Kerupuk dan Sosis Babi Tak Berlabel Beredar di Singkawang

Kompas.com - 26/07/2019, 10:15 WIB
Kerupuk dan sosis berbahan dasar daging babi ditemukan di sejumlah pasar di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. dok Disperidagkop dan UKM SingkawangKerupuk dan sosis berbahan dasar daging babi ditemukan di sejumlah pasar di Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

SINGKAWANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat, menemukan kerupuk dan sosis berbahan dasar daging babi beredar di Pasar Beringin Singkawang dan Pasar Alianyang Singkawang.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Singkawang, Muslimin memastikan, mereka telah meminta kepada para pedagang yang menjual untuk menarik barang tersebut.

"Sebelum ada label dan izin, sebaiknya jangan dijual dulu," kata Muslimin kepada Kompas.com, Jumat (26/7/2019).

Baca juga: Luhut: Masa Kotoran Babi Masih Dibuang ke Danau Toba...

Muslimin menjelaskan, berdasarkan temuan, kerupuk babi tanpa label ditemukan di sejumlah kios di Pasar Beringin Singkawang. Produk ini, berdasarkan pengakuan pedagang, berasal dari Kota Singkawang.

Sementara sosis babi tanpa label baru ditemukan di satu toko di Pasar Alianyang Singkawang dan berasal dari Kuching, Malaysia.

"Kerupuk itu, kata pedagang, dari sini (Singkawang). Sedangkan sosis dari Kuching, Malaysia," ujarnya.

Muslimin menegaskan, pihaknya telah menegaskan kepada para penjual untuk menarik seluruh produk tanpa label dan merek dari peredaran. Jika nanti kembali ditemukan kembali, maka terancam disita.

"Kalau dibiarkan dan tidak diingatkan khawatir akan makin banyak yang jual tanpa label dan izin yang jelas," ucapnya.

Muslimin meminta seluruh masyarakat Kota Singkawang yang beragama Islam, untuk tidak resah dengan adanya kerupuk dan sosis berbahan dasar daging babi yang beredar di sejumlah pasar.

"Masyarakat harus teliti dalam membel. Jangan membeli produk yang tidak ada label dan izin," tutupnya.

Baca juga: Mengapa Warga di Lereng Gunung Slamet Diserang Babi Hutan?

Sementara itu, salah satu warga Kota Singkawang Muhammad Andi mengaku tak begitu risau dengan adanya peredaran kerupuk dan sosis berbahan dasar daging babi.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Etek Lawu, Komunitas Pegadang Sayur Keliling Beromzet Rp 1,5 M Per Hari

Etek Lawu, Komunitas Pegadang Sayur Keliling Beromzet Rp 1,5 M Per Hari

Regional
Anggota Brimob Polda Sulteng Tewas Ditembak Usai Laksanakan Shalat Jumat

Anggota Brimob Polda Sulteng Tewas Ditembak Usai Laksanakan Shalat Jumat

Regional
Banyak Temui TKI Terlantar di Luar Negeri, Dedi Mulyadi Usul Petugas KBRI Berjaga di Bandara

Banyak Temui TKI Terlantar di Luar Negeri, Dedi Mulyadi Usul Petugas KBRI Berjaga di Bandara

Regional
Noken hingga Camilan Lokal Disiapkan Jadi Oleh-oleh PON Papua

Noken hingga Camilan Lokal Disiapkan Jadi Oleh-oleh PON Papua

Regional
Bentang Alam Berubah Pasca-gempa di Sigi, Sabo Dam Dibangun untuk Cegah Longsor dan Banjir Bandang

Bentang Alam Berubah Pasca-gempa di Sigi, Sabo Dam Dibangun untuk Cegah Longsor dan Banjir Bandang

Regional
Cemburu, Pemuda Ini Bacok Sopir Truk Tronton Berkali-kali di Kontrakan

Cemburu, Pemuda Ini Bacok Sopir Truk Tronton Berkali-kali di Kontrakan

Regional
Jelang Pilkada 2020, Calon Panwascam Diseleksi Secara Online

Jelang Pilkada 2020, Calon Panwascam Diseleksi Secara Online

Regional
Kisah Rifal Pembudidaya Ular, Berawal dari Hobi Kini Jadi Bisnis Menguntungkan

Kisah Rifal Pembudidaya Ular, Berawal dari Hobi Kini Jadi Bisnis Menguntungkan

Regional
Satu Anggota Brimob Polda Sulteng Gugur Seusai Baku Tembak

Satu Anggota Brimob Polda Sulteng Gugur Seusai Baku Tembak

Regional
750 Rumah di Solok Selatan Terendam Banjir, 469 Warga Mengungsi

750 Rumah di Solok Selatan Terendam Banjir, 469 Warga Mengungsi

Regional
Dompet Dhuafa dan Kabupaten Magetan Berkolaborasi Berantas Kemiskinan

Dompet Dhuafa dan Kabupaten Magetan Berkolaborasi Berantas Kemiskinan

Regional
Polemik Rumah Deret Tamansari, Warga Digusur hingga Komnas HAM Angkat Suara

Polemik Rumah Deret Tamansari, Warga Digusur hingga Komnas HAM Angkat Suara

Regional
Cerita Petani di Kampar yang Rugi Ratusan Juta Rupiah akibat Banjir

Cerita Petani di Kampar yang Rugi Ratusan Juta Rupiah akibat Banjir

Regional
Kronologi Dedi Mulyadi Selamatkan TKI Telantar Asal NTT di Bandara Dubai, Terpisah dari Sang Agen

Kronologi Dedi Mulyadi Selamatkan TKI Telantar Asal NTT di Bandara Dubai, Terpisah dari Sang Agen

Regional
Diguyur Hujan 4 Jam, Sejumlah Wilayah di Samarinda Terendam Banjir

Diguyur Hujan 4 Jam, Sejumlah Wilayah di Samarinda Terendam Banjir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X