Protes Pembatasan NIK untuk Kartu Perdana, Pemilik Konter Pulsa Demo ke DPRD Garut

Kompas.com - 02/04/2018, 13:59 WIB
Para pemilik konter pulsa di Garut saat berjalan menuju kantor DPRD Garut untuk menyampaikan aspirasinya. Kompas.com/Ari Maulana Karang Para pemilik konter pulsa di Garut saat berjalan menuju kantor DPRD Garut untuk menyampaikan aspirasinya.

GARUT, KOMPAS.com — Ratusan pemilik konter pulsa di Kabupaten Garut yang tergabung dalam Kesatuan Niaga Celullar Indonesia (KNCI), Senin (2/4/2018), menggelar aksi unjuk rasa.

Mereka memprotes kebijakan pembatasan satu nomor induk kependudukan (NIK) hanya untuk tiga kartu perdana dan menuntut kebijakan tersebut dihapus.

Ketua KNCI Garut Roni Hermawan mengungkapkan, saat ini aturannya satu NIK paling banyak hanya boleh untuk tiga kartu perdana di satu operator. Kalau ingin lebih, hanya bisa dilakukan di gerai-gerai resmi.

Padahal, gerai resmi hanya ada di kota-kota besar. Hal ini, menurut dia, sangat menyulitkan pengguna karena harus pergi ke kota untuk aktivasi kartu perdana.

"Yang kami ingin, registrasi di outlet jangan dibatasi," kata Roni di halaman gedung DPRD Garut, Senin (2/4/2018).

Baca juga: Protes soal Registrasi Kartu Prabayar, Konter Pulsa di Yogyakarta Bikin Kuburan Massal

Sementara itu, menurut koordinator aksi, Tedi Kustiadi, kebijakan pembatasan yang dilakukan pemerintah ini berdampak besar pada outlet kecil.

Sebab, selama ini penjualan kartu perdana menjadi penghasilan terbesar outlet pulsa. Maka dari itu, para pemilik outlet bisa terancam bangkrut jika aturan ini tidak diubah.

"Bukan kami menolak registrasi, kami setuju, tetapi tidak usah dibatasi," ucap Tedi.

Tedi menuturkan, pihaknya menagih janji Menkominfo yang berjanji memenuhi permintaan para pemilik konter pulsa agar registrasi kartu tidak dibatasi.

Janji tersebut disampaikan pada 7 November 2017, tetapi hingga kini belum direalisasikan.

Aksi unjuk rasa itu dilakukan dengan konvoi kendaraan roda dua dan empat menyusuri beberapa ruas jalan protokol di Garut dan berakhir di Gedung DPRD Garut.

Massa aksi yang semuanya memakai ikat kepala berwarna merah menggelar orasi di depan gedung DPRD Garut hingga akhirnya 30 perwakilan peserta aksi diterima DPRD Garut.

Baca juga: Pedagang Pulsa Tolak Aturan Jumlah Maksimal Penggunaan Kartu Operator



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X