Lebih dari 53 Ribu Jiwa di Cianjur Alami Krisis Air Bersih

Kompas.com - 31/07/2019, 11:03 WIB
Seorang warga di Kp. CIsalak Hilir, Desa Cisalak, Kec. Cibeber, Kab. Cianjur, Jawa Barat sedang menggali tanah untuk mencari sumber air baru karena bencana kekeringan. Firman TaufiqurrahmanSeorang warga di Kp. CIsalak Hilir, Desa Cisalak, Kec. Cibeber, Kab. Cianjur, Jawa Barat sedang menggali tanah untuk mencari sumber air baru karena bencana kekeringan.

CIANJUR, KOMPAS.comKrisis air bersih di musim kemarau saat ini di wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat terus meluas.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mencatat saat ini ada lima wilayah kecamatan yang paling terdampak.

“Ada 53.205 jiwa atau 16.989 kepala keluarga yang terdampak ( krisis air bersih) dan tersebar di wilayah Kecamatan Sukanagara, Sindangbarang, Agrabinta, Cibinong, dan Cidaun," kata Sekretaris BPBD Cianjur Sugeng Supriyatno, Rabu (31/7/2019).

Baca juga: Saat Kekeringan di Gunungkidul Dimanfaatkan Jadi Sumber Penghasilan

Dampak krisis air bersih yang paling kentara disebutkan Sugeng berada  di wilayah Sindangbarang, Agrabinta, dan Cibinong.

"Hampir di semua desa di tiga wilayah kecamatan itu mengalami krisis air bersih. Ada juga yang berimbas (musim kemarau) terhadap kekeringan lahan pertanian,” ujarnya.

Untuk wilayah yang mengalami krisis air bersih, pihaknya berkoordinasi dengan Perumdam Tirta Mukti maupun Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Diperkimtan) untuk terus mendistribusikan bantuan air bersih.

“Saat ini kita siap siagakan satu tangki atau armada air bersih yang siap didistribusikan, meski idealnya kita harus punya 3-4 armada,” tambahnya.

Jumlah warga yang terdampak krisis air bersih di lima kecamatan itu di antaranya, 5.186 jiwa di Kecamatan Sukanagara, 6.570 jiwa di Sindangbarang, 7.959 jiwa di Agrabinta, 31.144 jiwa di Cibinong, dan 2.356 jiwa di Cidaun.

Baca juga: 10 Kabupaten dan 1 Kota di NTT Alami Kekeringan Ekstrem

Selain di lima wilayah kecamatan di selatan Cianjur itu, pantauan Kompas.com krisis air bersih juga melanda di wilayah Cibeber.

Di sana, warga bahkan terpaksa memanfaatkan air kubangan dan cerukan yang keruh dan kotor untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci, dan kakus.

Selain karena musim kemarau, krisis air bersih yang melanda di sembilan desa di wilayah tersebut juga dipicu rusaknya bendungan irigasi Sungai Cikondang sejak Januari lalu.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Palangka Raya Kekurangan APD, 2.000 Unit Bantuan Kemenkes hanya Untuk 20 Hari

Palangka Raya Kekurangan APD, 2.000 Unit Bantuan Kemenkes hanya Untuk 20 Hari

Regional
UPDATE Corona di Jatim 28 Maret: 77 Positif, PDP 309, ODP 4.568 Orang

UPDATE Corona di Jatim 28 Maret: 77 Positif, PDP 309, ODP 4.568 Orang

Regional
Mudik Gratis dihapuskan, 1.068 Bus Batal Angkut Pemudik dari Jakarta ke Jateng

Mudik Gratis dihapuskan, 1.068 Bus Batal Angkut Pemudik dari Jakarta ke Jateng

Regional
Wali Kota Kediri Umumkan 1 Kasus Positif Covid-19 Pertama

Wali Kota Kediri Umumkan 1 Kasus Positif Covid-19 Pertama

Regional
Tabrakan Maut Truk Kayu Vs Motor di Timika, Pengendara Motor dan 2 Penumpangnya Tewas

Tabrakan Maut Truk Kayu Vs Motor di Timika, Pengendara Motor dan 2 Penumpangnya Tewas

Regional
Jabar Perpanjang Sekolah di Rumah bagi Pelajar hingga 13 April

Jabar Perpanjang Sekolah di Rumah bagi Pelajar hingga 13 April

Regional
Dalam Sehari Dua Minibus Tertabrak KA di Kecamatan Toroh Grobogan, Dua Tewas

Dalam Sehari Dua Minibus Tertabrak KA di Kecamatan Toroh Grobogan, Dua Tewas

Regional
UPDATE Corona di Sulsel 28 Maret: 33 Positif Covid-19, Terbanyak di Makassar

UPDATE Corona di Sulsel 28 Maret: 33 Positif Covid-19, Terbanyak di Makassar

Regional
Pemudik Tetap Nekat Pulang Kampung, Jumlah ODP di Sukabumi Tiba-tiba Melonjak

Pemudik Tetap Nekat Pulang Kampung, Jumlah ODP di Sukabumi Tiba-tiba Melonjak

Regional
Cegah Penyebaran Covid-19, Hendrar Prihadi Pantau Kondisi Masyarakat Semarang

Cegah Penyebaran Covid-19, Hendrar Prihadi Pantau Kondisi Masyarakat Semarang

Regional
Gunung Merapi Kembali Erupsi Sabtu Malam, Ketinggian Kolom 3.000 Meter

Gunung Merapi Kembali Erupsi Sabtu Malam, Ketinggian Kolom 3.000 Meter

Regional
Antisipasi Dampak Corona, Pemkab Manggarai Barat Bebaskan Retribusi Hotel dan Restoran di Labuan Bajo

Antisipasi Dampak Corona, Pemkab Manggarai Barat Bebaskan Retribusi Hotel dan Restoran di Labuan Bajo

Regional
Kabar Baik, Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Dinyatakan Sembuh

Kabar Baik, Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Dinyatakan Sembuh

Regional
Local Lockdown' Kota Tasikmalaya: Semua Transportasi Umum Tak Boleh Masuk, Pengusaha Angkutan Umum Diminta Tak Panik

Local Lockdown" Kota Tasikmalaya: Semua Transportasi Umum Tak Boleh Masuk, Pengusaha Angkutan Umum Diminta Tak Panik

Regional
Gunung Merapi Meletus untuk Kedua Kalinya pada Hari Ini

Gunung Merapi Meletus untuk Kedua Kalinya pada Hari Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X