Kebakaran Lahan Gambut Merembet ke Permukiman, Warga Panik Padamkan Api

Kompas.com - 07/08/2019, 08:16 WIB
Sembilan hektar lahan gambut di Majene terbakar dan merembet ke permukiman warga. Warga panik karena dikepung asap tebal, Selasa (6/8/2019). KOMPAS.com/JUNAEDISembilan hektar lahan gambut di Majene terbakar dan merembet ke permukiman warga. Warga panik karena dikepung asap tebal, Selasa (6/8/2019).

MAJENE, KOMPAS.COMLahan gambut seluas sembilan hektar yang dipenuhi semak belukar dan pepohanan, terbakar hingga merembet ke permukiman warga di Majene, Sulawesi Barat. Kejadian itu terjadi pada Selasa (6/8/2019) sore.

Warga yang panik lantaran titik api dengan cepat merambat dari hutan lahan gambut ke permukiman kemudian berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Kapolsek Banggae AKP Masdar Mansur menyebutkan, permukiman warga yang terdampak yakni di Lingkungan Passarang, Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Majene, Sulawesi Barat.

Menurut dia, cuaca panas dan kencangnya tiupan angin membuat api yang membakar alang-alang ini sulit dipadamkan.

Baca juga: Gubernur Kalteng: Kebakaran Lahan Gambut Tak Ada Kaitan dengan Rencana Pemindahan Ibu Kota

Sembilan hektar lahan gambut di Majene terbakar dan merembet ke permukiman warga. Warga panik karena dikepung asap tebal, Selasa (6/8/2019). KOMPAS.com/JUNAEDI Sembilan hektar lahan gambut di Majene terbakar dan merembet ke permukiman warga. Warga panik karena dikepung asap tebal, Selasa (6/8/2019).

 

Kobaran api dengan cepat meluas karena lahan gambut dipenuhi material yang mudah terbakar seperti rerumputan dan pohon kering.

Petugas dari Polsek Banggae dibantu warga setempat yang turun tangan menghalau laju api secara manual. 

Mereka menggunakan ranting kayu, agar kobaran api tidak merembet jauh ke kawasan permukiman warga.

Lantaran menggunakan alat seadanya, petugas dan warga pun sempat kewalahan.

Baca juga: Begini Cara Petugas Memadamkan Kebakaran Lahan Gambut di Pekanbaru

Dibantu damkar

Sembilan hektar lahan gambut di Majene terbakar dan merembet ke permukiman warga. Warga panik karena dikepung asap tebal, Selasa (6/8/2019). KOMPAS.com/JUNAEDI Sembilan hektar lahan gambut di Majene terbakar dan merembet ke permukiman warga. Warga panik karena dikepung asap tebal, Selasa (6/8/2019).
Beruntung petugas pemadam kebakaran, cepat datang ke lokasi. Kebakaran tersebut dalam waktu dua jam bisa dipadamkan.

Kapolsek Banggae AKP Masdar Mansur mengatakan kepolisan tengah menyelidiki dari mana sumber api datang dan tiba-tiba membesar.

"Warga sekitar sempat panik karena dikepung asap tebal, juga api sempat merembet ke kawasan permukiman warga," kata Masdar. 

“Alhamdulilah setelah warga dan petugas turun tangan bersama-sama memadamkan kebakaran lahan gambut seluas sembilan hektar akhirnya bisa dipadamkan.”

Dugaan sementara, kebakaran di lahan gambut ini diduga karena ulah warga yang membuang puntung rokok secara sembarangan di area lahan yang kering, hingga memicu kilatan api yang menyambar lahan kering. 

Baca juga: Kekurangan Akses Air, Kebakaran Lahan Gambut di Aceh Barat Sulit Dipadamkan



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Bireuen Positif Corona, Isolasi Mandiri di Rumah

Bupati Bireuen Positif Corona, Isolasi Mandiri di Rumah

Regional
Kronologi Ditemukannya Mayat Sekretaris yang Hamil di Bawah Tumpukan Pelepah Sawit, Tubuh Penuh Luka

Kronologi Ditemukannya Mayat Sekretaris yang Hamil di Bawah Tumpukan Pelepah Sawit, Tubuh Penuh Luka

Regional
7 Pegawai PN Karawang Terdiri dari Staf dan Hakim Positif Corona

7 Pegawai PN Karawang Terdiri dari Staf dan Hakim Positif Corona

Regional
Usai Gelar Dangdutan, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal dan Keluarga Jalani Tes Usap Covid-19

Usai Gelar Dangdutan, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal dan Keluarga Jalani Tes Usap Covid-19

Regional
Plt Bupati Cianjur Kecewa Ada Beras Campur Biji Plastik

Plt Bupati Cianjur Kecewa Ada Beras Campur Biji Plastik

Regional
Pegawainya Meninggal karena Covid-19, Dispendukcapil Kabupaten Semarang Hentikan Layanan Tatap Muka

Pegawainya Meninggal karena Covid-19, Dispendukcapil Kabupaten Semarang Hentikan Layanan Tatap Muka

Regional
Usai Ziarah ke Kebumen, 15 Warga Banyumas Positif Covid-19

Usai Ziarah ke Kebumen, 15 Warga Banyumas Positif Covid-19

Regional
'Tak Kuat Menahan Siksaan, Ku Iyakan Semua Tuduhan Polisi'

"Tak Kuat Menahan Siksaan, Ku Iyakan Semua Tuduhan Polisi"

Regional
Nekat Gelar Konser Dangdut, Polisi Periksa Wakil Ketua DPRD Kota Tegal

Nekat Gelar Konser Dangdut, Polisi Periksa Wakil Ketua DPRD Kota Tegal

Regional
'Kami Senang Sudah Ada Bensin yang Dijual Murah Sama Seperti di Jawa'

"Kami Senang Sudah Ada Bensin yang Dijual Murah Sama Seperti di Jawa"

Regional
Wakil Ketua DPRD Tegal Meminta Maaf, Akui Lalai Gelar Dangdutan Saat Pandemi

Wakil Ketua DPRD Tegal Meminta Maaf, Akui Lalai Gelar Dangdutan Saat Pandemi

Regional
Banyak ASN Pensiun, Wagub Babel: Hindari Cicilan Utang

Banyak ASN Pensiun, Wagub Babel: Hindari Cicilan Utang

Regional
Suami Perawat Positif Covid–19, Puskesmas Lumpue Parepare Tutup 2 Hari

Suami Perawat Positif Covid–19, Puskesmas Lumpue Parepare Tutup 2 Hari

Regional
Mayat Sekretaris yang Hamil Ditemukan di Bawah Tumpukan Pelepah Sawit

Mayat Sekretaris yang Hamil Ditemukan di Bawah Tumpukan Pelepah Sawit

Regional
Pamerkan Alat Kelamin ke Istri Orang Lewat Facebook, Seorang Oknum Kades Dilaporkan ke Polisi

Pamerkan Alat Kelamin ke Istri Orang Lewat Facebook, Seorang Oknum Kades Dilaporkan ke Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X