NEWS
Salin Artikel

Remaja Difabel Tewas di Tempat Pelayanan Anak, Keluarga Polisikan Dinsos Pontianak

Keluarga menganggap Dinas Sosial Kota Pontianak menyalahi wewenang karena telah menculik, menyekap, dan memasukkan korban ke PLAT.

"Kami menilai Dinas Sosial Kota Pontianak dan petugas melakukan tindak pidana penculikan, penyekapan, dan penyalahgunaan wewenang," kata Direktur Yayasan Nanda Dian Nusantara Devi Tiomana yang mewakili pihak keluarga, Senin (29/7/2019).

Sebelum mendapat laporan bahwa korban sedang koma di Rumah Sakit Antonius Pontianak, Jumat (26/7/2019), pihak keluarga telah mencari korban selama 10 hari.

Selama itu tidak ada pemberitahuan dari pihak dinas bahwa korban diamankan di PLAT.

"Ini kan sama juga dengan penculikan?" ujarnya.

Saat mendapat kabar itu pun, pihak keluarga diberi tahu bahwa korban muntah, padahal saat itu sudah koma. Keluarga menilai ada proses yang ditutupi.

Menurut dia, harusnya Dinas Sosial tidak bisa sewenang-wenang menangkap dan menyekap siapa pun dan untuk alasan apa pun, apalagi korban adalah seorang anak di bawah umur.

"Yang kami laporkan ini ada kepala dinas sosial dan beberapa petugas yang menjemput serta memasukkan anak itu ke PLAT," ucapnya.

Devi menegaskan, kasus meninggalnya anak remaja ini merupakan kasus besar, apalagi meninggalnya di dalam tempat pelayanan sosial. Dia menilai, penerapan sanksi administratif kepada petugas bukan solusi. Harusnya ada tindakan yang lebih tegas karena ini merupakan tindak pidana murni.

"Kasus ini perlu perhatian semua pihak. Ada apa? Sistemnya, manajemennya, dan SOP-nya harus dilihat. Bila perlu diaudit," ujarnya.

Diberitakan, seorang remaja difabel, berusia 17 tahun yang dititipkan di PLAT Dinas Sosial Kota Pontianak, Kalimantan Barat, tewas dianiaya dua teman sebaya, Sabtu (27/7/2019).

Kapolsek Pontianak Kota Kompol Sugiono mengatakan, kedua pelaku masing-masing berinisial RD dan WR. Keduanya yang juga masih di bawah umur ini sudah diamankan pihak kepolisian.

Dia menjelaskan, penganiayaan korban terjadi pada Jumat (26/7/2019) siang. Saat itu, PLAT dihuni enam anak, satu di antaranya perempuan.

Petugas yang melihat itu segera melerai dan memisahkan mereka. Namun, tak lama kemudian korban kembali diserang. Kali ini oleh RD sendirian.

Dijelaskan, korban sejatinya bukan anak berhadapan dengan hukum. Dia merupakan titipan Satpol PP Kota Pontianak karena terjaring razia.

"Sementara pelaku RD dan WR merupakan anak berhadapan dengan hukum karena terkait kasus pencurian," ujarnya.

https://regional.kompas.com/read/2019/07/29/13184581/remaja-difabel-tewas-di-tempat-pelayanan-anak-keluarga-polisikan-dinsos

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.