Remaja Difabel Tewas di Tempat Pelayanan Anak, Keluarga Polisikan Dinsos Pontianak

Kompas.com - 29/07/2019, 13:18 WIB
Ilustrasi tewas. ShutterstockIlustrasi tewas.

PONTIANAK, KOMPAS.com — Pihak keluarga remaja penyandang disabilitas R (17) yang tewas dianiaya dua teman sebaya di Pusat Layanan Anak Terpadu (PLAT) melaporkan Dinas Sosial Kota Pontianak, Kalimantan Barat, ke polisi.

Keluarga menganggap Dinas Sosial Kota Pontianak menyalahi wewenang karena telah menculik, menyekap, dan memasukkan korban ke PLAT.

"Kami menilai Dinas Sosial Kota Pontianak dan petugas melakukan tindak pidana penculikan, penyekapan, dan penyalahgunaan wewenang," kata Direktur Yayasan Nanda Dian Nusantara Devi Tiomana yang mewakili pihak keluarga, Senin (29/7/2019).

Baca juga: Bocah Difabel Dianiaya hingga Tewas karena Menolak Memijat Pelaku

Sebelum mendapat laporan bahwa korban sedang koma di Rumah Sakit Antonius Pontianak, Jumat (26/7/2019), pihak keluarga telah mencari korban selama 10 hari.

Selama itu tidak ada pemberitahuan dari pihak dinas bahwa korban diamankan di PLAT.

"Ini kan sama juga dengan penculikan?" ujarnya.

Baca juga: Bocah Difabel Tewas Dianiaya 2 Temannya di Pusat Layanan Anak Terpadu

Saat mendapat kabar itu pun, pihak keluarga diberi tahu bahwa korban muntah, padahal saat itu sudah koma. Keluarga menilai ada proses yang ditutupi.

Menurut dia, harusnya Dinas Sosial tidak bisa sewenang-wenang menangkap dan menyekap siapa pun dan untuk alasan apa pun, apalagi korban adalah seorang anak di bawah umur.

"Yang kami laporkan ini ada kepala dinas sosial dan beberapa petugas yang menjemput serta memasukkan anak itu ke PLAT," ucapnya.

Devi menegaskan, kasus meninggalnya anak remaja ini merupakan kasus besar, apalagi meninggalnya di dalam tempat pelayanan sosial. Dia menilai, penerapan sanksi administratif kepada petugas bukan solusi. Harusnya ada tindakan yang lebih tegas karena ini merupakan tindak pidana murni.

"Kasus ini perlu perhatian semua pihak. Ada apa? Sistemnya, manajemennya, dan SOP-nya harus dilihat. Bila perlu diaudit," ujarnya.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X