukan Telungkup di Jurang Gunung Piramid, Jasad Multazam Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Ditemukan Telungkup di Jurang Gunung Piramid, Jasad Multazam Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Regional
Kontak dengan Pedagang Pasar Nglames yang Meninggal akibat Covid-19, 131 Orang Jalani Rapid Test

Kontak dengan Pedagang Pasar Nglames yang Meninggal akibat Covid-19, 131 Orang Jalani Rapid Test

Regional
Istri Dirawat di RS karena Keguguran, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

Istri Dirawat di RS karena Keguguran, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

Regional
Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Ratusan Wisatawan Pantai Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Ratusan Wisatawan Pantai Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Regional
Kulon Progo Catat Kasus Kematian Pertama Akibat Covid-19

Kulon Progo Catat Kasus Kematian Pertama Akibat Covid-19

Regional
Akses Terlalu Ektrem, Petugas TNI di Rokan Hulu Padamkan Karhutla secara Manual

Akses Terlalu Ektrem, Petugas TNI di Rokan Hulu Padamkan Karhutla secara Manual

Regional
Pulang Berenang, Pria di Ambon Ini Temukan Pacarnya Tewas Tergantung

Pulang Berenang, Pria di Ambon Ini Temukan Pacarnya Tewas Tergantung

Regional
Tambah 19 Pasien Positif Covid–19 di Cirebon, 11 di Antaranya Tenaga Kesehatan

Tambah 19 Pasien Positif Covid–19 di Cirebon, 11 di Antaranya Tenaga Kesehatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X